by

KFT Mengembalikan Khittah Perjuangannya Untuk Bersaing Menghadapi Pasar Bebas

-Movie-200 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai diberlakukan akhir tahun ini, mendorong kaum profesional di Indonesia harus mengasah kemampuan dari sekarang dengan meningkatkan standar kompetensi profesi, agar bisa bersaing dengan tenaga asing dari sesama negara Asia Tenggara yang memiliki skills dan kemampuan teruji. Jadi, kalau tidak mampu atau kalah bersaing di pasar bebas nanti, bersiaplah menjadi pesuruh alias budak selamanya.

KFT Indonesia, organisasi Karyawan Film dan Televisi yang kini memasuki usia ke-52, Febrian Aditya SE, M Sn sebagai Ketua Umum KFT untuk masa bakti 2015-2019, mengatakan kepada wartawan di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPUI), Kuningan, Jakarta, Kamis (11/2), KFT siap mengembalikan khittah perjuangannya untuk hadapi pasar bebas MEA dengan meningkatkan kompetensi SDM perfilman nasional.

Tidak bisa dipungkiri, persoalan sumber daya manusia (SDM) yang terkait dengan kualitas dan perkembangan perfilman di Indonesia, sampai saat ini memang merupakan persoalan yang serius. Untuk itu, KFT Indonesia yang memiliki tidak kurang dari 3000 anggota akan membuat lembaga uji standar kompetensi bagi anggota sehingga standar dan kualitas kerja mereka bisa diukur serta diharapkan siap bersaing menghadapi MEA (Masarakat Ekonomi Asean),” tegas Adrian, menambahkan.

Apa yang dilakukan KFT ini, sekaligus untuk menepis keraguan tentang rendahnya kualitas atau mutu pekerja film yang tercermin dari beberapa aspek film, di antaranya penulisan skenario yang seadanya sehingga cerita menjadi dangkal dan mudah ditebak, penyutradaraan yang datar dan tidak memiliki roh, sampai hal yang paling remeh temeh. Untuk itu, perlu ada upaya standar kualitas dan mutu suatu produksi film dan televisi secara kongkrit bisa dibaca, dilihat, dianalisa hingga kemudian diakui.

KFT Indonesia berdiri pada tanggal 22 Maret 1964 dan dikukuhkan Pemerintah melalui Undang-Undang No. 1/PNPS/64 tentang Pembinaan Perfilman. Saat ini, KFT Indonesia secara internal sedang giat-giatnya mengaktualisasikan keprofesionalitasan sumber daya anggotanya. Secara eksternal, KFT Indonesia bertekad meningkatkan integritas organisasi di antara organisasi profesi lainnya.

Maka, untuk menjaga kewibawaan dan kejayaan KFT kembali. KFT telah membentuk satu gugus tugas yang terdiri dari 10 orang, yakni 5 anggota dari KFT, dan 5 lain dari kepolisian, hakim, pengacara, jaksa dan LSM, akan menangani aduan dan masalah serta konflik yang dialami anggotanya. Menurut Adrian, ini satu upaya perlindungan hukum sekaligus advokasi untuk anggota KFT berkenaan dengan urusan konflik atau pun maslah kontrak kesepakatan dengan pihak lain.

Berkenaan dengan menyambut ulang tahun KFT ke-52, Dody Hidayat selaku Ketua Panitia mengatakan, akan digelar serangkaian acara selama 4 hari, mulai dari tanggal 22 hingga 26 Februari 2016, berupa Pemutaran Film dan Diskusi Publik, Lomba Acting, Lawak, Cosplay serta Lomba Film Komedi baik perorangan maupun grup di Gedung Pusat Perfilman Haji Umar Ismail (PPHUI) Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan Kav. C, Jakarta Selatan.

Dody juga menambahkan, bahwa perayaan HUT KFT Ke-52 ini sekaligus menjadi tonggak utama kembalinya KFT sebagai wadah satu-satunya para pekerja film dan televisi sebagaimana apa yang dicita-citakan. Perayaan ini selain sebagai ajang silaturahmi, namun akan menjadi momen penting bagi KFT kedepan memperluas jaringan pendirian koordinator daerah KFT di seluruh Indonesia.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed