Urbannews | Komitmen OT Group dalam mendukung keberlanjutan lingkungan kian nyata. Perusahaan consumer goods nasional ini menggenjot pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di berbagai fasilitas produksinya yang tersebar di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa.
Berkolaborasi dengan Xurya Daya Indonesia (Xurya), OT Group kini mengoperasikan PLTS Atap dengan kapasitas total mencapai 6.200 kWp. Sistem ini mampu menghasilkan sekitar 8 juta kWh energi bersih per tahun, sekaligus menekan emisi karbon hingga 7.000 ton CO₂ per tahun—setara dengan menanam lebih dari 100.000 pohon.
Sebagai produsen berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, hingga produk perawatan diri, OT Group memandang transisi energi sebagai bagian penting dari transformasi bisnis menuju industri yang lebih hijau. Melalui anak usahanya, PT Ultra Prima Abadi (UPA) dan PT CS2 Pola Sehat, PLTS Atap telah diterapkan di tujuh unit produksi yang berlokasi di Tangerang, Bogor, Pandaan, Daan Mogot, Banyuasin, Maros, dan Jombang.
CEO FMCG OT Group, Donny, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Xurya bermula dari proyek PLTS di tiga lokasi milik CS2 Pola Sehat. Hasil positif dari proyek awal tersebut mendorong perusahaan untuk memperluas instalasi ke pabrik-pabrik UPA.
“Saat ini, pabrik OT Group yang memanfaatkan PLTS Atap telah tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. Salah satunya di UPA Jombang, kami berhasil menekan emisi karbon hampir 1.700 ton, setara dengan menanam lebih dari 20.000 pohon. Ini menjadi bagian dari perjalanan kami menuju masa depan yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Donny.
Langkah OT Group ini sejalan dengan arah kebijakan nasional terkait pengembangan energi bersih. Pemerintah Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060, sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Dukungan regulasi juga diperkuat melalui Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2024, yang membuka peluang lebih luas bagi pemanfaatan PLTS Atap tanpa pembatasan kapasitas pemasangan.
Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himawan, menyampaikan kebanggaannya dapat mendukung OT Group dalam transisi energi terbarukan. “Kami berkomitmen untuk mendampingi OT Group dalam pengoperasian PLTS Atap hingga akhir masa operasionalnya selama puluhan tahun. Kolaborasi jangka panjang seperti ini sangat penting untuk mempercepat terciptanya masa depan energi yang lebih hijau,” katanya.
Sebagai pionir skema sewa PLTS tanpa biaya awal, Xurya memudahkan pelaku industri beralih ke energi bersih tanpa investasi besar di awal. Lebih dari sekadar penyedia teknologi, Xurya berperan sebagai katalis dan penggerak utama transisi energi di Indonesia melalui kolaborasi dengan sektor industri dan dukungan kebijakan pemerintah.
Ke depan, sinergi antara OT Group dan Xurya diharapkan terus berkembang, sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana sektor swasta dapat berkontribusi nyata dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.




