“Wak Udin”, Jadi Debut Single Pertaruhan Good Gangster

IMG_20190828_091339

Urbannews Musik | Masih sering kita dengar, pernyataan bahwa industri musik Indonesia sedang dalam kondisi ‘meriang’. Meski begitu, potensi besar yang terbentang masih jadi magnet untuk pendatang baru atau musisi yang vakum lama untuk berkiprah. GOOD GANGSTER –salah satu band lama tenggelam—kini memilih tetap berekspresi lewat lagu. Singgel “Wak Udin” pun jadi pertaruhannya.

Bakat itu anugerah dari Tuhan. Jadi, rasanya ‘sedih’ ketika punya bakat, tapi tak tersalur dengan tepat. GOOD GANGSTER, yang di motori dua orang personil yakni Verindra (vokal/gitar), dan Yazid (vokal/drumm), beruntung punya supporter dari rekan-rekannya sesama jurnalis hiburan mendukung pilihannya bermusik. Kebetulan, Verindra padai bernyanyi, main gitar dan bikin Lagu, sedangkan Yazid selain jadi seorang jurnalis, ia pandai pula barmain drum, jadinya klop.

Singgel “Wak Udin” yang jadi debut GOOD GANGSTER di industri musik, sejatinya bukan musik dan lagu yang mudah. Eksplorasi vokal termasuk penjelajahan musikalitas yang lebar, jadi pilihannya. Dibantu Nico Veryandi —sebagai music director, lagu dengan tempo up beat itu terdengar riang dan jenaka. Apalagi, musiknya ada unsur rock dengan sentuhan funk dan hip hop.

IMG_20190828_091032

“Lagu ini sebenarnya sudah lama saya buat, sekitar tahun 2005 tapi belum sempat dirilis. Tahun ini, kami Good Gangster memutuskan untuk merilis karya musik kami bersama label SiNi Production Indonesia. Semoga lagu ini mendapat respon positif, serta bisa diterima masyarakat, terlebih khusus pecinta musik,” ujar Verindra, saat jumpa pers di Paparons Pizza Cafe, Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurut Yazid, Good Gangster asal mulanya adalah grup band bernama ILANG, yang pernah merilis satu album bertajuk “Materialistis” pada pertengahan tahun 1995 silam. Setelah ILANG bubar, dua personel grup band tersebut, yakni Verindra (Veri) dan Yazid membentuk grup band yang bernama Good Gangster. Namun sayang, mereka kembali vakum setahun setelahnya lantaran masing-masing personel memiliki kesibukan lain.

“Veri memutuskan pindah ke Bali untuk “ngamen” dari cafe ke cafe, sementara Saya sibuk dengan pekerjaan di bidang lain. Bagusnya, tak ada istilah terlambat untuk orang yang ingin berkarya, di bidang apapun itu. Baru di tahun inilah, Good Gangster membulatkan tekadnya untuk merilis karya musik. Singgel berjudul “Wak Udin” inilah kami rilis, sebagai penanda kembalinya Good Gangster ke blantika musik Tanah Air,” pungkas Yazid.

IMG_20190828_091119

Dua personel Good Gangster yang dibesarkan di Kota Medan ini pun, akhirnya menggandeng Siska Salman sebagai produser. Siska Salman adalah penyanyi sekaligus pencipta lagu yang pernah tergabung di band Cannonball, di mana karya musiknya pernah hits di era tahun 2000an. Kenekatan Siska memproduseri Good Gangster, karena materi lagunya baik musik dan liriknya berbeda dari kebanyakan di pasar indistri musik saat ini, cukup unik dan menarik.

Lagu “Wak Udin” yang terinpirasi dari lagu guyonan anak Medan, bercerita tentang seorang pria separuh baya bernama Wak Udin. Ia berasal dari desa, dan ingin menikah dengan seorang gadis kekasihnya. Wak Udin mengajak gadis tersebut menikah, namun gadis itu menolak, karena Wak Udin pengangguran, malas bekerja, egois, kerjanya cuma menunggu wariasan yang tak kunjung tiba. Sang gadis pun menghindar darinya lalu pergi ke kota. Wak Udin kecewa berat, ia pergi menyusul kekasihnya ke kota. Namun sayang, saat ditemukan, kekasihnya itu sudah gila.

Lagu Wak Udin yang mulai diputar di 100an radio per-hari ini. Selain sebagai gerbang awal masuk industri musik, singgel “Wak Udin” ini juga menjadi penghantar untuk penikmat musik Indonesia, bahwa ada sebuah kepompong bernama Good Gangster, yang siap menjadi kupu-kupu yang asyik. Rasanya ‘berdosa’ kalau kita abai menyimak singgel jagoannya. Dan kini, mari bersiaplah terhanyut bersamanya.|Edo (Foto Dudut SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*