by

Tribute to The Rollies di HRC Jakarta, Membuka Memori Karya Abadi!

-Music-314 views

IMG_20170321_182246

Jakarta, UrbannewsID. | Walaupun lima personilnya telah berpulang Iwan Krisnawan (drummer), Deddy Stanzah (bass, vokal), Delly Djoko Alipin (keyboard, gitar, vokal), Bonnie Nurdaya (gitar, vokal) dan Bangun Sugito (vocal, trumpet, biola), tapi The Rollies yang terbentuk tahun 1967 tetap tegar dan berdiri tegak hingga kini. Alih-alih beristirahat, grup musik dengan segudang hits masih tetap eksis untuk berada dipanggung musik tanah air.

The Rollies yang kini digawangi Teungku Zulian Iskandar alias Is Rollies (saksofon), Benny Likumahua (trombone dan flute), Didiet Maruto (Masri (gitar), Nyong Anggoman (keyboard), Utje F Tekol (bass), Jimmy Manopo (drum), Gusman, dan Alfred (vokal), masih menunjukan tajinya lewat panggung ke panggung, dan bahkan pada bulan Mei 2013 The Rollies meluncurkan album baru bertajuk “Return” tepat di peringatan ulang tahun ke-46.

Band legend The Rollies yang siap memasuki usianya ke-50 di tahun ini, Indonesia Kita (I-Ki) yang dinakhodai Renny Djajoesma bersama Hard Rock Cafe Jakarta menggelar “Tribute Special to The Rollies” di acara I Like Monday, Senin (20/3) malam”. Acara pentas musik sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya para musisi Indonesia yang melegenda, serangkaian lagu-lagu hits The Rollies pun mengalun apik tanpa jeda.

Pentas musik Tribute Special to The Rollies yang dibagi dua sesi, yakni para player pertama ada Yoel (gitar), Damin Koeswoyo (gitar), Leo TM (bass), Rama Moektio (drumm) dan Esthu Pradana, mengiringi Amank Omni, Ariyo Wahab, Fierza Tuffa, dan Tommy Exentrix, menggebrak dengan deretan lagu seperti Nona, Dunia Dalam Berita, hingga Astuti membawa suasana Hard Rock Cafe menghangat dan meriah. Tidak ada satu lirik lagu yang terlewatkan, semua pengunjung yang hadir ikut bernyanyi.

IMG_20170321_182701

Berikutnya, di sesi kedua formasi pengering berubah. Mereka adalah para musisi handal yang memiliki jam terbang cukup tinggi, yakni Donny Suhendra (gitar), Krisna Prameswara (keyboard), Budhy Haryono (drumm), dan Pallo (bass), mengiringi si punya hajat Renny Djajoesman, Ermy Kulit, Jelly Tobing, Bangkit Sanjaya dan Temmy Memes. Sederet lagu pun mengalir membuka memori dan mengingatkan kembali segudang karya-karya abadi The Rollies.

Kesederhanaan notasi dan lirik lagu The Rollies yang disampaikan, selalu melekat dalam ingatan hingga saat ini seperti Kemarau, Bimbi, Burung Kecil, hingga Dansa Yo Dansa membawa para tamu ikut berdendang dan bergoyang. Bukan cuma kaeya lagunya saja, para musisinya pun pastinya sangat berkesan bagi para penonton yang hadir malam itu. Terbukti, bangku yang di sediakan terisi penuh di booking oleh Oesman Sapta Odang. Nampak yang hadir ada politisi seperti Ali Mochtar Ngabain, pakar komunikasi Effendi Gazali, Ratih Sanggarwati dan lainnya.

IMG_20170321_182352

“Alhamdulillah, acara Tribute to The Rollies berjalan lancar untuk kesekian-kalinya di gelar I-Ki. Mereka yang hadir malam ini, baik para penampil maupun penontonnya punya kenangan tersendiri terhadap The Rollies. Termasuk, saya pribadi punya kenangan yang tidak bisa dilupakan tatkala Gito Rollies bercerita bahwa dirinya bosan bicara dengan manusia. Kemudian ia mengatakan kepada saya, ingin bicara dengan mahluk lain seperti seekor burung. Maka lahirlah lagu Burung Kecil sebagai bentuk dialog Gito,” jelas Renny, sambil menyanyikan lagunya.

IMG_20170321_182431

Bukan saja Renny, Aryo Wahab yang menyanyikan dua lagu yakni Nona dan Astuti pun punya kesan tersendiri terhadap The Rollies. Menurut Ariyo, The Rollies itu bukan grup band biasa tapi ia sudah menjadi legenda yang membawa semangat perubahan melalui karya-karyanya yang sangat ekspresif. Seperti almarhum Gito Rollies, bermusik maupun bernyanyi bagi dirinya bukan hanya sekedar asal bunyi, tapi setiap nada atau syair yang keluar diekspresikan dengan benar. Makanya, malam ini saya ikut bernyanyi sebagai bentuk apresiasi dan hormat saya kepada The Rollies,” ujarnya, saat diminta komentarnya.

Renny Djajusman juga menambahkan, selain acara ini sebagai bentuk penghormatan kepada para musisi Indonesia yang menginspirasi banyak orang lewat karya-karya emas yang ever green. Tapi, acara ini juga menjadi salah satu cara I-Ki mempererat tali silaturahmi antar para musisi, dan juga para pecinta musik Indonesia. “Untuk itu, teman-teman yang hadir malam ini jungan lupa bahwa bulan depan pekan ketiga kita bisa berkumpul kembali. I-Ki bersama para musisi yang tergabung akan menampilkan atau membawakan lagu-lagu hits era 80-90’an,” ajak Renny, dari atas panggung menutup perjumpaan.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed