by

Fusion Stuff, Empat Tahun Mempertahankan Fusion Ditengah Terjangan Musik Yang Beragam

-Music-285 views

 

image

Jakarta, UrbannewsID. | Jazz, musik yang sering dianggap musik elite, susah diterima, musik milik generasi tua dan kadang cenderung exclusive karena dinikmati oleh kalangan tertentu saja, sebenarnya adalah salah satu jenis musik yang selalu berkembang menyesuaikan jaman. Sejak diperkenalkan musik jazz sebelum perang dunia I sampai sekarang, musik jazz senantiasa berkembang mengikuti selera pemusik dan penikmatnya bahkan oleh kaum muda yang gemar musik rock-pun, musik jazz dituntut untuk berubah dan berkembang.

Para musisi muda yang bermain jazz itu mulai memainkan jenis musik baru yang disebut FUSION, suatu jenis musik jazz yang disebut bercampur rock, blues, soul, latin dan kadang dicampur etnik musik seperti ditunjukkan oleh John McLaughlin pada solo albumnya. Andil musisi legendaris Miles Davis pada kelahiran jazz fusion amat besar, sebab dialah yang mendominasi awal kemunculan jazz fusion. Coba simak album Miles Davis Bitches Brew dan In A Silent Way atau Filles de Kilimanjaro.

Fusion sama seperti aliran jazz yang lain dan merupakan suatu rangkaian anak tangga menuju dunia musik jazz yang tanpa batas, dan apabila kita sudah menginjak anak tangga fusion, kenapa kita tidak meneruskannya menapak ke atas menikmati anak tangga demi anak tangga yang masing-masing membawa jenis musik baru yang perlu untuk dikenal dan dinikmati baik untuk dimainkan ataupun didengarkan! Ibarat suatu rangkaian peralatan audio canggih, fusion adalah conector berlapis emas murni yang menghubungkan musik jazz dengan musik rock ataupun jenis musik lainnya

imageDitengah terjangan badai band-band pop, electronick, rock, metal dan hingga jazz eksperimental, band asal ibukota ini masih sanggup berdiri gagah. Ya, dia adalah band yang menamakan dirinya “Fusion Stuff” tengah memasuki usia tahun ke-4 dalam perjalanan bermusiknya. Terbentuk sejak 11 Mei 2012, Fusion Stuff berhasil menghembuskan konsep harmoni yang diusungnya melalui album debut mereka “The Battle”.

Fusion Stuff yang digawangi Krishna Siregar (keyboard), Kadek Rihardika (gitar), Franky Sadikin (bass), Damez Nababan (alto sex) dan satu-satunya personil wanita serta masih muda dan berbakat pula, Jeanne Phialsa atau akrab dengan nama Alsa (drum). Sudah menancap manis di benak para penikmat setianya lewat nomor-nomor hits seperti Little Briescha, Brian’s Dream, Means To Me, serta I Don’t Even Care.

Memasuki usia yang ke 4, akhirnya Fusion Stuff menggelar hajatan yang bisa dibilang memorable. Untuk pertamakalinya, Hard Rock Cafe kedatangan tamu dari ranah scene Fusion. Fusion Night with Fusion Stuff di Hard Rock Cafe Jakarta, Rabu, 11 Mei 2016. Di dukung oleh band You Are Alone? Dan Live At Wonderland, Krishna Siregar cs. menyuguhkan ramuan musik yang jelas akan dikenang dalam waktu panjang.

imageMenurut Krishna Siregar dedengkot Fusion Stuff, seingatnya belum ada band Fusion yang bermain di Hard Rock Cafe. Bahkan, Ia sampai browsing di Internet untuk mencari tau, adakah yang pernah memainkan Fusion. Dan ternyata belum pernah sekalipun, bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di Hard Rock Cafe yang ada di negara-negara di benua lainnya. Dan malam ini, Fusion Stuff membuat sejarah penting dengan tampil pertama kalinya di Hard Rock Cafe, tempat yang sangat populer di dunia.

Sedikit flash back, scene Fusion pernah sangat bergairah dalam kancah musik Nasional. Nama-nama seperti Krakatau, Karimata, Funk Section era awal, Emerald, Baskara 86, Black Fantasy bisa dibilang band-band yang telah membuat gelombang Fusion menggelora di era 80-an. Hadirnya Fusion Stuff di era Modern, tentu tak mungkin tanpa alasan.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan yang pernah ada ketika Fusion sangat menggelora di era 80-an. Tentunya dengan membuat album yang berkesinambungan dan penampilan panggung yang lebih sering. Tak mudah memang, tapi kami siap membuktikannya kalo kami mampu membuat musik Fusion tetap ada melalui Fusion Stuff. Next, kami akan merilis album kedua dan tur ke daerah untuk membuat musik Fusion lebih dikenal di kalangan yang lebih luas” tutupnya.

|Edo (Foto Deki/istimewa)

//)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed