by

Pavilion Indonesia Hadir Pertama Kalinya di Horecava 2016

-Travel-168 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Perhelatan pangan nasional terbesar di Belanda untuk pelaku industri Hotel (Ho), Restoran (Re), Catering (Ca), dan Vakbeurs (Fair Trade) yang menyasar lebih dari 50 ribu pengunjung, diikuti lebih dari 53 negara. Sungguh membanggakan produk Indonesia bisa menjadi bagian dari Horecava 2016 yang sudah diselenggarakan untuk yang ke-60 kalinya di Amsterdam RAI, mulai tanggal 11-14 Januari 2016.

Pavilion Indonesia berdiri di atas area seluas 80 meter persegi yang diprakarsai oleh Kementrian Perdagangan Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag Belanda, dan juga di ikuti oleh negara Asia lainnya yaitu Pavilion China dan Pavilion Thailand ini, produk Indonesia kini memiliki posisi penting di dalam pangan dunia. Menurut Rinaldi Agung Adnyana, Atase Perdagangan Republik Indonesia di Belanda :

Pavilion Indonesia untuk pertama kalinya hadir dalam acara ini. Tujuannya untuk mendorong produk-produk Indonesia berkualitas masuk ke pasar Eropa tak hanya di Belanda.

Di bawah Kementerian Perdagangan, produsen dan importir produk Indonesia memamerkan 8 peserta yang berhasil menembus pasar dunia untuk diperkenalkan secara lebih luas pada masyarakat Eropa. Dalam acara ini, Indonesia tidak hanya menghadirkan para produsen, tetapi juga menggandeng para importir Nivo, Kopi Dua dan juga Fish Tales yang telah memasukkan produk-produk Indonesia di Belanda.

Selain untuk meningkatkan kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan para importir, ajang ini juga diharapkan dapat membantu para importir untuk meningkatkan produknya agar pemasaran produk Indonesia dapat menjangkau konsumen sekaligus dikenal lebih luas lagi dan memiliki varian yang lebih banyak, beragam, dan memenuhi kebutuhan pasar di Eropa tak hanya di Belanda.

Perlu diketahui, bahwa produk-produk Indonesia selama ini hanya bisa ditemukan di toko-toko Asia dan belum merata didistribusikan ke toko-toko besar di Belanda. Selain distributor, Indonesia dengan bangga membawa deretan produk terbaik mulai dari Arsana artisanal infused coconut palm blocksugar, farm direct Indonesian roasted cashews Nuts+Nuts, dan plastik ramah lingkungan Envyplast, satu-satunya plastik di dunia berbahan dasar tepung singkong, Tiga Pilar Sejahtera dengan bakmi telor hingga Cocogreen, arang ramah lingkungan yang berbentuk mini cubes sehingga praktis.

Agar pengunjung merasakan kekayaan citarasa seluruh produk lokal yang dibawa para produsen langsung, sejumlah chef Indonesia yang menetap di Belanda turut berpartisipasi dan mengambil bagian di pusat dapur yang dibangun di tengah area pavilion. Tim chef yang diketuai Chef Didi Han, bersama para chef lainnya yakni chef Yudi Yahya (Rock salt Chilli Pepper Restaurant), Jimmy Lo Hamzah (Bali James Breda), Fitri Chandra (Pulitzer Hotel Amsterdam), Tn Tan dan Cisca Suxma.

image

Selama 4 hari para chef mendemokan deretan hidangan kreatif, lezat, dari masakan Asia hingga barat, mulai dari dessert hingga minuman dengan bahan baku yang dipamerkan untuk para pengunjung, antara lain rendang, bakmi, dan bihun goreng, variasi barbekyu, ayam goreng, hingga soto ayam menggunakan rempah lokal Indonesia. Menariknya, ada juga beberapa chef dari Belanda yang sudah dikenal luas di Eropa mengambil bagian di acara ini, diantaranya adalah Bart van Olphen dan Tim Kan (Asian College Cuisine).

Pavilion Indonesia yang ramai dihadiri tamu penting dari pelaku industry wholesalers, distributor, hingga importir besar di Belanda, juga dihadiri para pejabat yang berwenang, mulai dari chargé d’affaires KBRI Den Haag Bapak Ibnu Wahyutomo, hingga charge chargé d’affaires KBRI Brussel Bapak Kristanyo Hardojo. Mereka berkunjung dan memberi masukkan penting bagi produsen pangan yang ingin memasukkan produkknya ke Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Antara lain kebijakan hukum, legalitas, hingga kemasan dan rasa yang sesuai dengan masyarakat setempat.

Selain itu, celebrity chef yang punya nama di Belanda seperti chef Danny Jansen (24 kitchen TV), chef Klaas van Winsen (Kookerij Culinary College) dan lainnya juga hadir di Pavilion Indonesia dan memberikan banyak sekali masukan yang diiringi pujian karena antuasiasme pengunjung yang terus memenuhi pavilion. Tak ketinggalan, Luuk Scholten, sebagai General Manager Horecava juga sering berkunjung dan mencicipi hidangan yang dibuat di dalam Pavilion. Menurut Luuk, Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar Eropa karena produk-produknya begitu khas, dan termasuk negara kaya yang besar dengan tanah subur. Sebagai perwakilan dari Horecava, Luuk berharap Indonesia dapat turut serta kembali tahun depan.

Acara yang berlangsung selama empat hari ini juga diisi oleh demo cooking dan presentasi yang dilakukan semua peserta pameran agar pengunjung mengenal lebih jauh tentang keistimewaan produk-produk yang dipamerkan. Tak hanya itu, tim Kopi Dua juga memberikan kelas Coffee Cupping pada sejumlah pengunjung dan rekan media yang hadir, antara lain dari Elle Eten, Jamie Oliver magazine, Munchies, Culinice, Gatra Indonesia, dan juga para anak didik dari restoran Jamie Oliver restoran Fifteen.

Satu hal yang menarik, tampilan salah satu dinding pavilion yang dihiasi oleh foto-foto design dari produk-produk yang ditampilkan dipavilion Indonesia hasil karya para mahasiswa Design Academy (www.designacademy.nl) Adelaide Tam, Jian Da Huang, dan Shaakira Jassat.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed