by

“Buku Crisis PR”; Disajikan Dengan Pendekatan Populer & Storytelling

-Book-303 views

Urbannews | Apa yang harusnya dilakukan jika sebuah brand atau perusahaan hadapi
krisis komunikasi?. Sebuah pertanyaan yang menarik juga cukup menggelitik. Terlebih, tatkala menghadapi konflik, termasuk juga merespons krisis yang menerpa image, atau reputasi sebuah brand dan perusahaan.

Jangan khawatir. Kini, ada sebuah buku berjudul “Crisis Public Relations” yang ditulis oleh dua praktisi PR dan seorang jurnalis, mengupas tuntas pertanyaan di atas, dengan menyuguhkan contoh kasus sekaligus pemecahan atas krisis komunikasi maupun public relations.

“Buku Crisis Public Relations tak sekadar menghadirkan teori-teori komunikasi saja tapi diperkuat dengan studi kasus yang sebagian besar berangkat dari pengalaman para penulisnya,” kata Dr Firsan Nova, salah satu penulis Crisis PR, Kamis (10/12/2020), di Jakarta.

Buku setebal 428 halaman, enam chapter dengan total 16 bab. Selain ditulis oleh Firsan Nova dan Dian Agustine, praktisi PR yang banyak menangani persoalan krisis komunikasi, ada pula jurnalis dari media nasional pemegang gelar master di bidang ilmu komunikasi, Mohammad Akbar.

Hadirnya buku ini menjadi semacam oase akademis untuk melihat krisis yang muncul dari pandemi Covid-19. “Buku Crisis PR ini menjadi buku rujukan berbahasa Indonesia paling lengkap yang membahas krisis, public relations, termasuk bagaimana solusinya,” tambah Firsan Nova.

Dian Agustine mengaku sangat tertantang menuangkan pengalamannya melalui untuk menuangkan pengalamannya melalui tulisan ini, mengatakan,”Buku ini menguliti secara detail hal-hal dasar dari komunikasi publik. Semua dilengkapi dengan contoh-contoh yang relate dan sudah terjadi di sekitar kita,” jelas Dian.

Sedangkan, Akbar menambahkan kekuatan dari buku ini adalah narasi yang dihadirkan menggunakan pendekatan penulisan populer serta storytelling. Di dalam buku ini, ia juga memaparkan relasi yang terjadi antara kerja jurnalistik dan aktifitas mengembalikan reputasi serta image yang terusik akibat krisis public relations.

“Buku ini menjelaskan bagaimana sikap media dan public relations harus saling berkolaborasi secara profesional untuk mengatasi krisis. Tanpa media maka upaya memulihkan krisis sangat sulit. Begitu juga, tanpa kehadiran profesional public relations maka krisis yang muncul tidak akan bisa diatasi,” pungkas Akbar.

Buku Crisis PR ini sesungguhnya melengkapi dari buku berjudul sama yang ditulis oleh Firsan Nova pada 2009. Tambahan dalam edisi terbaru ini diantaranya membahas konflik, resolusi konflik, engangement dan pendapat mendalam dari para praktisi PR papan atas Indonesia.

Buku yang diterbitkan Nexus bekerjasama dengan NAGARU Communication, dan didukung oleh Andaf Corporations dan @2N_prnavigation. Mendapatkan 44 testimoni dari berbagai pihak, mulai dari praktisi humas pemerintah, perusahaan swasta, akademisi, polisi, jurnalis hingga pebisnis papan atas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed