by

Produser Perancis Isabelle Glachant Bergabung di Film Terbaru Mouly Surya

-Movie-77 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Produser Perancis, Isabelle Glachant dari Yisha Production bergabung dengan Cinesurya Pictures and Kaninga Pictures untuk memproduksi film terbaru dari Mouly Surya, “Marlina The Murderer in Four Acts”. Sebuah film bercerita tentang seorang janda yang memenggal seorang perampok. Ia lalu membawa kepala sang perampok dalam sebuah perjalanan metaforis dari pemberdayaan perempuan.

Isabelle Glachant pertama kali bertemu Mouly pada Maret 2015 di Jakarta, lalu diikuti oleh banyak pertemuan di festival-festival di seluruh belahan dunia, dari Busan hingga Cannes. “Kami senang bisa berkolaborasi dengan tim yang kuat dalam proyek yang menarik. Marlina The Murderer in Four Acts adalah film thriller tentang pembalasan dendam seorang perempuan yang disajikan dengan gaya Barat-Indonesia oleh seorang sutradara yang berbakat dan unik,” ujar Glachant.

Skenario film Marlina The Murderer in Four Acts adalah hasil dari kolaborasi antara Garin Nugroho dengan Mouly Surya dan Rama Adi. Film-film karya Garin Nugroho sebelumnya adalah antara lain Daun di Atas Bantal (1997) dan Serambi (2004) yang ditayangkan perdana pada bagian resmi Cannes’ Un certain Regards.

Film yang akan diproduksi di Indonesia oleh Rama Adi dan Fauzan Zidni. Beberapa pemeran yang akan membintangi film ini adalah Marsha Timothy dan Yoga Pratama. Marsha Timothy memenangkan Pemeran Wanita Terbaik pada Indonesian Movie Award 2015 atas perannya dalam Nada untuk Asa (2015) oleh Charlez Gozali, dan berperan dalam Pintu Terlarang (2009) karya Joko Anwar. Yoga Pratama mendapat penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia untuk perannya di 3 Doa 3 Cinta (2008) oleh Nurman Hakim.

Konselor Kerjasama dan Kebudayaan dari Kedutaan Besar Prancis, Marc Piton berkomentar, “Saya sangat senang dan menyambut hangat kolaborasi antara sineas Indonesia dan Perancis. Sejak 10 tahun terakhir industri sinematografi Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Sineas-sineas berbakat dari Indonesia tampil di panggung internasional, terutama di festival-festival film bergengsi. Mouly Surya salah satunya. Saya yakin kerjasama antara sineas muda berbakat Mouly Surya dan produser Prancis, Isabelle Glachant, akan menghasilkan karya yang luar biasa.”

Marlina berpartisipasi dalam 2015 Asian Project Market pada ajang Busan Film Festival dan 2016 Cinefondation L’Atelier pada Cannes Film Festival. Marlina juga terpilih sebagai salah satu penerima Next Masters Support Program pada Talents Tokyo 2015. “Kami menunggu-nunggu petualangan yang akan kami jalani dengan proyek film ini dengan tidak sabar,” ujar produser eksekutif, Willawati.

Mouly Surya memenangkan Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik pada Festival Film Indonesia untuk karya debutnya, fiksi. Film keduanya, What They Don’t Talk About When They Talk About Love, terpilih dalam Sundance Film Festival di Utah, Amerika Serikat, pada 2013. Film tersebut mendapat NETPAC Best Asian Film award pada Rotterdam IFF di tahun yang sama dan juga memenangkan Best Music pada Asia Pacific Film Festival dan Best New Director pada Las Palmas IFF.

Sementara, Isabelle Glachant memulai karirnya sebagai jurnalis untuk stasiun TV Prancis Canal + sebelum merambah ke dunia perfilman sebagai produser eksekutif Shanghai Dreams (Wang Xiaoshuai, Cannes Film Festival, Jury Prize, 2005). Sejak itu, dia berpartisipasi dalam semua film Wang Xiaoshuai, termasuk Red Amnesia (Venice Film Festival, Competition, 2014), dan telah bekerja dengan sutradara-sutradara seperti Li Yu, Lu Chuan dan Lou Ye.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed