Bangga, Musisi Indonesia Dipinang Astralwerks Record Amerika

Music367 Dilihat

Urbannews | Pecinta musik, bersiaplah menyambut dua single anyar yang bakal menggebrak panggung musik elektronik Tanah Air.  Pertama, ada Samrei, produser muda yang baru saja merampungkan lagu bertajuk “Show Me”. Sementara, adapula Fortebeats yang mengaransemen ulang alias meremix hits single milik Jonas Blue, “Perfect Stranger”. Kerennya, dua karya anyar ini sama-sama dirilis oleh Astralwerks Record yang bermarkas di New York, Amerika Serikat. Alhasil, Samrei dan Fortebeats punya kesempatan besar agar racikan musik mereka dapat didengar seluruh penikmat musik di berbagai penjuru dunia.

Kesempatan berkolaborasi dan merilis single di bawah naungan label besar dunia seperti Astralwerks bukan datang secara tiba-tiba. Ini adalah reward karena Samrei keluar sebagai 1st winner dan Fortebeats menjadi remix winner di ajang Electronic Music Producer Contest (EMPC) 2022 yang diinisiasi oleh Iceperience.id.

Samrei bertutur, proses pembuatan single sangat menantang karena ia menetapkan standar yang tinggi. Pasalnya, project single ini akan bersanding dengan karya-karya musisi internasional yang berada di bawah naungan Astralwerks Record.

“Saya membuat pressure ke diri sendiri karena nanti lagu ini bakal masuk ke Astralwerks bersama lagu-lagu mereka yang keren, jadi saya harus total dalam membuat karya ini. Makanya, saya membuat karya seapik mungkin. “Show Me You Miss Me” menonjolkan bagian sound design, selain itu dari segi aransemen dan komposisi juga ditambahkan elemen Disco, Funk dan Synthwave dengan berbagai fx modulasi sehingga lagu dan musiknya akan memiliki karakter yang unik,” jelas Samrei.

“Show Me” menceritakan luapan hati seseorang yang patah hati dan merindukan cinta. Kata Samrei, dirinya dan pihak Astralwerks melakukan brainstorming dengan mencoba sesuatu yang tidak biasa seperti menggabungkan lirik-lirik sedih dan melankolis dengan musik yang upbeat dan groovy. “Meskipun lirik lagunya sedang patah hati, musiknya tetap sedikit bersemangat sehingga akan asik didengar,” tambah Samrei.

Samrei punya kesan tersendiri ketika harus bekerjasama dengan label rekaman dunia sekelas Astralwerks. Sikap profesionalitas dalam melahirkan ide-ide kreatif membuat Samrei moncer dalam menggarap project ini.

“Astralwerks sangat unik, cara mereka menulis lagu, brainstorming atau bertukar ide, juga workflow yang mereka terapkan sangat efisien. Namun di tengah pekerjaan yang serius tadi, Astralwerks juga terampil menjaga session dan mood kami tetap fun. Mereka membiarkan kami berproses secara kreatif. Hal inilah yang membuat kolaborasi ini menjadi sukses. Aku bangga sekali karena sudah sempat produksi selama sekitar tujuh tahun dan akhirnya bisa merilis single di bawah nama label musik kelas dunia. Terima kasih ICEPERIENCE, terima kasih Astralwerks,” kata Samrei lagi.

Sedangkan Fortebeats, punya cerita tersendiri ketika ia meremix hits single milik Jonas Blue Perfect Stranger yang booming sekitar 6 tahun lalu. Tak ingin terjebak dengan kemegahan musik pada single kedua dari album debut Jonas Blue itu, Fortebeats lebih mengentalkan unsur house musik yang merupakan signature dan ciri khas nya selama berkarier di panggung musik elektronik. 

Perfect Stranger versi saya ini merupakan interpretasi yang tak kalah seru dari versi aslinya. Tentu versi Fortebeats mencampurkan sentuhan musik house yang sudah memiliki rekam jejak evolusi selama puluhan tahun. Saya yakin dapat memberikan yang terbaik,” Fortebeats menjelaskan.

Latar belakang Fortebeats yang berpengalaman sebagai produser rekaman dan komposer musik filmmembuatnya menggemari banyak genre musik, khususnya musik elektronik. Dari sinilah Fortebeats mempelajari teknik-teknik produksi audio yang dipakai me-remix karya musik hingga kini. Mengaransemen lagu milik Jonas Blue menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, bagi Fortebeats, Jonas Blue adalah produser musik dengan standar produksi yang tinggi.

“Saya mencari histori dan mempelajari gaya song writing Jonas Blue untuk memudahkan saya dalam mengarahkan eksplorasi elemen musik dalam proyek ini. Gaya penulisan Blue sangat kuat, catchy dan unik. Saya sangat suka dengan cara Blue menuliskan karyanya,” Fortebeats menceritakan.

Samrei dan Fortebeats adalah dua produser musik yang berhasil menyingkirkan total 339 partisipan dari tahap registration dan submission EMPC 2022. Perjuangan mereka ini tak lepas dari campur tangan juri-juri andal di jajaran produser musik dan disc jockey (DJ) bertaraf internasional seperti Jonas Blue, SIHK dan Winky Wiryawan.

Sebagai perwakilan ketiga juri tersebut, Winky Wiryawan menceritakan proses kurasi ratusan peserta di EMPC 2022 hingga menyisakan puluhan peserta. Bukan sebuah proses yang mudah menentukan partisipan yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Kalau bicara kualitas hampir semuanya punya karakter. Hanya saja belum seluruhnya matang. Misalnya di beberapa hal seperti segi pemilihan sound, bagan lagu, mixing, mastering dan nyawa lagu, ada yang belum benar-benar bagus sesuai kriteria penilaian. Untuk menentukan 20 besar saja, menurut saya sangat sulit karena banyaknya produser yang sudah matang sekali,” ujar Winky.

Alasan pemilihan Samrei dan Fortebeats menjadi jawara EMPC 2022 adalah karena keduanya memiliki kesamaan yakni berani keluar dari jalur mainstream dan menciptakan karya yang memiliki karakter kuat, berbeda dari karya-karya kebanyakan orang.

“Ketika semua produser memilih untuk membuat lagu banger dengan beat yang cepat seperti lagu-lagu anthem zaman sekarang, hanya karya Samrei yang memiliki ciri khas lagu soulful dan secara instrumental sudah matang. Sedangkan, Fortebeats me-remix lagu Jonas Blue dengan cantik dan elemen yang ditambahkan ke dalam versi lagunya membuat lagu tersebut terasa lebih mendalam. Saya pribadi menyukai karya keduanya,” cerita pria 44 tahun tersebut.

Sementara itu, Perwakilan ICEPERIENCE.ID, Sigit Diapsoputra memberikan ucapan selamat kepada para pemenang dan berharap kesuksesan di awal karier mereka ini menjadi pijakan untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar di panggung musik elektronik Indonesia serta level dunia.

“Semoga prestasi Samrei dan Fortebeats ini menjadi trigger untuk peserta yang lain agar terus berkarya sebaik-baiknya. Saya ucapkan selamat kepada para juara EMPC 2022. Kami melihat Samrei sebagai 1st Winner dan Fortebeats sebagai remix winner karena dari awal berproses, keduanya memiliki potensi yang besar untuk sukses. Di satu sisi, Samrei dinilai sebagai produser yang aktif, kreatif dan produktif. Sementara Fortebeats merupakan produser dengan segudang prestasi dan jam terbang tinggi di bidangnya,” kata Sigit.

Sigit juga mengutarakan bahwa ICEPERIENCE.ID melalui gelaran Electronic Music Producer Contest ingin terus menjaga ekosistem musik elektronik Indonesia yang berisi musisi-musisi berkualitas dan mumpuni di bidangnya agar semakin berjaya di Tanah Air. Hal itu tentu akan menjadi bekal untuk meraih karier gemilang di level yang lebih tinggi sekelas internasional.  

“Saya berharap, mendatang akan lahir produser muda Indonesia yang lain, mereka yang berani keluar dari zona nyaman dan menjadi yang terbaik di EMPC tahun ini,” tambahnya.

EMPC telah menjadi agenda rutin tahunan dari ICEPERIENCE.ID guna memfasilitasi talenta musisi elektronik yang berbakat di Tanah Air. Dengan tetap membawa semangat #localICEMovement dan mengedukasi talenta muda Indonesia dalam menghasilkan karya musik, EMPC juga selalu menjalin kerjasama dengan label-label musik internasional beserta para artis ternama.

So, nantikan kejutan-kejutan lain di EMPC! Untuk info detail tentang EMPC 2023 silakan kunjungi website di www.iceperience.id , jangan lupa follow sosial media @iceperience.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *