Pertunjukan Teaterikal Laksamana Malahayati, Merekonstruksi Sejarah Kekuatan Maritim Indonesia

On Stage255 Dilihat

Urbannews | Indonesia memiliki sejarah yang panjang dari masa ke-masa mulai dari kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, hingga saat ini. Sejarah adalah kearifan yang dapat membimbing kita dalam mengarungi hidup saat ini dan merintis hari depan. Sejarah juga merupakan pengalaman manusia dan ingatan manusia yang diceritakan.

Mengutip semboyan terkenal yang di ucapan Presiden RI Pertama sekaligus sang proklamator Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat “Jasmerah”.

Pertunjukan teatrikal bertajuk Jalasena Laksamana Malahayati, yang mengangkat sosok panglima armada laut perempuan pertama di dunia dari Kesultanan Aceh Darussalam di abad 16, pada 8 dan 9 September 2023, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sangat tepat dan penting.

Apalagi pertunjukan ini menjadi bagian dalam menyambut Hari Ulang Tahunnya yang ke 78, TNI Angkatan Laut. Sosok Malahayati tentunya menjadi inspirasi perjalanan TNI AL dalam membangun kekuatan maritim Indonesia yang merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, memasuki usianya ke-78 tahun pada 10 September 2023, TNI AL pun bertekad menjadikan kisah heroik perjuangan Laksamana Malahayati bersama Laskar Inong Balee, sebuah kesatuan yang berisikan lebih dari 2.000 prajurit perempuan, dalam mengusir bangsa asing dari Tanah Rencong sebagai inspirasi.

”Lewat kisah hidup dan sejarah Laksamana Malahayati banyak hal bisa dipelajari TNI AL di antaranya terkait penggunaan kekuatan berbasis maritim (sea power) dalam menjaga kedaulatan, membangun perekonomian disamping pembangunan infrastruktur maritim, diplomasi maritim, dan kekuatan armada laut,” tegas Kasal, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).

Sementara, Marcella Zalianty sebagai produser menyebut bahwa ia sudah lama ingin mengangkat cerita Laksamana Malahayati ke dalam seni pertunjukan. Sebelum akhirnya diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater oleh TNI AL, Marcella Zalianty sudah pernah membuat cerita Laksamana Malahayati ke dalam komik.

“Ini sebenarnya impian saya sejak lama untuk mengangkat tokoh ini dalam seni pertunjukan. Jadi memang ini sudah diinisiasi sejak lama dari mulai komik,” tambah Marcella.

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Laksamana Malahayati pun mengilhami artis Marcella Zalianty sekaligus sebagai pemeran utama pertunjukan teatrikal tersebut, untuk merekonstruksi sejarah dan perjuangannya secara detail dengan menggandeng Iswandi Pratama sebagai sutradara, Jay Soebijakto selaku penata artistik, dan Toro Arto sebagai pimpinan produksi.

Tidak hanya itu, Marcella juga mengajak aktor dan aktris kawakan Arswendi Bening sebagal Sultan Aceh, Cut Mini yang memerankan sosok Ibu Laksamana Malahayatl, dan Teuku Rifnu Wikana sebagai suami Malahayati, serta Aulia Sarah yang memerankan Cut Limpah. Ikut dilibatkan pula Nya Ina Raseuki atau Ubiet sebagai pelantun lamen, koreografer senior Hartati sebagai penata gerak, serta penata musik dipercayakan kepada Indra Perkasa.

Bukan itu saja, sebanyak 67 orang Ikut serta sebagai pemain di pertunjukan ini termasuk sembilan prajurit Kowal bersanding dengan pemain-pemain teater dari kelompok ternama diantaranya Teater Koma dan Wayang Orang Bharata. Mereka berlatih serus sejak pertengahan bulan Juli 2023 lalu di Gelanggang Olahraga Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta.

Hal menarik disajikan pada pementasan teaterikal Laksamana Malahayati kali ini. Selain adegan pertempuran kolosal, juga ditampilkannya replika kapal perang ke atas panggung pertunjukan. Jay Soebijakto menjelaskan, bahwa replika kapal perang merupakan hasil risetnya selama beberapa waktu dan dihasilkan sebuah bentuk kapal terbuat dari rangka baja yang dapat dibongkar pasang (knock-down) berukuran tinggi 3,5 meter dan paryang 10 meter.

“Kapal ini sanggup menampung sampai 10 orang secara bersamaan di dalamnya. Sewaktu di panggung, nantinya kapal dapat didesain mampu membelah menjadi dua. Kapal menjadi arena pertempuran termasuk ada aksi melompat dari satu kapal ke kapal lainnya,” ujar Jay, anak dari KSAL pertama, Laksamana R. Soebijakto yang memimpin TNI AL pada 1948.

Panggung utama selebar 12 meter dan Panjang 18 meter menurut Jay memberi dinamika tersendiri. Untuk itu, dukungan immersive sound system dan tata cahaya berkekuatan 130.000 watt dipadu dengan flow set multimedia untuk menguatkan visual panggung, juga melengkapinya dengan struktur rumah panggung khas Aceh serta Istana Kesultanan Aceh Darussalam yang ia desain leyaknya bangunan dalam ukuran normal, sangat penting.

Selain itu, selamat pertunjukan berlangsung, penonton juga ikut disuguhi aksi videomapping menggunakan 2 projector @32rb lumens dengan lensa ultra short menemani Marcella Zalianty dan para pemain tetaer beraksi, “Kita ingin yang terbaik di HUT ke-78 Thy AL,” pungkas Jay.

Tiket pertunjukan teater ini dapat diakses melatui tautan http://bit.ly//TiketRegulerMalahayati atau akses ke www.keana.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Great – I should definitely pronounce, impressed with your website. I had no trouble navigating through all the tabs as well as related information ended up being truly simple to do to access. I recently found what I hoped for before you know it at all. Reasonably unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or anything, web site theme . a tones way for your customer to communicate. Nice task.