Patrick Lesmana Dalam Dialog Bunyi Tanpa Kata di Album Instrumental Gitar “Yabai”

Music351 Dilihat

Urbannews | Mendengarkan, menikmatii dan memahami musik instrumental, memang butuh waktu barang sejenak untuk melepaskan lelah pikiran serta mengosongkan segala keruwetan. Karena, tidak akan menemukan sepanggal kata atau lirik pun yang menyelip dalam notasi yang dimainkan. Semuanya serba melodius lewat sekumpulan nada dan birama bunyi-bunyian alat musik.

Begitupun, bagi mereka yang memainkan karya instrumental dibutuhkan kepiawaian meramu dialog bunyi antar instrumen yang dimainkan, agar tetap harmoni dan enak didengar. Seperti yang dilakukan solois gitar asal malang, jawa timur ‘Patrick Lesmana’, memperkenalkan karya musik dan lagunya ke industri musik Indonesia dalam kemasan album instrumental perdana yang di beri judul “Yabai”.

Hadir di tengah hingar bingar bermunculannya karya musisi tanah air dan tumbuh di era milenial, namun tertarik dengan magis musik–musik progessive rock/jazz rock medio 60–80 an serta sangat intens menyimak karya – karya musisi dunia seperti ‘King Crimson, Frank Zappa, Yes, Genesis, Weed, Kansas, I.O.U (Allan holdsworth), Casiopea’ dan lain-lain, membuat Patrick Lesmana berada diruang berbeda dari kebanyakan anak muda seusianya.

“Dari semuanya yang saya simak diatas, Frank Zappa dan Allan Holdsworth adalah inspirasi terbesar saya, terutama dalam bermain gitar sehingga cukup besar mempengaruhi saya dalam menuangkan elemen musik tersebut dalam album perdana saya”, jelas Patrick.

“Yabai” adalah istilah dalam Bahasa Jepang yang sebenarnya dapat memiliki arti (Waduh!, Bahaya!, Sialan!) atau (Wah! Keren! Gokil!), namun dalam album perdana ini Patrick mengungkapkannya sebagai sebuah kepanikan. Kepanikan dalam hal ini menyangkut eksistensinya sebagai gitaris yang merasa belum mempunyai rilisan karya di sepanjang karirnya, sementara itu teman-teman sesama musisi di malang sudah menggelontorkan banyak karya.

Album “Yabai” ini mengusung tema yang terinspirasi dari musik–musik soundtrack game konsol masa lalu seperti  Playstation 1, Nintendo dan sejenisnya.

“Saya pribadi sangat menggemari nada nada dari game – game tersebut, disamping catchy, banyak elemen jazz atau fusion yang melekat pada soundtrack – soundtrack tersebut. Selain progessive rock dan jazz rock, genre Jazz Fusion sendiri merupakan salah satu influence utama saya dalam membuat album ini terutama musik Jazz Fusion yang populer di Jepang seperti Maoki Yamamoto, Casiopea, Tsquare dan Trixx”, terang Patrick.“

Nada nada yang tidak tertebak serta diakhiri dengan reff/unison yang manis khas musik Pop Jepang pada saat itu sangat memotivasi saya untuk akhirnya membuat album saya sendiri”, tambah Patrick lagi.

Secara garis besar, “Yabai” merupakan pencampuran dari elemen musik jazz-fusion dengan prog-rock serta elemen avantgarde yang mempengaruhi susunan lagu-lagu yang terkandung didalamnya. Yang menarik dari album ini adalah sebagai solois gitar, Patrick Lesmana tidak berusaha menampilkan gitar sebagai instrumen utamanya melainkan semua instrumen bermain dengan porsi yang sama, dalam hal ini gitaris kelahiran 1996 tersebut lebih menonjolkan komposisi dalam setiap lagu di album tersebut.

Bekerjasama dengan Cadaazz Pustaka Musik sebagai label dan Musicblast sebagai aggregator yang mendistribusikan digital nya, Patrick lesmana memperkenalkan 5 karya perdana nya di album “Yabai” tersebut yaitu : “Lucid Winter, Yabai, Paradise Of Inner Fire, Yamanote Line dan Safe Flight”, dan lagu berjudul “Paradise Of Inner Fire” adalah lagu yang dirilis sebagai single pertama dan sudah dibuatkan video klipnya. Single pertama yang berjudul “Paradise Of Inner Fire” ini terinspirasi dari game sci-fi yang bertemakan petualangan, dominasi progesi mayor minor dipilih untuk mewakili sifat sci-fi yang imajiner dan misterius.

Dalam proses kreatif pembuatan album ini Patrick Lesmana mengerjakan keseluruhan instrument musik seperti gitar, piano, bass, synthesizer sampai drum programming di studio pribadinya yaitu Suara Wibu Production dengan menghadirkan musisi tamu kehormatan yaitu Agus Prabowo (bass) dan Rhesdyan Suherman (drum) di lagu “Paradise Of Inner Fire”.Single pertama Patrick Lesmana yang berjudul “Paradise Of Inner Fire” sudah bisa dinikmati dan disimak di akun youtube official Musicblast, sementara itu full audio album “Yabai” dari Patrick Lesmana sendiri sudah dapat didownload di seluruh digital store kesayangan para pecinta musik tanah air.

Musik instrumental sangat segmented, tapi ada pasar cukup besar di luar sana ingin menikmati musik instrumental. Walau tanpa harus ada vokal atau lirik yang menyertainya, mereka yang Ingin mendengarkan bisa dapat sensasi dari spektrum yang dimainkannya bisa melebar hingga merasuk imajinya. Salam Musik Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *