Menyimak Album Kamila; Biola Hanya Sekedar Properti

IMG_20191008_070206

Urbannews Musik | Industri musik gak ada matinya. Terus menggeliat tanpa jeda setiap harinya, menanti para artis dan musisi mendagangkan karya-nya. Jika industri musik itu ibarat ruangan, selalu tersedia celah bagi mereka yang ingin masuk kedalamnya walau sempit dan penuh sesak. Biar nyempil sekali pun di pojokan, jika beruntung ia akan terdengar dan terlihat.

Seperti, kedatangan grup musik baru bernama ‘Kamila’ yang beranggotakan tiga wanita cantik yakni Ava Victoria, Ana Achjuman dan Mia Ismi Halida, siap memberi warna baru di industri musik Indonesia. Nama ‘Kamila’ yang berasal dari bahasa Arab yang artinya kesempurnaan, sudah aktif bermusik sejak tahun 2015 dengan merilis 8 single secara digital (6 adalah original song dan 2 lagu cover).

Hari ini, Senin (7/10/2019), bertempat di Kawasan Kemang, Jakarta, Kamila mempersembahkan album perdana bertajuk atas namanya sendiri yakni ‘Kamila’. Album yang berisikan 8 lagu original Kamila ini ditulis oleh Ana Achjuman, Mia lsmi, Ava Victoria serta Rishanda Singgih (yang juga bertindak sebagai Music Producer di album ini), dimana musiknya di dominasi nuansa pop elektronik dengan sentuhan strings akustik.

Lagu-lagu yang ada dalam album ini memang terasa dekat dengan Kamila, yang terinspirasi dari kisah-kisah cinta dan pengalaman orang-orang yang dekat di hati mereka. Seperti single jagoan mereka berjudul “Prison of Love” buah karya Ana Achjuman yang sudah dibuatkan video klipnya ini, bercerita tentang perempuan yang sangat mencintai pasangannya hingga seolah ingin memenjarakan cintanya.

Dua kakak beradik Ava dan Ana, serta rekannya Mia dalam grup Kamila ini, memang layak di sebut ‘trio vocalist-violinist’. Pasalnya, mereka bukan saja pandai bernyanyi tapi piawai pula memainkan instrumen biola. Hal ini, ditujukkan lewat riwayat bermusik mereka masing-masing seperti Ava Victoria merupakan pemain biola di Magenta Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra, Dian HP, Aminoto Kosin, Oni n friends dan beberapa Iainnya.

Ana Achjuman sebagai pemain biola yang pernah bergabung di Magenta Orchestra, Dian HP, Twilight Youth Orchestra, dan Widya Kristiyanti Orchestra. Sedangkan, Mia lsmi Halida adalah seorang penyanyi, pemain biola, song writer, vocal director dan vocal coach di Universitas Indonesia. Kerap tampil ‘solo’ di dalam negeri, maupun di luar negeri seperti di Rusia, lnggris, Turki, Jepang, Korea, Dubai, Cina, Spanyol, dan Malaysia.

Kehadiran mereka berada diranah musik Industri baik sebagai vocalist sekaligus juga violinist, adalah modal yang kuat untuk mencuri perhatian. Karena, tidak banyak penyanyi yang bisa bermain alat musik. Diluar sana, ada Anime Violin Trio, Led Pop Violin Trio, atau Amadeus Electric Quartet, tapi mereka hanya memainkan musik instrumental. Beda dengan Kamila, para personilnya pandai bernyanyi.

Kekuatan dan keunikan Kamila inilah, sejatinya menjadi modal dan senjata untuk bertempur di panggung musik. Tapi, setelah mendengarkan mereka main secara live membawakan karya lagunya, sayang bebunyian string mereka hanya sekedar nyempil dari gemuruh musik electronik. Tidak ada eksplorasi kebisaan mereka bermain biola yang justru menjadi kekuatan dan keunikannya. Akhirnya, biola pun sekedar menjadi properti.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*