by

Menandai Album Kelima, D’Masiv Ingin Pecahkan Rekor Muri!

-Music-566 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Cukup waktu lama bagi D’Masiv menggelontorkan album anyarnya, setelah album keempatnya sekitar 2 tahunan lalu. Band yang digawangi Rian Ekky Pradipta (vokal), Nurul Damar Ramadan (gitar), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum), akhirnya menuntaskan kerinduan para penggemarnya lewat album ke-5 yang diberi judul “Self Tittled”.

D’Masiv dalam perjalanan bermusiknya terus berevolusi mencari bentuk. Tapi, dalam proses album ke-5 ini, mereka mencoba mengembalikan energi bermusik seperti awal ngeband. Ditambah lagi, mereka kembali dipertemukan dengan produser yang mengawal mereka di awal karier, Noey dan Capung. Setelah sebelumnya mereka banyak belajar banyak hal baru dengan Denny Chasmala (produser album sebelumnya).

“Kita benar-benar mendapat semangat atau energi untuk berkarya, sama seperti saat kita memulai perjalanan band. Dengan banyak ide segar di setiap lagu kita. Bahkan, pihak Musica sempat kaget ketika kita mengirimkan demo untuk album baru ini yang berisi enggak kurang dari 30 lagu. Maka jangan heran, cover dari album Self Tittled ini kami balut dengan warna Orange. Dan, ini melambangkan kreatifitas. ” tutur sang Vocalis, Rian dengan semangat, saat dijumpai Pisa Kafe Menteng, Jakarta, Kamis (13/10).

Hal ini, bisa didengar dalam lagu “Melody” misalnya, kita bisa merasakan hal yang berbeda dalam cara Rian bernyanyi. Pilihan segar juga terasa di lagu “Perhatian Perhatian”, dimana lagu ini berkaca pada masa SMA. Dimana dengan tampang pas-pasan ini, tetap merasa pede kalau kita paling keren. Makanya ada kata-kata ‘tak ada salahnya memperbaiki keturunan,’. Lagu ini sebenarnya banyak dipengaruhi music 90’s yang lagi banyak mereka dengar dari vinyl. Biar lebih modern mereka kolaborasi dengan DJ Mardial, untuk menambah nuansa electronic nya.

image

Bukan cuma bekerjasama dengan musisi modern, D’Masiv juga menggandeng musisi legendaris yang selalu menjadi orang penting dibalik setiap kesuksesan Chrisye, Yockie Suryoprayogo. “Kami sangat respect, mas Yockie mau bekerjasama dengan kita. Yang kita tahu, om Yockie sangat pemilih untuk bekerjasama. Dan kesampaian lah kita mendengar, suara Hammond dan Rhodes om Yockie dalam lagu Mengetuk Pintu,” jelas Rian.

Salah satu lagu yang sangat spesial dalam album ini adalah “Dengarlah Sayang”. Lagu yang dilepas jadi single, bahkan sudah meledak duluan di Malaysia, adalah lagu yang punya gaya yang sangat berbeda dalam bertutur. Kalau biasanya yang dikisahkan dalam lagu adalah kita (kaum cowok) yang disakiti dalam bercinta. Di lagu ini justru cerita kita (kaum cowok) yang menyakiti. Bukan hanya berkisah tentang diri mereka, D’Masiv juga mengambil kisah yang dirasakan orang lain. Tepatnya, kisah adik dari Rian yang diadaptasi dalam lagu “Jeda”.

Menariknya album ke-5 mereka, bukan hanya pada energi awal mereka ngeband saja. Tapi, di album ini pun untuk kali pertama, D’Masiv merubah logo mereka. Sekarang mereka memakai huruf kapital untuk menuliskan D’MASIV. Sementara, pilihan warna album kenapa warnanya Orange. Mereka berharap, kalau Metalica punya Black album, Weezer dengan Blue Album, The Beatles punya White Album, maka D’MASIV punya ‘Orange Album’. Menurut Rian, ini sebagai pertanda untuk mudah dikenali.

‘Orange Album’ ini didistribusikan dalam bentuk fisik lewat berbagai toko musik dan jaringan waralaba Alfa Midi. Dan juga sudah tersedia di berbagai digital music store seperti iTunes, Apple Music, Spotify, Joox, Nada Kita, Langit Music, Yonder Music dan Smart Music. Untuk merasakan energi kreatif dari Orange album, D’MASIV akhir November merencanakan menggelar mini konser di 50 gerai Alfa Midi yang berada di Jabodetabek dalam satu hari. D’MASIV yang akan perform kurang lebih sekitar 10 menitan dengan dua lagu secara madley ini, sekaligus memecahkan rekor MURI.

Ya, semoga saja D’MASIV mampu melewati tantangan dan membuktikannya. Ditengah kondisi Jakarta yang macet serta cuaca sulit diprediksi, terutama hujan, performance D’MASIV di 50 titik dengan mobile stage yang terbuka dapat berjalan lancar. Di samping itu, untuk mencapai dari satu gerai ke gerai Alfa Midi sebagai 50 ini, menurut penyelenggara D’MASIV akan menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor. Ada sebuah resiko yang akan dihadapi D’MASIV tentang keselamatan dijalan, dan ini harus benar-benar diperhitungkan, termasuk asuransi mereka. D’MASIV bukan saja aset Musica, tapi juga musik Indonesia.|Edo (Foto Nando)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed