by

‘Untuk Ibu’, Pentas Teater Tyo Pakusadewo!

-On Stage-132 views

20181115_134630-800x607-600x455

UrbannewsID Event | Sebuah analogi menarik, bahwa keluarga di ibaratkan seperti sebuah pohon besar. Ayah adalah akarnya, ibu adalah batangnya, sementara anak-anak adalah rantingnya. Mereka tumbuh saling menguatkan, menyatu dalam satu ikatan tali yang saling menguatkan. Ranting (anak-anak) tidak akan tumbuh jika tidak ada batang, begitupun batang tidak akan berdiri tegak tanpa akar.

Tapi dari struktur pohon, batang punya peran yang sangat penting dan paling krusial sebagai penyangga ranting, daun dan mungkin buah. Ditarik kedalam tatanan sebuah keluarga, ibu sebagai batang seperti malaikat tak bersayap yang menjaga, merawat, pemberi kehidupan tanpa lelah bagi anak-anak dalam keluarga. Tidak salah, jika pengorbanan seorang ibu di apresiasi lewat ‘Hari Ibu’ yang peringati setiap tanggal 22 Desember.

Sosok ibu dengan segala macam ketokohannya inilah, menjadi inspirasi bagi aktor film Tyo Pakusadewo untuk menggelar pertunjukan teater modern berjudul “Untuk Ibu: Kasih Anak Sepanjang Jalan, Kasih Ibu Sepanjang Masa” pada hari Sabtu, 15 Desember 2018 di Teater Komunitas Salihara, Jakarta. Ide menggelar pertunjukan teater ini bukan muncul tiba-tiba, tapi sejak setahun lalu. Apalagi, setelah cobaan menerpa dirinya, ia kehilangan seorang Ibu yang amat dicintainya.

Dalam pertunjukan ‘Untuk Ibu’, Tyo mencoba menarasikan beberapa puisi dan sajak yang di visualisasikan dalam cerita teater lebih modern. Berdurasi sekitar 70 menit, dengan dua kali pertunjukan yakni mulai pukul 15.00 dan 19.00 WIB. Dan, setiap kali pertunjukan di bagi 12 babak ini, Tyo memasukan unsur musik sebagai daya tarik. “Alur cerita di babak pertama hingga pertengahan, kita bicara sosok ibu sesungguhnya. Pertengahan sampai mendekati akhir, kita bicara tentang ibu pertiwi,” pungkas Tyo, Kamis (15/11) pagi di Jakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Warna Indonesia dan BEKRAF ini didukung oleh Teater CRADDHA bersama beberapa sahabat dari Tyo Pakusadewo seperti; Reza Rahardian, Rifnu Wikana, Shelomita, Donny Damara, Chatib Basri, Aziz Arman, Patrisha Pakusadewo, Estelle Linden, Anak-Ku Choir, Jerome Gabe sebagai pianist, Yudhist sebagai gitaris dan Heidy Awuy sebagai harpist. Tyo Pakusadewo sebagai aktor yang sudah malang melintang di puluhan film yang di bintanginya, senandung yang dinarasikan menjadi pertunjukan teater ini, tujuannya agar menghargai diseluruh ibu yang ada dimuka bumi.-|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed