by

Satu Tahun Indonesia Kita (I-Ki) Membawa Rasa Kebangsaan!

-Music-136 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Satu tahun sudah Indonesia Kita (I.Ki) berdiri tegak. Malam ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, menjadi hari bersejarah bagi komunitas para musisi dan penyanyi lintas genre ini terlahir. Renny Djajoesman selaku Ketua Umum I.Ki. menuturkan, lahirnya komunitas ini dari sebuah obrolan warung kopi yang dilakukan beberapa orang kala itu. Intinya, sebagai seniman musik ingin membangun dan menumbuhkan kembali rasa kebangsaan, keindonesiaan, serta bela negara lewat berkesenian.

image

“Obrolan yang dilakukan 4-5 orang ini, tidak jadi apa-apa jika sekedar obrolan. Harus ada langkah konkret untuk mewujudkan rasa yang sama tentang kebangsaan dan kebhinekaan yang menjadi cermin Indonesia. Jelly Tobing yang hadir saat ini, menyodorkan sebuah lagu yang diciptakannya. Tanpa pikir panjang, lagu itu langsung kami sempurnakan, saya bantu di liriknya dan Edi Kemput dengan aransemennya. Lagu berjudul “Indonesia Kita” yang langsung masuk dapur rekaman ini pun sekaligus menjadi nama komunitas kami,” jelas Renny di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (10/11) malam.

Bahkan lagu karya Jelly Tobing “Indonesia Kita” pun dijadikan Theme Song Bela Negara oleh Kementrian Pertahanan RI. Indonesia Kita (I.Ki) terus bergerak. Dari sedikit orang, anggotanya pun terus bertambah dan kini tidak kurang dari 54 orang. Serangkaian kegiatan dilakukan, mulai menelurkan album bela negara dengan judul Indoneia Kita yang semua lagu-lagunya bernafaskan spirit kecintaan kepedulian terhadap Indonesia. Termasuk serangkaian konser pun dilakukan, baik dipanggung besar maupun konser di sebuah cafe lewat acar tribute musisi legendaris.

image

Menandai satu tahun I-Ki berdiri, selain Renny Djajoesman dan kawan-kawan menggelar syukuran. I-Ki bekerjasama dengan pengelola Bentara Budaya Jakarta menggelar konser musik dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa Indonesia ini. Tak kurang sekitar 10 lagu bertema spirit kebangsaan dibawakan oleh anggota I.Ki konser tersebut, diantaranya lagu “Kebyar-Kebyar dan Merah Putih” karya Alm. Gombloh, lagu “Ibu” dan “Bung Hatt” karya Iwan Fals dan ditambah 5 (lima) lagu dari album Bela Negara Indonesia Kita.

Menurut Amiroez selaku Ketua Harian I-Ki, meski perencanaan konser ini terasa sangat singkat namun semangat kerja dari para anggota dan pengurus I.Ki yang luar biasa, sehingga kita bisa menyelesaikan tahapan demi tahapan pekerjaan secara baik. Termasuk didalamnya menggelar latihan di DSS Studio selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Dedikasi serta kecintaan para pengurus dan anggota I.Ki terhadap Negara Indonesia tercinta yang senantiasa melekat, konser ini terwujud. “Ucapan Bung Karno Jas Merah adalah benar adanya, makanya pada hari ini kita mengejawantahkan apa yang diucapkan beliau untuk tidak melupakan sejarah dengan menggelar konser peringatan Hari Pahlawan”, tambah Renny.

image

Satu tahun sudah Indonesia Kita (I.Ki) mengibarkan benderanya. Menunjukan eksistensinya lewat serangkaian aksi menyuarakan bela negara dengan caranya. Melakukan penggalangan dana melalui charity peduli untuk mereka yang membutuhkan, sampai menggelar konser dengan panggung besar sampai mini konser di cafe yang strategis. Banyak pertanyaan sekaligus juga harapan kepada Indonesia Kita (I.Ki) kedepannya. Komunitas para musisi dan penyanyi lintas generasi ini apakah sekedar guyub dengan kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas, atau sudah memiliki action plan yang terprogram lebih mumpuni dalam rangka ikut membangun semangat nasionalisme.

Kehadiran Indonesia Kita (I.Ki) ditengah masyarakat diharapkan memberi nilai lebih dan tentunya bermanfaat bagi banyak orang. I-Ki sebagai sebuah organisasi tempat berkumpulnya para seniman musik mampu menciptakan program-program untuk mengisi ruang-ruang yang tidak dan belum tersentuh negara, serta bisa menjadi trigger dalam perjalanan mencerdaskan bangsa. Sekedar catatan tali kasih dan apresiasi terhadap I-Ki, ada sebuah gagasan sederhana. Apakah ini sudah ada dalam program kedepan atau belum, I-Ki sebaiknya mulai bergerak dari pinggiran yakni kampung ke kampung.

I-Ki bukan saja sekedar menebar virus semangat tentang kebangsaan dan kebhinekaan. Tapi juga mampu mengangkat potensi masyarakat, khususnya generasi muda ke level yang lebih tinggi dan mandiri sebagai penerus masa depan. Misalkan, I-Ki ada dan hadir ditengah-tengah warga Baduy luar di kampung Kaduketuk, Banten. Melakukan konser kecil sederhana, menyatu dengan alam pedesaan yang terbuka bersama masyarakat sekitar. Belajar bersama-sama soal seni musik, baik itu soal instrumen maupun bernyanyi. Bahkan, bisa pula cara menulis lagu, puisi, cerita pendek sampai fotografi. Bendera I-Ki tidak hanya berkibar di perkotaan, tapi juga ada dipinggiran. Selamat ulang tahun dan bravo I-Ki.| Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed