Ifan Seventeen: Ketika Bertahan Justru Menambah Luka

Ifan Seventeen Merilis “Jangan Paksa Rindu (Beda)” dari Album Resonance

Urbannews | Tidak semua hubungan berakhir dengan pertengkaran. Sebagian justru selesai secara diam-diam, ketika kebersamaan masih ada, tetapi perasaan tak lagi sejalan. Ruang sunyi itulah yang coba disentuh Ifan Seventeen lewat single terbarunya, “Jangan Paksa Rindu (Beda)”, yang resmi dirilis hari ini sebagai bagian dari album teranyar bertajuk Resonance.

Diciptakan oleh Ifan Seventeen bersama Opik Kurdi, lagu ini mengajak pendengar menoleh ke hal-hal kecil yang sering terlewat dalam hubungan: kapan terakhir berbincang dari hati ke hati, saling menatap tanpa distraksi, atau mengucapkan cinta dengan keyakinan penuh. Dari detail sederhana itu, muncul satu kesadaran getir—jarak tak selalu tentang fisik, melainkan tentang perasaan yang pelan-pelan menjauh.

“Jangan Paksa Rindu (Beda)” berbicara tentang fase ketika salah satu, atau bahkan kedua pihak, sebenarnya sudah tidak lagi mampu berjalan bersama. Namun, mereka tetap bertahan, bukan karena cinta yang utuh, melainkan karena kebiasaan dan rasa takut kehilangan zona aman. Lagu ini menegaskan satu pesan penting: rindu dan cinta tak bisa dipaksa. Saat hati sudah lelah, memaksa justru hanya menambah luka.

Alih-alih menawarkan drama, lagu ini memilih kejujuran yang tenang. Merelakan tidak diposisikan sebagai kekalahan, melainkan sebagai bentuk keberanian—menyimpan kenangan yang pernah ada, lalu menutup ruang yang menyakitkan agar bisa melangkah dengan perasaan yang lebih utuh.

Secara musikal, “Jangan Paksa Rindu (Beda)” hadir dengan aransemen yang sederhana namun emosional. Tidak berlebihan, memberi ruang bagi karakter vokal Ifan Seventeen yang hangat dan penuh penghayatan. Pendekatan ini membuat cerita di dalam lagu terasa dekat, seolah menjadi cermin bagi banyak pendengar yang pernah—atau sedang—berada di situasi serupa.

“Lagu ini tentang banyak pasangan di luar sana yang sebenarnya sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Mereka berbohong pada diri masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman, karena takut keluar dari zona aman,” ujar Ifan Seventeen, saat preskon, Rabu (28/1/2026) di Kemang, Jakarta.

Single ini menjadi bagian dari album Resonance, sebuah karya yang menandai perjalanan emosional Ifan Seventeen dalam fase terbarunya. Istilah Resonance diambil dari konsep resonansi—getaran suara yang merambat melalui udara. Judul ini dipilih karena Ifan ingin setiap lagu di album ini meninggalkan getaran emosi yang bertahan lama, bahkan setelah musiknya berhenti diputar.

Lewat Resonance, pendengar tidak hanya diajak menikmati melodi, tetapi juga menyelami emosi yang menetap: refleksi, penerimaan, kehilangan, harapan, hingga kedewasaan. Album ini dirangkai sebagai perjalanan emosional yang utuh melalui sepuluh lagu dengan karakter cerita yang berbeda-beda, namun saling terhubung dalam satu benang merah perasaan.

Daftar lagu dalam album Resonance:
1. 1001 Cara
2. Jangan Paksa Rindu (Beda)
3. Kidung Hawa
4. Tangisan Dibawah Hujan
5. Anomali
6. Sungguh Sempurna
7. Menjadi Bintang
8. Lelaki Hebat
9. Apa Kabar
10. Sakit Hati

Menurut Oktav Panggabean selaku Produser Musik dari label Royal Prima Musikindo (RPM), 10 lagu terbaru Ifan Seventeen dalam album ke-8 ini, dikerjakan dalam hitungan satu bulan. Kesepuluh lagu tersebut membentuk satu kesatuan emosional, menjadikan Resonance sebagai album yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.

Single “Jangan Paksa Rindu (Beda)” beserta album Resonance resmi dirilis pada 9 Januari 2026 dan telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed