by

Zealspeaks Mencoba Seperti Kupu-Kupu Terbang Tinggi Menggapai Langit

-Music-177 views

ZEALSPEAKS 2

Zealspeaks, band asal kota Bandung yang terbentuk empat tahun lalu, merilis sebuah album baru berjudul “Self Titled” yang digelar di kawasan SCBD Sudirman Jakarta, Kamis (17/2) sore. Album yang berisi 10 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia dan sisanya berbahasa Inggris. Band yang beranggotakan Danny Maretta (Vocal, Gitar), Toba Manurung (Gitar, Backing Vocal) dan Dimas Arditya (Drum). mengemasnya dengan nuansa Britt-Rock yang kental.

Tumbuh di era 90-an, selera musik mereka sangat terpengaruh oleh band-band seperti Oasis, Blur, Nirvana, Radiohead, Green Day dan band-band besar lainnya pada era yang sama. Sehingga, tidak salah jika mereka memutuskan untuk memainkan musik dari band-band yang disukainya. Bukan hanya Britt-Rock, sentuhan Blues, Pop, Shoegaze, Jazz, bahkan Disko juga mewarnai lagu-lagu mereka.

Album baru Zealspeaks, antara lain “Superior Egocentric”, “I Miight Speak so Long”, “Till the End of Day”, “U.F.O”, ‘Daydreaming”, “Pelangi Senja”, serta single pertama mereka adalah “Splitmind yang rilis pada pertengahan 2014 dan Televisi Mimpi di bulan Agustus 2015, sudah bisa dinikmati dalam bentuk digital, dapat dibeli di iTunes store dan beberapa digital store lainnya di bulan Februari 2016 ini, termasuk juga album secara fisik.

Danny Maretta (Vocal, Gitar) mengisahkan bahwa karya lagu-lagu Zealspeaks menggambarkan tentang persahabatan, ajakan untuk bangun dari mimpi, bebaskan beban pikirin sejenak, termasuk lagu yang terinspirasi dari seekor kupu-kupu yang seolah-olah mencoba terbang tinggi hingga menggapai langit, berusaha dapat hidup dan menemukan kedamaian ditempat yang ditinggi, seperti yang tertuang dalam lagu Living Love.

Zealspeaks sebagai band yang baru muncul, mengingatkan saya pada tulisan yang dibuat seorang sahabat wartawan senior dan pengamat musik dalam blog-nya. Beliau mengatakan, kehadiran band-band baru dianalogikan seperti sperma. Walau berjuta-juta bergerak menerobos barisan tanpa menghiraukan apapun seperti anak panah yang lepas dari busurnya untuk bersatu dengan sel telur dalam menghasilkan buah kehidupan baru, bisa dihitung dengan jari. Selebihnya, mati ditengah jalan karena tidak mampu bertahan.

Semoga saja, Zealspeaks mampu bertahan menjaga soliditas dan keutuhan band, tetap konsisten di jalur yang dipilih, terus berkreasi, jangan berfikir egosentris yang menjadi cikal bakal runtuhnya sebuah band untuk bertahan lama. Sehingga, kemunculannya menambah deretan band-band yang sudah ada sebelumnya di panggung hiburan tanah air. |Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed