by

Viu Female Story Festival, Mencari Penulis Cerita Berbakat!

-On Stage-340 views
image
Foto (Ki-Ka) Varun Mehta Head of Business Development VuClip, Lucky Kuswandi, Nia Dinata, Venusiana Papasi Senior vice President Consumer Marketing Telkomsel, Myra Suraryo Head of Marketing and Ad Sales Viu Indonesia, Onang Prihadi Vice President Prepaid Marketing Telkomsel

Jakarta, UrbannewsID.| Bicara soal penulis cerita, kalau kita mau jujur sebenarnya Indonesia adalah gudangnya. Cuma yang mendapat kesempatan dan muncul ke permukaan karyanya dilirik banyak orang bisa dihitung dengan jari, selebihnya terbenam dalam ruang-ruang imaji dari tempat yang tak bertempat. Bagi yang melek teknologi bisa buat blog pribadi dan menaruhnya disana, kalau yang tidak paling hanya sekedar mengisi lembaran-lembaran buku dairy.

Maka jangan heran, kerap yang kita jumpai adalah para penulis cerita yang itu-itu saja, terutama sih yang berada di dunia perfilman. Cilakanya, hampir sebagaian besar dari ratusan cerita yang dibuat atau pun diadaptasi dari novel, kerap menyajikan hal yang seragam dari sisi karakter tulisan maupun rasa. Apakah ini semangat zaman yang penuh dengan budaya instan dan kekinian, serba cepat tanpa pendalaman atau hanya sekedar kompromi terhadap selera pasar.

Bagaimana dengan para penulis yang masih terbenam dan terkungkung dalam cangkang layaknya sebuah mutiara? Jawabnya, tidak perlu berkecil hati. Kini saatnya bangkit dan unjuk diri, bahwa kalian bisa tampil bersinar atas karya kalian sendiri. Ada sebuah ruang berkspresi bagi para penulis muda berbakat di tanah air, Vuclip, perusahaan media milik PCCW dan penyedia layanan video-on-demand premium untuk pasar negara berkembang, hari ini mengumumkan Viu Female Story Festival.

Menggandeng dua nama terbaik dalam industri film Indonesia yaitu Nia Dinata dan Lucky Kuswandi. Viu Female Story Festival akan menjadi festival menulis cerita perempuan tahunan yang pertama di Indonesia, bertujuan untuk mendorong bakat muda Indonesia untuk membawa tulisan-tulisan mereka ke tingkat profesional dan membuka peluang masuk ke dalam industri film bersama dua sineas diatas. Festival terbuka untuk umum dan siapa saja, cukup mengirimkan cerita melalui www.dramabanget.com, pendaftaran dan pengumpulan karya dimulai dari 15 Maret hingga 20 April 2017.

“Sebagai expert dalam konten hiburan Asia, kami sangat gembira menggelar festival ini di Indonesia, sebagai cara dalam melibatkan pengguna kami sesuatu yang baru. Kami percaya, banyak penulis-penulis muda berbakat diluar sana yang belum memiliki kesempatan menjadi penulis profesional yang diakui, terutama penulis perempuan bercerita tentang perempuan. Untuk itu, kirim segara karya tulis mu dan jadilah yang pertama masuk dalam Original Production Viu,” jelas Myra Suraryo, Head of Marketing dan Ad Sales Viu Indonesia di Jakarta, Jumat (24/3) pagi.

Viu Female Story Festival didukung oleh Telkomsel, operator selular terbesar di Indonesia. Viu original production akan dibuat untuk satu musim yang terdiri dari 13 episode dan akan tersedia secara eksklusif di Viu yang dapat diakses melalui https://www.viu.com/id atau dengan mengunduh aplikasi Viu melalui Google Play atau Apple App Store. Informasi lebih lanjut mengenai Viu Female Story Festival dapat dilihat melalui akun sosial media resmi Viu yaitu Facebook, Twitter, Instagram, dan juga blog Viu Indonesia http://dramabanget.com/.

Nia Dinata yang dikenal sebagai sutradara film Ca Bau Kan, Arisan! dan Ini Kisah Tiga Dara, serta keterlibatannya sebagai juri di Viu Female Story Festival mengatakan, “Secara pribadi, saya sangat senang dapat menjadi bagian dalam festival ini untuk Viu, karena konsepnya sangat segar dan berbeda. Indonesia sangat kaya akan talenta, hanya saja mereka belum mendapatkan kesempatan dan ruang ekspresi mereka. Saya sangat berharap dapat segera bekerja dengan para penulis cerita berbakat di Indonesia.”

Sementara, Lucky Kuswandi sineas muda yang terkenal sebagai sutradara film Galih dan Ratna menuturkan, dari sekian banyak penulis yang ikut serta mengirimkan hasil karya tulisannya nantinya akan dipilih 5 (lima) yang terbaik. Selanjutnya, mereka akan mengikuti sesi workshop bersama untuk memperdalam teknis penulisan, bahas konten dan karakter. “Pastinya yang kami pilih nantinya mengacu pada originalitas karya, tidak streotipe apalagi saduran. Dan, paling penting untuk dicatat yaitu karya yang jujur apa adanya dan fresh!, kilah Luxky, menutup perbincangan.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed