by

Tyranation, Album Ke-3 DeadSquad Lebih Berwarna!

-Music-176 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| DeadSquad resmi merilis album ke-3 berjudul ‘Tyranation’. Album yang memulai proses rekaman pada akhir Desember 2015 ini. Selain, Stevi Item, founder dan gitaris DeadSquad, Andyan Gorust (drummer) dan Daniel Mardhany (vokal). Album rilisan M8 Records serta di bawah naungan Musik Tanpa Batas, juga bertambah warnanya dengan hadirnya dua orang musisi yang ikut berkontribusi yaitu Alan Musyfia sebagai bassist, dan Karisk sebagai additional guitarist.

Tidak ketinggalan, Coki (ChristopherBollemeyer) yang sebelumnya hadir dalam dua album DeadSquad (HorrorVision-2009 & Profanatik-2013), juga turut berkontribusi dalam track ‘The Comfort of Retardation’ dan mengisi solo gitar di track ‘Tyranation’. Termasuk diluar para personil DeadSquad, ‘Tyranation’ melibatkan peranan beberapa
musisi terkemuka yang telah memiliki prestasi dan pencapaian yang tinggi dalam industri kreatif di tanah air.

Sujiwo Tejo hadir dalam dua lagu pembuka dan penutup album ‘Tyranation’, dengan mengolah dan menanyikan ‘mantra’ dengan nuansa Kejawen kuno. Dewa Budjana, menunjukkan kepiawaiannya sebagai salah seorang maestro jazz internasional dalam solo gitar di track ‘Apocalypse For Sale’ dengan citarasa ‘avant garde’ ala Dewa Budjana. Andra Ramadhan, sahabat perjalanan musik dari Stevi Item juga ikut
menorehkan jejak cadas dalam solo gitar di track ‘Menyangkal Sangkakala’.

Adam Vladamp, pemain bass band Koil meracik beragam background noise di album ini. Arie Dagienkz juga menyumbangkan backing vokalnya dalam akhir track ‘Menyangkal Sangkakala’. Stephan Santoso, seorang pemain gitar yang berprofesi sebagai sound engineer yang memiliki prestasi dan pengalaman dalam mengolah warna musik yang beragam, jatuh menjadi pilihan sebagai mastering engineer untuk ‘Tyranation’.

Dengan peran serta beberapa musisi non-metal, ‘Tyranation’ merupakan langkah baru dalam perjalanan musik DeadSquad untuk menunjukkan bahwa kebrutalan genre musik ‘extrememetal’ tidak mengenal batas kreatifitas dalam menghasilkan karya seni yang tetap merefleksikan jati diri sebuah band ‘technical death metal’ dari Indonesia.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed