by

Siska Salman Dalam Single “Bismillah (I Pray)”

-Music-171 views

IMG_20170603_191029

Jakarta, UrbannewsID.| Setelah melepas single “Kerinduan” karya cipta Diana Geovanie, kakak dari Heru vokalis Humania, beberapa waktu lalu. Siska Salman kembali meluncurkan sebuah single berjudul “Bismillah (I Pray)“ bernafaskan religi, tepat di bulan Ramadan penuh berkah kali ini.

Kalau di lagu “Kerinduan”, Siska bertutur tentang cerita seseorang yang berpisah dengan pasangannya, namun tiba-tiba rasa rindu yang bersemayam di hati masih datang menghampiri, dan bahkan berharap suatu hari bersama kembali.

Di lagu “Bismillah (I Pray)“, Siska masih bercerita tentang seseorang, namun lebih kepada sebuah doa supaya bisa selalu berkumpul bersama keluarganya. Kehadiran lagu ini memang sangat pas mewakili perasaan orang-orang yang ingin mudik dan berkumpul dengan keluarga saat lebaran.

Sebagai komposer, Siska Salman berharap lagunya tidak hanya dinikmati saat bulan Ramadan saja. Tapi, kekuatan pesan yang terkadung di dalamnya bisa di dengar setiap saat dan kapan saja. “Saya menawarkan sesuatu yang bukan sekedar penampilan musik, tapi menarasikan kisahnya lebih dalam agar para pendengar bisa memahami pesan dari lagu tersebut,” kilahnya, di studio miliknya di kawasan Kemang, Jumat (3/6) malam.

“Bismillah (I Pray)” yang di luncurkan Siska Salman bersama label Universal Music Indonesia, menjadi koleksi lagu bernuansa religi terbaru dirinya, setelah sebelumnya sukses merilis single “Hanya Allah” (feat Nico Veryandi) di tahun 2015 & Ampuni Aku (feat Dhemas Elhadi) di tahun 2016.

Wanita mungil yang satu ini, bukanlah orang baru kiprahnya di panggung musik tanah air. Pemilik nama lengkap Siska Syahlita Salman, memulai debutnya merambah karir di jagad musik pada 2006, saat mengikuti ajang bakat Evo Reinkarnasi di salah satu stasiun televisi Indonesia.

Namanya melesat dua tahun kemudian, tatkala Siska Salman bersama band yang dibentuknya “Cannonball” mencuri perhatian publik musik lewat beberapa hits single, seperti Mengalah, Kutandai, dan Bukan Cinderella yang di produseri oleh Pay BIP & DewiQ.

Dalam perjalanan selalu ada titik kulminasi tertinggi dalam pranata kehidupan yang harus di jalani. Siska pun demikian, bukan saja harus mengarungi bahtera rumah tangga sesuai kodratnya sebagai wanita, tapi panggilan untuk berhijab menjadi bagian revolusi bersikapnya sebagai muslimah.

Perjalanan bermusiknya memang sempat berhenti wara-wari di panggung hiburan. Karena berkarya itu sudah seperti bernapas, selalu harus ada. Siska bersama sang suami, Nico Veryandi seorang arranger, tetap berada di dunia musik lewat SiNi Records Indonesia yang dibangun bersama.

Sebagai song writer, Siska melahirkan banyak karya diantaranya lagu kemenangan Indonesian Idol Junior – Kekuatan Cinta (Jojo/Rian), Kehabisan Kata – Nowela, Cinta Kita Beda – Kevin Lim feat. Nowela, Dengarkan Aku – Maria Calista, Takdir Manusia – Raffi Ahmad & Nagita Slavina, dan Terima Kasih – Mario G Klau.

Bahkan, ia melahirkan karya lagu OST film Salawaku bertajuk Imaji Sunyi yang dinyanyikan pemerannya Karina Salim, dan masuk Nominasi FFI 2016. Musik adalah pilihannya untuk mempertahankan sebuah keseimbangan. Bahkan, ada satu pernyataan yang mengatakan; musik adalah senjata terhebat yang pernah diciptakan manusia.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed