by

Film Cinta Dua Kodi, Kisah Seorang Istri Menjadi Kepala Rumah Tangga!

-Movie-174 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Kisah sukses seseorang kini banyak diangkat keragam medium, baik itu melalui buku (novel) atau bahkan kedalam film. Hal ini, semata-mata unruk memberi motivasi sekaligus menjadi inspirasi atas nilai-nilai positif perjalanan serta perjuangan meraih keberhasilannya bisa turut ditangkap oleh pembaca maupun penonton. Maka tidak heran jika biografi seorang tokoh inspiratif, entah itu mengambil satu momen dari perjalanan hidupnya atau justru berusaha merangkum keseluruhannya, tak pernah berhenti dibuat oleh novelis dan juga filmmaker.

Seperti dilakukan oleh rumah produksi Inspira Picture yang mengangkat perjalanan hidup Tika Kartika, seorang perempuan tangguh dalam membangun usaha nya yang sukses demi mempertahankan kelangsungan hidup dan cinta keluarga. Tidak mudah menjadi wanita sukses dalam berbisnis, apalagi seorang muslimah. Keberanian untuk memulai sebuah bisnis baju muslim anak yang belum ia pahami sama sekali. Keputusannya menerima kenyataan pahit, bahwa suami yang selama ini menjadi teladan dan tulang punggung keluarga memutuskan untuk menjadi ayah rumah tangga.

Kisah nyata Tika yang inspiratif inilah, akhirnya Rendy Saputra dari Inspira Picture yang menggaet Avesina Soebli swbagai produser menuangkannya ke layar lebar berjudul “Cinta Dua Kodi”. Film yang menghadirkan para bintang seperti Acha Septriasa, Ario Bayu, Wulan Guritno, dan Inggrid Widjanarko ini, akan digarap oleh dua sutradara muda, dan sekaligus didampuk menjadi penulis skenarionya yakni Ali Budiyabto dan sahabatnya Bobby Prasetyo. Sedangkan, film ini akan mengawali proses syutingnya mulai 15 Maret mendatang dengan mengambil lokasi syuting di Jakarta, Bogor dan Bandung.

Film ini memiliki jalinan tentang bisnis yang justru dekat dengan masyarakat luas, khususnya dengan kaum perempuan. Intinya, film ini memberikan pertanda zaman bagaimana seorang wanita berdamai dengan aktivitasnya berikut rumah tangganya. “Hadirnya film “Cinta Dua Kodi” diharapkan bisa menjadi satu tontonan bagi keluarga yang memberikan nilai sejauh mana hubungan antara istri dan suami, antara orang tua dan anak. Kita semua pasti sepakat kalau ibu adalah guru terbesar setiap orang. Pendidik pertama dalam keluarga, ia menjadi inti keluarga, baginya tidak ada yang lebih utama dari pada suami dana anak,” ucap Rendy Sahputra selaku Eksekutif Produser di Jakarta, Sabtu (4/3).

image

Sebelumnya, kisah Tika dalam Cinta Dua Kodi ini sempat dibuat versi dokumenternya oleh sutradara muda Ali Budiyabto. Begitu juga, catatan perjalanan bisnis Tika Kartika telah pula dibukukan dengan judul “Dua Kodi Kartika” ditulis oleh Rendy Sahputra. Dan, bersamaan dengan diumumkannya produksi film layar lebarnya, diluncurkan versi novelnya yang ditulis dan diterbitkan oleh Asma Nadia. “Kisah ini menjadi sangat menarik karena masih jarang dalam khazanah cerita film Indonesia yang mengisahkan dunia bisnis lengkap dengan perjuangan hidupnya. Apalagi ini kisah nyata seseorang yang hidupnya sangat menarik untuk di filmkan,” cerita Avesina Soebli.

Sekedar catatan; Film bisa digunakan untuk banyak hal, tidak hanya menyampaikan pesan yang terkandung dalam sebuah ide, tapi juga mencatat bagaimana sejarah berjalan dan kemudian darinya penonton mempelajari sesuatu. Salah satu genre film yang bertugas melakukan poin terakhir adalah film biopik. Berbeda dengan genre film lainnya, film biopik punya tantangan yang lebih: berusaha mencocokkan realitas dengan logika fiksi yang seringkali punya keterbatasan. Akibatnya jarang sekali ada film yang benar-benar menghadirkan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Walau belakangan ada tren film biopik dibuat oleh keluarga sendiri, namun dalam menterjemahkan hasilnya tak jauh dari potret selayaknya dalam buku foto keluarga; bias dan tak merangsang pengetahuan lebih. Ketika hal itu terjadi, ingatlah bahwa film sejatinya merupakan konstruksi pemikiran yang dituangkan dalam bahasa audiovisual. Jadi pembuatnya berhak punya gagasan tersendiri tentang siapa tokoh tersebut dan bagaimana ia hendak menceritakannya kepada penonton. Bukan hanya dari segi teknis, konstruksi dramaturgi yang dibangun, termasuk juga visi dan misi yang hendak dibawanya. Ya, semoga Cinta Dua Kodi memenuhi kaidah sebuah film yang memberi tuntunan sekaligus juga tontonan.|Edo (Foto Nur Ichsan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed