by

Sosok Chrisye Dimata Ferry Mursyidan Baldan

-Figure-44 views
image
Foto Dudut SP

Jakarta, UrbannewsID. | Bulan lalu, tepatnya hari Rabu (21/9) siang, udara Jakarta nampak mendung. Cuaca seperti ini, enaknya sih leyeh-leyeh atau kongkow di warung kopi menghilangkan penat sambil dengerin musik yang asyik!. Berhubung ada undangan jumpa pers film Chrisye dari MNC Picture di Resto The Hook – Senopati, akhirnya kupacu motor bututku demi sang legenda musik pop anak negeri, pujaan hati.

Musisi legendaris Indonesia yang satu ini, memang sudah layak untuk di abadikan ke dalam ragam bentuk sebagai sebuah penghormatan atas perjuangannya di panggung hiburan tanah air karena karya-karyanya yang tetap abadi hingga kini. Baru saja merebahkan badan di kursi yang terletak teras resto setelah berhaha-hihi dengan Rizal Mantovani sang sutradara, hujan pun turun cukup deras.

Sambil menikmati irama gemericik hujan, pikiranku pun berselancar untuk mengingat kembali sosok penyanyi dan pencipta lagu-lagu ng’hits, Chrisye. Tentunya, sambil mereka-reka, bagaimana Rizal Mantovani akan memvisualkan rekam jejak sang legenda dalam kesehariannya diluar panggung, dan atau perjuangannya menembus waktu meraih popularitas sebagai seniman musik, serta perjalanan spiritualnya yang Ia lakoni.

Tiba-tiba, teriakan tukang parkir menghentikan alam imajiku terus berselancar untuk sekedar menemukan jawabannya. Titik perhatianku pun langsung berubah haluan pada sebuah sedan berwarna hitam yang berhenti persis di depanku. Ooh! Siapa gerangan ini, pikir ku. Begitu pintu mobil dibuka, hmmm…pucuk dicinta ulam pun tiba. Rasa penasaranku akan terjawab saat melihat Ferry Mursyidan Baldan mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN sekaligus Ketua Komunitas Kangen Chrisye hadir juga.

image
Foto Dok. Ferry Mursyidan Baldan

Bang Ferry yang akrab disapa dan masih tetap humble. Saat diminta komentarnya seputar pembuatan film Chrisye, penggemar berat Chrisye yang satu ini menuturkan, ini salah satu bentuk apresiasi dan kecintaan banyak orang terhadap sang legenda musik pop anak negeri, Indonesia. Beragam cara bertutur dilakukan banyak orang menempatkan sosok Chrisye dan karya-karya lagunya tetap abadi. Ada yang lewat gelaran konser, melalui tulisan dalam bentuk buku seperti yang dilakukan Komunitas Kangen Chrisye lima tahun lalu. Termasuk, bertutur lewat visual atau film layar lebar.

“Jadi, apa pun bentuknya. Termasuk kehadiran film Chrisye ini, untuk mengisi ruang kerinduan dan kekangenan para penggemar dan juga masyarakat akan sosok musisi legendaris dengan karya-karyanya. Tapi, saya sebagai fans Chrisye berharap Rizal Mantovani sebagai sutradara mampu mengemas alur cerita yang enak, menggambarkan serta menampilkan sosok Chrisye yang sederhana dan apa adanya. Ya, mudah-mudahan film ini cepat selesai, agar kita bisa nonton,” ujar Bang Ferry.

image
Foto Dok. Ferry Mursyidan Baldan

Bang Ferry juga menambahkan, kisah Chrisye yang menarik ada pada sosoknya yang sederhana dan cenderung tidak banyak bicara dalam kesehariannya atau diluar panggung, tapi terlihat enerjik saat bernyanyi diatas panggung. Sebagai musisi, kekuatan Chrisye ada pada kedalaman syair karya lagunya yang menceritakan tentang fenomena kehidupan dengan bahasa yang dalam. Maka, tidak heran jika karyanya tetap disuka dan selalu dikenang banyak orang.

“Musisi jangan pernah lelah untuk terus berkarya. Karena lewat karya yang baik, seorang musisi bisa menembus zaman, menembus generasi dan sekat-sekat kehidupan yang ada di masyarakat. Jadi, ciptakan karya yang bersejarah atau evergreen, bukan hanya yang sekali muncul kemudian hilang. Sekali lagi, kehadiran film Chrisye setidaknya mengingatkan kita dan juga masyarakat bahwa Indonesia punya musisi legendaris seperti Chrisye. Kita juga memiliki sebuah dokumentasi para legenda yang mewarnai perjalanan sejarah musik di Indonesia,” tutur Bang Ferry.

Film Chrisye yang rencananya siap dirilis awal tahun depan, tepatnya kalau tidak ada halangan pada tanggal 30 Maret 2017. Menurut Bang Ferry yang bercita-cita membuat museum musik Chisye ini, tanggal dan bulan tersebut bertepatan dengan 10 tahun kepergian Chrisye. “Ini juga menjadi moment yang sangat penting bagi saya, dan teman-teman Komunitas Kangen Chrisye untuk mempersiapkan sebuah acara mengenang Chrisye yang rutin kita lakukan. Tentunya, kita juga bersiap meluncurkan sebuah buku kedua dengan angle yang berbeda,” tutup Bang Ferry, mengakhiri perbincangan ditengah hujan yang mereda.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed