by

Setelah Tiga Tahun Vakum, Akhirnya Haddad Alwi Hadirkan Album Terbaru “Pelangi Cinta untuk Sang Nabi”

-Music-28 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Alunan lagu bernafas islami mengalun merdu dan semakin akrab di telinga. Minimal, selama di bulan Ramadan ini, lagu-lagu bertema religi selalu menghiasi khasanah musik dalam negeri yang biasanya kental dengan nuansa musik beragam genre mulai dari pop, rock, hingga dangdut.

Ramadan sering pula diidentikan dengan rezeki bagi pendendang lagu religi. Tidak heran jika beberapa tahun terakhir, musisi-musisi tanah air ramai-ramai menelurkan album bertema religi yang diluncurkan menjelang bulan suci. Memang, membuat album atau single religi di bulan Ramadan, kini bukan hal luar biasa bagi sejumlah musisi maupun label musik.

Tengok saja, publik tidak asing lagi dengan grup Bimbo yang memang sudah identik dengan musik bernafas islami. Album-album dari grup yang terdiri dari Jaka, Sam dan Acil ini selalu dikaitkan dengan musik religius. Selain Bimbo, ada pula Opick, GIGI, Ungu, grup nasyid Snada, Prass Audiensi, Wali, Fadly ‘Padi / Musikimia’, Mustafa Debu, bahkan sampai Glenn Fredly pun ikutan merilis album religi.

Dari sekian banyak pelantun lagu-lagu religi, ada satu penyanyi yang tidak boleh diabaikan selalu dengan konsisten berada di jalur musik religius, yakni Haddad Alwi. Penyanyi yang popular lewat album Cinta Rasul dan mengangkat Sulis ke panggung musik tanah air ini, setelah tiga tahun vakum kembali lagi menelurkan album terbarunya bertajuk “Pelangi Cinta untuk Sang Nabi”.

Dalam album ini Haddad tidak sendirian, ia menggandeng Fadli “Padi” yang memiliki vokal khas untuk featuring membawakan tiga lagu, yakni Demi Sang Nabi, Siapa yang Cinta Nabinya, dan Cintai Sesama. Seperti biasa pula, Haddad selalu mengajak penyanyi cilik dalam albumnya, kali ini pun, ia menggaet Nada yang memiliki vokal melankolis dengan aksen lembut, dan Shifa yang melengking tinggi dengan cengkok Melayu yang khas, sebagai the next Sulis.

“Alhamdulillah, setelah meluncurkan album terakhir tiga tahun silam, akhirnya album baru ini bisa selesai dan hadir menjelang bulan Ramadan 1437 H. Semoga lagu-lagu di album ini bisa mengobati kerinduan penggemar yang sudah lama menunggu saya kembali berkarya dan mengeluarkan album kembali,” terang Haddad Alwi dalam jumpa pers yang berlangsung di Carrefour ITC Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (14/5) silam.

Musisi kelahiran Solo yang masih konsisten dengan lirik-lirik bertema kecintaan kepada Allah dan Nabi Muhammad saw serta keteladanan akhlaknya seperti kelembutan, kasih sayang, dan sebagainya ini menegaskan, ia tak akan berhenti berkarya demi anak-anak dan remaja Indonesia . Haddad Alwi pun kembali berkarya untuk memenuhi harapan banyak penggemar setianya. Maka, Haddad mendaur ulang beberapa lagu yang terbilang paling ngetop di serial album Cinta Rasul.

Perubahan yang dilakukan Haddad hanya menambah reffrain, temponya dipercepat, serta diubah total aransemen musiknya, serta judul dan liriknya. Banyak pertimbangan yang menyebabkan harus dilakukan perubahan tersebut, antara lain karena berubahnya kultur generasi sekarang. Menurut Haddad, berbeda dengan generasi Cinta Rasul dahulu, anak-anak masa kini lebih menyukai jenis musik yang meriah dan nge-beat.

Album yang rencananya akan diproduksi dalam 3 versi, yaitu CD, VCD, dan DVD oleh PT. Sugi Surya Gemilang. Versi CD-nya sudah beredar sejak awal Mei 2016 dan bisa dibeli di seluruh cabang Carrefour terdekat. Adapun versi VCD dan DVD-nya akan menyusul kemudian. Mila Rosa, S.E, MM, selaku produser optmis, karya terbaru dari Haddad Alwy ini banyak ditunggu penggemarnya yang rindu. Apalagi momentum keluarnya album ini pas banget, jelang bulan Ramadan.

Sementara, album terbaru Haddad Alwi “Pelangi Cinta untuk Sang Nabi” yang didukung penuh oleh Carrefour untuk distribusi dan penjualannya. Satria Hamid selaku Corporate Communiation Carrefour Indonesia mengatakan,“Kami bersyukur sekali bisa bekerjasama dengan Haddad Alwi. Semoga keterlibatan Carrefour dalam mendistribusikan abum ini bisa mengobati kerinduan masyarakat khususnya penggemar setia Haddad Alwi,” kata Satria Hamid.

Sekedar catatan! Kehadiran kembali Haddad Alwi melalui lagu-lagu bertema religi yang mengurai cinta, mereflesikan keimanan yang menuntun menuju jalan keilahian, idealnya memang tidak mesti selalu dirilis pada Bulan Ramadhan saja. Kalau konsisten berdakwah lewat musik menyebar nilai-nilai religi menuju kebaikan, jika dikemas musik dan liriknya dengan baik, justru abadi dan selalu diperdengarkan kapan saja dan dimana saja, hingga puluhan tahun setelahnya.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed