SWAG Event: Angka 100 Bukan Sekedar Bilangan, Tapi Sebuah Perjuangan dan Pencapaian

Music5 Dilihat

Urbannews | Bagi sebagian oràng, angka seratus mungkin hanya sekedar bilangan. Tapi, bagi kawan penggagas atau founder event musik mingguan bertajuk SWAG (Star With A Gigs), angka 100 (seratus) dimaknai sebuah pencapaian dan kesempurnaan atas kerja keras mereka membangun platform ekosistem kecil berkumpulnya para musisi (muda dan pemula, maupun yang punya nama) untuk saling berinteraksi, berbagi karya juga harapan.

“Pasti cita-citanya cuma satu, ingin menjadi wadah buat para musisi, khususnya yang sama sekali tidak pernah merasakan panggung secara live, agar mereka bisa merasakan experience langsung dihadapan penikmat musik, berhadapan dengan orang-orang yang memang ada di circle musik. Dan, gue mencoba mengaplikasikan itu semua dalam bentuk independent gigs.” ujar Rian ‘Ncek’ Kampua, salah satu founders SWAG Event di acara selebrasi 100 episodenya, Senin (25/2) di Kala di Kalijaga, Jakarta.

SWAG Event edisi Spesial ke-100 semalam, walau sempat diguyur hujan, tidak menyurutkan antusiasme para penonton untuk tetap ajeg ditempat, walau rada-rada melipir untuk berteduh sejenak. Begitu, para penampil seperti; Alvons Freedom, Burning Impact, Nineball Band, Tasha Bouslama, Albert Tanabe, Kay Sebastene, hingga Arda Hatna, Debrur Band, dan Rocker Kasarunk, kehangatan membuncah.

SWAG Event yang pada malam bahagia itu sekaligus memproklamirkan logo barunya, di dukung penuh label (Labelers), Manager Artis (Imarindo), Promotor, Jurnalis Musik (JJM), edisi Spesial ke-100 mengukuhkan keberadaannya juga semakin bersinar.

Tidak heran, SWAG Event pun melakukan ekspansi dengan hadir di Yogyakarta. “Kita sudah ada di Yogyakarta, namanya SWAG Event Jogja. Dan, kita berharap SWAG Event juga bisa ada di Bandung, Surabaya, dan kota-kota lain. Tujuanya, untuk membangun ekosistem musik yang sehat.” tukas Rian Kampua, atau yang akrab disapa ‘Ncek’.

Musik tidak hanya menjadi kumpulan nada yang dinikmati berbagai kalangan disaat santai. Musik tidak hanya menjadi seni yang dapat diapresiasi berbagai kalangan. Musik tidak hanya menjadi ungkapan perasaan hati lewat lantunan kata. Tidak hanya itu, musik bisa menjadi salah satu alat pembuktian bagi para pelakunya bahwa musik adalah separuh jiwanya. Semoga para inisiator SWAG Event tidak berpuas diri hanya pencapaian angka 100 episode, tapi terus bersenggama dengan kreasi sampai muncrat (beranakpinak & besar :red).

Foto by I Wayan Bagiartana⁩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *