by

Anna Mariana dan Agus Yudhoyono Bicara Tenun dan Songket Bali

-Fashion-249 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat beraneka ragam, baik jumlahnya maupun bentuknya. Bentang alam budaya yang tercermin dari ragam suku, adat istiadat, serta seni, merupakan bentuk kongkrit dari adaptasi masyarakat terhadap lingkungan alam yang melatarinya. Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cita masyarakat.

Indonesia adalah negara terkaya dengan warisan ragam budayanya seperti tarian, musik dan juga tenunan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Kebudayaan itu bersifat superorganik, artinya kebudayaan diwariskan turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan akan hidup terus menerus meskipun anggota masyarakat silih berganti.

Jangan sampai masyarakat Indonesia lengah atau kurang mengerti arti pentingnya menjaga dan mempertahankan budaya bangsa, sehingga budaya kita sering diakui oleh bangsa lain. Untuk itu, butuh sosok pemerhati, pelestari dan penggiat yang mau peduli terjun langsung mengembangkan budayanya sendiri agar tetap kokoh ketahanannya sebagai aset budaya bangsa yang terus menjadi identitas budaya bangsa.

Anna Mariana, sosok wanita kelahiran Solo, 01 Januari 1960, mengambil peranan penting sebagai pelestari khususnya memperkenalkan Tenun dan Songket Bali. Anna yang memiliki latar belakang sebagai notaris sekaligus lawyer ini, tidak terasa perjalanan melestarikan dan mengembangkan kain khas Indonesia yang satu ini sudah ditapakinya hampir 33 tahun. Kain songket dan tenun Bali, menurut Anna mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri.

image

Menurut Anna, setiap motif dari kain tenun dan songket Bali, memiliki warna dan simbol-simbol dengan filosofi dan makna berbeda-beda. Bukan hanya itu, kombinasi yang terdapat dalam tiap helai hasil tenun memiliki makna yang dapat menujukan karakter bahkan status sosial si pemakainya. “Semakin dipandang, bisa membius pemerhati dan pecintanya. Karena seseorang yang mengenakan songket dan tenun Bali, tidak hanya memancarkan aura yang baik, tetapi juga terlihat elegan dan mempesona,” ujar Anna.

Selain itu, menurutnya kain tenun dan songket Bali mempunyai nilai jual tinggi. Semakin lama disimpan dengan perawatan yang baik dan benar, maka kain tenun akan menjadi barang langka, dan dikemudian hari akan mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Ini terjadi lantaran pembuatan kain tenun memang masih tradisional dengan cara manual atau handmade. Untuk menghasilkan tenun atau songket Bali dengan kualitas tinggi, diperlukan keuletan, kesabaran dan proses pengerjaan yang memakan waktu lama.

Anna Mariana, SH., MBA, begitu nama lengkapnya, telah mengabdikan diri separuh usianya untuk bergelut melestarikan dan memperkenalkan tenun dan songket Bali melalui rancangannya sebagai desainer bersama para pengrajin binaannya. Anna terus berbagi informasi untuk menambah wasasan seputar kain tradisi para nenek moyang bangsa Indonesia yang luhur. Anna kerapkali diundang sebagai pembicara dalam sebuah talkshow, workshop modelling atau fashion show hasil rancangannya’ baik di dalam negeri maupun di manca negara.

image

Kiprah dan keseriusan Anna disukai tenun atau songket Bali, menempatkan namanya menjadi salah satu penyandang “Ibu Tenun dan Songket” di Indonesia. Predikat inilah yang mendorong salah satu bakal calon (Balon) Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono bertandang ke Butik House of Marsya untuk tenun dan songket Bali milik Anna Mariana di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan, Kamis (15/12) siang. Kehadiran Agus di Butiknya, menurut Anna atas permintaan tim suksesnya 2 hari yang lalu disampaikan.

“Kehadiran Mas Agus tidak ada kaitannya politik, karena saya bukan orang politik. Bagi saya siapa pun yang ingin bertandang untuk mengetahui serta mempelajari lebih dalam tentang kain tenun dan songket, sangat terbuka lebar. Ini menjadi tugas dan kewajiban saya memberikan informasi dan wawasan seputar hasil rancangan yang saya geluti selama ini. Mungkin mas Agus tertarik untuk ikut mengenal lebih jauh tentang kain tradisional ini, dan ikut menjaga serta melestarikannya,” jelas Anna, saat dijumpai di Butiknya.

Sebagai Founder sekaligus desainer Butik House of Marsya, Ana Mariana memperkenalkan hasil rancangannya yang memiliki 16 varian desain kain tenun dansongket dari seluruh nusantara. Antara lain songket ranrang bali, tenun endek bali, tenun songket bali, songket ikat bali, kain ntt, songket lombok, kain tenun toraja, songket potianak, songket papua, tenun samarinda sasirangan, dan songket padang, lewat fashion show kepada Agus Harimurti Yudhoyono.

Agus yang nampak serius memperhatikan para model memperagakan busana karya Anna, mengatakan bahwa keluarganya sejak lama menyukai tenun. “Fashion show ini menunjukkan kekayaan budaya, kekayaan seni Indonesia dari generasi ke generasi. Upaya yang dilakukan Ibu Anna ini luar biasa demi melestarikan budaya songket dan kain tenun ke seluruh penjuru dunia. Dan, ini sesuai dengan program saya jika terpilih menjadi Gubernur, menjadikan Jakarta sebagai kota yang Smart, Creative and Green City,” papar Agus.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed