by

Rahayu Kertawiguna Ajak Bareskrim Mabes Polri Berangus Para Pembajak!

-Music-101 views

IMG_20170502_144400

Jakarta, UrbannewsID.| Pembajakan karya cipta musik, ternyata tidak pernah surut dan masih terus berlangsung hingga kini. Mereka telah memiskinkan para pencipta lagu, penyanyi serta produser sebagai pemilik hak kekayaan intelektual, performer dan pemilik modal yang mati-matian berjuang di industri musik untuk tetap hidup.

Bayangkan saja, para pembajak mampu memproduksi sekitar 300 ribu keping perhari. Jika di asumsikan perkeping mengambil keuntungan Rp 1.000, maka perhari pembajak mengantongi uang haram Rp 300 juta. Bagaimana jika dihitung sebulannya, atau dalam satu tahun, sebuah angka fantastis.

Menurut data, kerugian industri musik Indonesia akibat pembajakan mencapai sekitar 10 triliun. Mereka bukan saja merugikan para pelaku yang berjuang di industri musik, tapi negara pun dirugikan karena mereka melenggang tanpa cukai atau pajak sekalipun.

Ulah para pembajak inilah, mendorong Rahayu Kertawiguna, CEO sekaligus produser Nagaswara yang paling nekat dan juga getol berjuang melawan pembajakan, melaporkan para maling hak cipta ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/5) siang.

IMG_20170502_143809

Nagaswara merasa dirugikan, pasalnya lagu penyanyi Susi Legit berjudul Buronan Mertua serta Cinta Ganjil Genap yang baru saja di rrilis, serta lagu Teloletnya Klepek2 dan Curi-Curi Curhat-nya Hesti Klepek-Klepek, sudah beredar di lapak bajakan Glodok.

Bukan Cuma itu, lagu-lagu karya AM. Hendropriyono, mantan kepala BIN dan kini menjadi ketua PAPPRI berjudul Cinta Tak Harus Memiliki yang dinyanyikan Siti Badriah feat Dellon, serta penyanyi Sherly May, tak urung dari dibajak pula.

“Nagaswara adalah label yang paling banyak artisnya, jika memiliki kue 20 % dalam market share, artinya kerugian kami kurang lebih sekitar 2 triliun. Ini sungguh keterlaluan, kami yang berdarah-darah, mereka tinggal ngeruk hasilnya,” jelas Rahayu, dengan nada marah!

IMG_0709

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/453/V/2017/Bareskrim, tanggal 2 Mei 2017, Rahayu Kertawiguna telah melaporkan dugaan Tindak Pidana Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam pasal 113 ayat (3 dan 4), atau 117 UU No. 28 tahun 2014, dilakukan oleh PT Visindo SP, PT Rajawali, PT Cipta Prima Dharma, PT Sinar Mulia Sejati, dan Cakra Perkasa Selaras.

Rahayu yang juga penggagas Gerakan Anti Pembajakan (GAP), dan telah menggulung banyak sindikat pembajak besar di tanah air. Pelaporannya ke Bareskrim yang di dampingi para artisnya ini, sebelumnya sudah melaporkan dan persetujuan lebih dulu dari Asiri maupun Pappri.

IMG_20170502_233235

Rahayu berharap, pihak kepolisian mampu bergerak cepat memutus mata rantai pembajakan dengan memberangus sumbernya. “Ketegasan penegak hukum berdasarkan undang-undang terkait, benar-benar memberi perlindungan serta menjamin hak para pelaku di industri musik,” tegas Rahayu.

Rahayu juga menambahkan, perjuangannya ini semata-mata demi memajukan industri musik di tanah air. Untuk itu, dia mengajak semua para pelaku industri musik jangan hanya menjadi penonton. Semuanya bergerak saling bahu-membahu memerangi dan memberantas segala bentuk pembajakan sampai tuntas ke akar-akarnya.|Edo (Foto Yayo)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed