by

Usmar Ismail Awards 2016, Sebuah Anugerah Film Sesungguhnya

-Movie-186 views

 

image

Jakarta, UrbannewsID. | Judul diatas adalah isyarat akan segera tiba dalam waktu dekat ini, sebuah ajang penghargaan bagi para insan film yang sesungguhnya, Usmar Ismail Awards (UIA) 2016. Kehadirannya bak tamu agung di tengah banyak kompetisi yang selalu melahirkan dan menyisakan kontroversi, bahkan ketidakpuasan serta reaksi negatif yang meluas dan hampir merata terutama di kalangan pekerja, penggiat, dan pemerhati film nasional.

Usmar Ismail Awards (UIA) 2016 yang diprakarsai Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI), sedikit berbeda dengan festival atau ajang penghargaan lainnya yang ada, yakni menghadirkan wartawan sebagai juri penilai. Para wartawan diberi kebebasan penuh untuk menentukan film dan para insan perfilman Indonesia yang akan menjadi nomine sesuai dengan kategori yang sudah ditentukan sebelumnya.

Oleh karena itu, kelahiran kelompok-kelompok profesi seperti wartawan atau bidang keahlian yang representatif sebagai juri, nantinya bisa memberi kontribusi penilaian dari sudut pandang yang lain namun tetap bertanggung jawab. Yang kini diperlukan dalam penjurian bukan sekadar jumlah, melainkan kompetensi. UIA sendiri nantinya akan memberi penilaian terhadap film-film nasional dari berbagai genre, untuk menghasilkan 7 (tujuh) nominasi.

Banyak kompetisi akan melahirkan persaingan yang saling memperkuat, dan bukan sebaliknya. Semakin banyak kompetisi juga akan memunculkan lebih banyak sudut pandang penilaian dan jumlah penerima penghargaan, karena setiap tahun industri film Indonesia melahirkan lebih dari satu film, aktor, dan pekerja film lain yang pantas dihargai sebagai yang terbaik.

Adisurya Abdy, Kepala Sinematek sekaligus penggagas dan penanggungjawab Usmar Ismail Award di Jakarta, menjelaskan:

Banyaknya ajang penghargaan akan lebih baik untuk perfilman Indonesia. Yang pasti, UIA merupakan ajang penghargaan independen yang diberikan kepada insan perfilman. Untuk itu, kami berkoordinasi dengan Forum Pewarta Film untuk menjadi bagian kegiatan di penjurian nanti.

Adisurya Abdy juga memastikan, proses penilaian akan dilakukan di bioskop untuk seluruh film-film yang tayang selama setahun terakhir sampai akhir Februari 2016.

Panitia UIA 2016 bekerjasama dengan stasiun televisi Trans 7 yang dalam hal ini bertindak sebagai team official, yang akan menayangkan acara awarding night pada Minggu, 3 April 2016 mendatangAdisurya menambahkan.

Sementara itu, Teguh Imam Suryadi sebagai Koordinator Forum Pewarta Film menyatakan dukungannya pada UIA. 

Dulu pernah ada ajang Best Actor & Actress PWI Jaya yang melebur ke FFI, namun akhirnya suara wartawan hilang di sana. Lalu ada Festival Film Jakarta tahun 2006-2008 yang penilaiannya juga dilakukan oleh wartawan. Semoga UIA menjadi wadah wartawan untuk memberi sumbangsih bagi perfilman Indonesia.

UIA 2016 yang menyiapkan 17 Piala ini, akan menghadirkan 20-an ikon perfilman Indonesia yang mewakili eranya masing-masing sejak tahun 1980an hingga sekarang. Beberapa nama ikon perfilman tersebut, di antaranya Dedi Sutomo, Roy Marten, Ray Sahetapi, Rio Dewanto, Vino G Bastian, Lenny Marlina, Widyawati, Nani Wijaya, Ayu Azhari, Meriam Bellina, Dian Sastrowardoyo, Prisia Nasution, dan lain-lain.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed