by

Perpusnas Luncurkan Situs Aktor Kenamaan Sophan Sophiaan

-Companies-100 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Sinematek Indonesia kembali meluncurkan Situs Kepustakaan Tokoh Perfilman Indonesia. Setelah sebelumnya para tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman dibuatkan situs biografinya, kini giliran perjalanan karier aktor kenamaan Sophan Sophiaan dan seluruh karyanya terekam dalam dokumentasi khusus ke-18 yang diarsipkan dengan nama situs sophansophiaan.perfilman.perpustakaan.go.id.

Kehadiran WebsitevSophan Sophian telah melengkapi deretan 17 para tokoh perfilman sebelumnya, yakni Benyamin Sueb, Djohan Tjasmadi, Christine Hakim, Idris Sardi, Soekarno M. Noor, Pitrajaya Burnama, Mibach Yusa Biran, Sofia WD, Arifin C. Noer, Djaduk Djajakusuma, Asrul Sani, Nyak Abbas Akup, Teguh Karya, Wim Umboh, Sjumandjaja, serta dua tokoh penting perfilman Indonesia Djamaluddin Malik, dan Usmar Ismail.

Kerjasama Perpusnas dengan Sinematek yang telah terjalin selama 18 tahun. Dra Sri Sularsih, MSi, Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, dalam acara peluncuran website Sophan Shopian yang digelar di Gedung Theater Perpusnas Jakarta, Senin (15/2/2016) pagi, menjelaskan, film merupakan karya rekam hasil buah karya budaya anak bangsa yang bisa diartikan sebagai bagian dari refleksi peradaban dan kemajuan negara ini, harus dilestarikan sesuai amanat UU.

Sehingga, hasil diskusi dengan pakar film serta bekerja sama dengan Sinematek. Sophan Sophiaan yang sangat dekat dengan dunia film ini, baik karya beliau, ide, gagasan dan pemikirannya dapat dihimpun dan disebarluaskan melalui wadah bernama website. Film selain wahana hiburan, juga mempunyai pesan moral tinggi untuk masyarakat kita,” pungkas Sri, lebih lanjut.

Website Sophan Sophian yang juga memuat foto-foto dokumentasi, ada video-video testimoni dan cuplikan film-film yang ia bintanginya. Titik Kismiyati, Direktur Pusat Data Perpusnas menambahkan, bentuk situs daring adalah keniscayaan di zaman teknologi informasi saat ini. Pengemasan informasi dalam bentuk digital menjadi upaya konservasi, agar informasi bisa lebih panjang umurnya dan diketahui masyarakat luas.

Acara yang dihadiri Widyawati dan Romi Sophian sang anak, serta rekan-rekan sejawat di industri perfilman, yakni Rima Melati dan Nani Widjaja, dengan sedikit terbata-bata mengemukakan terima kasihnya kepada Perpustakaan Nasional karya-karya suaminya diabadikan.

Sangat terharu dan juga bangga. Terharu karena beliau sudah tidak ada di samping saya, dan bangga karena suami saya masih diingat hingga saat ini. Paling tidak, anak-anak muda bisa menikmati karya almarhum Sophan Sophiaan. Terima kasih sudah ada peluncuran website Sophan Sophiaan,” papar Widyawati.

Dalam kesempatan yang sama, Perpusnas juga menandatangani nota kesepahaman dengan enam lembaga dalam hal pengembangan kepustakaan. Keenam lembaga tersebut, adalah Universitas Telkom Bandung, Universitas Riau, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Litigasi Jakarta, Sekolah Tinggi Yarsi Bukittinggi Sumbar, Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat Nusantara Palembang, dan Pemerintah Kota Bogor.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed