by

Talaga Sampireun & William Wongso, Merawat Indonesia dengan Kuliner Nusantara

20181117_203349-689x455

UrbannewsID Food | Seberapa besar anak millenial mengenal lebih dekat dan merasakan kuliner nusantara? Sebuah pertanyaan yang cukup menarik. Pasalnya, kecenderungan mereka yang terlahir di era digital, cara mengkonsumsi apalagi memasak, lebih suka yang serba instan, praktis, dan tidak mau repot. Mereka telah menjelma menjadi foodies yang tidak peduli dengan makanan negeri sendiri karena makanan internasional telah menyelimuti kehidupannya. Memang sih, kekayaan masakan nusantara telah menyingkirkan waktu dalam proses pebuatan dan penyajiannya, tetapi bila tidak dirawat, berdampak buruk bagi kuliner nusantara.

Keprihatinan inilah, menjadi konsen sekaligus komitmen Restoran Talaga Sampireun dan Bumi Sampireu, untuk memperkenalkan, menjaga, serta merawat kuliner nusantara agar dapat lebih diminati dan disukai banyak orang, terlebih generasi muda saat ini. Cara mewujudkannya, adalah bekerja sama dengan William Wongso, pakar dan duta kuliner Indonesia. “Alasan menggadeng William Wongso, karena kepakarannya serta semangat beliau yang secara konsisten tanpa lelah memperkenalkan kuliner Indonesia di seluruh benua melalui diplomasi kuliner,” jelas Carnelisia Valia, General Manager Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun, Sabtu (17/11/2018) pagi.

20181117_203650-800x493-600x370

Kehadiran William Wongso bukan sekedar advisor, tapi beliau telah menyiapkan lima menu kreasinya yakni Ayam Tangkap Aceh, Gulai Ikan Patin, Gadon (pepes daging), Dadar Pegagan dan Nasi Minyak Batanghari Daging Masak Hitam. Carnelisia Valia menambahkan, kelima kreasi William Wongso menambah deretan menu masakan nusantara restoran Talaga Sampireun yang berada di Bintaro, Ancol, dan Puri, serta juga Bumi Sampireun di Vimala Hills. “Menu-menu tersebut di atas, adalah menu yang terdapat dibuku Pak William Wongso yang mendapatkan penghargaan di Gourmand World Cookbook Awards ke-22 pada Mei 2017, lalu. Pastinya, kreasi Pak William Wongso ini menambah daftar menu restoran kami menjadi 159 kreasi menu nusantara,” pungkas Valia.

William Wongso yang menyambut baik ajakan ini, menuturkan, karena niat baik dari manajemen Talaga Sampireun untuk menyajikan cita rasa Indonesia yang mewakili daerah-daerah di nusantara dengan sajian yang otentik. “Memang sulit untuk memilih masakan-masakan Indonesia, tetapi karena permintaannya diminta lima jenis, maka saya ambil sikap prioritas makanan khas dari daerah-daerah yang lebih dikenal, misalnya Aceh, Jambi, Jawa, Melayu atau Bangka. Serta masakan khas dengan pegagan. Memang sulit jika diminta memilih masakan nusantara ini, karena semua memiliki kekhasan dan kearifan lokal yang tidak bisa diganggu gugat,” jelas William Wongso, saat memperkenalkan kreasinya.

Bicara Kuliner nusantara memang sangat menarik, karena memiliki rasa khasnya masing-masing dengan bumbu-bumbu yang beragam dan proses memasak yang unik. Indonesia yang terdiri dari 17 ribu kepulauan, 34 provinsi, membuat keragamanan makanannya tidak ada taranya di dunia. William berpendapat, jika saja kita mau menyajikan semuanya dalam satu kesempatan, sampai kapanpun tidak akan selesai. “Jadi prinsipnya, bersama Talaga Sampireun & Bumi Sampireun, saya coba kreasi menu pertama di ambil dari Aceh supaya lebih populer. Bukan masakan yang sulit tapi uniknya, yakni Ayam Tangkap. Dan, daun temurui atau salam koja itu penting untuk hal ini,” katanya.

20181117_203856

Menu kedua adalah ‘Gulai Ikan Patin’. Khusus mengenai ikan patin, William Wongso berharap lingkungan sungai-sungai di mana pun bisa terjaga dan terawat keasriannya, sehingga bisa menyajikan ikan yang terbaik. Menu berikutnya adalah ‘Gadon’, masakan khas dengan daging cincang yang cukup unik, merupakan salah satu representasi masakan Jawa. Menu selanjutnya adalah ‘Nasi Minyak Batanghari Daging Masak Hitam’. Masakan yang satu ini menurut William Wongso, cara masaknya paling kompleks dan jelimet. Dari komposisi dan proses membuatnya cukup, karena dibutuhkan 10 hingga 12 macam rempah yang tidak digiling, tapi dimasak sebagai teh rempah yang airnya untuk memasak.

20181117_203444-800x486-600x365

William Wongso juga menambahkan, selain menggunakan rempah-rempah diatas, Nasi Minyak ditambah macam-macam bahan lagi seperti nanas, tomat, minyak samin, dengan padanannya adalah daging masak hitam yang tidak menggunakan santanm. Menurutnya, ini khas di Jambi Batanghari, dimana hanya menggunakan parutan kelapa yang disangrai hingga hitam, kemudian ditumbuk hingga berminyak, seperti sejenis rendang khas dari Jambi. Menu terakhir “Dadar Pegagan”, yakni percampuran telur bebek dan daun pegagan. Daun ini kalau di Colombo atau India disebut prime food, sangat pas pakai dadar telur untuk dinikmati anak-anak.

Semua menu Kuliner Nusantara ala William Wongso yang sudah dapat dinikmati mulai 12 November kemarin di semua outlet talaga Sampireun dan Bumi Sampireun Vimala Hills. Dengan variasi harga mulai dari Rp 30.000-Rp 110.000 belum termasuk pajak dan service. Selama bulan November, pengunjung mendapatkan diskon 20% untuk semua menu Kuliner Nusantara ala William Wongso. “Kelima menu kreasi Pak William Wongso, akan terus di perkenalkan sampai 5-6 bulan kedepan nantinya. Selanjutnya, kami akan kembali mengeksplorasi ragam menu masakan nusantara lainnya bersama Pak William, yang unik dan pas untuk restoran kami,” tutup Valia.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed