by

Trodon, Walau Musiknya Jelimet Tetap Asyik!

-Music-66 views

TRODON 1

Jakarta, UrbannewsID. | Trodon adalah nama baru Tiamat yang lahir pada Januari 2013. Perubahan nama ini, konon katanya, nama Tiamat yang mereka usung sebelumnya sudah di pakai oleh sebuah grup death metal asal Swedia. Menurut Biondi Noya sang gitaris, dan sekaligus motor penggerak band yang kerap memainkan karya instrumental jazz rock progresif, Trodon diambil dari nama salah satu jenis dinosaurus terpintar di zaman Cretaceous, yakni Troodon.

Trodon yang digawangi Biondi Noya (gitar elektrik), Irene Pattinaya (keyboard), Nadya Romanenta (Saksofon, flute), Aprila Sitompul (bas), dan Peter Lumingkewas (drum), menyuguhkan aransemen musik instrumen tidak lazim serta struktur musik yang komplek. Karya-karya mereka yang berwatak progresif instrumental dan rada-rada jelimet ini, dipengaruhi video game maupun komputer game yang tengah digandrungi sebagian orang atau kelompok (subculture) di tengah-tengah masyarakat modern dunia.

Perkembangan kebudayaan yang satu ini, dengan sendirinya akan mempengaruhi kebudayaan popular, dan pada akhirnya akan menggandeng sejumlah sektor, khususnya dunia perfilman dan tentunya juga musik guna mengeksplorasi subculture itu sendiri. Mungkin kita masih ingat, dua film yang dipengaruhi subculture gamer lahir di Holywood, yaitu Pixels dan Hitman: Agent 47. Film ini bercerita tentang serangan alien ke bumi dengan menggunakan tokoh-tokoh game untuk mengambil alih bumi dari manusia.

Kalau sebelumnya, Lemmy Kilmister dengan suara serak khasnya sebagai pentolan band Metal Inggris legendaris –Motorhead, dibuatkan karakter nya oleh Double Fine – developer Brutal Legend. Begitu juga, kabar gembira buat para penggemar musik cadas, sekaligus penggila game. Band heavy metal legendaris berasal dari Inggris, Iron Maiden, bersiap launching game mobile dengan judul Iron Maiden: Legacy of the Beast. Game hasil kerjasama manajemen band Iron Maiden dan developer Roadhouse Interactive serta 50cc Games ini, rencananya bakal diluncurkan buat perangkat Android dan iOS pada musim panas atau periode Juni-September 2016.

Di dalam permainan ini, Eddie mulai berpetualang ke dunia baru dengan melewati batas waktu dan bertempur melawan berbagai karakter yang terdapat di cover album-album Iron Maiden. Tentu saja pertempuran bakal diiringi dengan soundtrack yang diadaptasi dari lagu-lagu Iron Maiden. Jadi para fans bisa berharap mulai bisa mendengarkan lagu-lagu populer Iron Maiden seperti Run to the Hills, The Trooper, atau Fear of the Dark sambil bertempur di dalam permainan ini.

Contoh diatas hanya sekedar ilustrasi, bahwa pemusik yang karyanya mempengaruhi atau juga dipengaruhi subculture game memang tidak banyak, tapi juga tidak sedikit. Mendengar musik Trodon yang terangkum dalam Dino and Imagination, Sabtu (20/2) malam di Salihara Jakarta, beberapa komposisi yang mereka bawakan, seperti Tyrannosaurus Rex, Highway Pluton, Tiamat, A Mynour, Cyborg Rex, Hammer, Light Bringer, memang terasa unik namun tetap asyik.

Banyak upaya dimasukkan ke dalam komposisi Trodon dalam menciptakan ilusi, petualangan dan fantasi para pendengarnya untuk memasuki dimensi baru dalam setiap cerita yang ada dikaryanya. Musiknya membuat adegan action menjadi semakin menegangkan, adegan sedih jadi semakin menyayat hati, dan adegan horor menjadi semakin menyeramkan.

Rencana Trodon kedepannya, menurut Biondi sedang mempersiapkan album fisik penuh, mengusahakan agar musik-musik Trodon lebih bisa dinikmati dan mudah diakses banyak orang, sampai ke rencana ambisius seperti mengadakan tur di beberapa kota besar di Indonesia. Sebagai grup musik yang memberi warna baru di industri musik tanah air, Trodon bisa melakukan strategi jitu seperti Iron Meiden, membuat game play sebagai bagian dari promo campign ditengah kelesuan distribusi, untuk menarik kelompok subculture gamers yang berserakan, menjadi pasar tetap yang potensial.|Edo (Foto Djajusman)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed