by

Pentas Semar Gugat, Produksi Teater Koma Ke-143

ROMLI pandawafoto.com

Berjuta Semar turun ke bumi jadi Semar
Berjuta Semar dipuja lalu dibakukan
Berjuta Semar tak bisa bikin kentut lagi

Jakarta, UrbannewsID. | Setelah 20 tahun berlalu, Teater Koma yang didukung oleh Djarum Apreasiasi Budaya kembali mengangkat Semar Gugat ke panggung pertunjukan. Semar Gugat produksi ke-143 Teater Koma ini, akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru mulai hari Senin s.d. Sabtu, tanggal 3-10 Maret 2016 dari pukul 19.30 WIB, sedangkan pentas hari Minggu diadakan pukul 13.30 WIB.

Lakon Semar Gugat yang sudah dipentaskan 20 tahun lalu, kini dikemas dengan tampilan baru namun tetap memberikan sentuhan khas Teater Koma. Melalui sajian artistik yang indah dan detil serta kemampuan akting para pemainnya yang luar biasa, Teater Koma mampu menginspirasi generasi muda untuk melakukan eksplorasi dan menghasilkan karya-karya kreatif,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Lakon ini bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger. Dikarenakan, Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada sang calon suami, Arjuna. Saat pesta pernikahan nanti, Arjuna harus memotong kuncung Semar untuk dihadiahkan kepada Srikandi. Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya. Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi untuk bisa bermesraan dengan Arjuna.

Akhirnya Semar pergi ke Khayangan, meminta dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Kemudian, menjadi raja Simpang Buwana Nuranitis Asri, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tak lama, dia memutuskan untuk menantang Arjuna dan Srikandi adu sakti. Mampukah Semar menghadapi kesaktian Arjuna, Srikandi serta Betari Permoni?

Semar Gugat yang pernah dipentaskan di tahun 1995 ini, membuat sang penulis, N. Riantiarno mendapat penghargaan South East Asia Writers tahun 1998 di Thailand yang diserahkan oleh putra mahkota Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn.

Lakon Semar Gugat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Dikemas dengan kreatif sehingga menampilkan pertunjukan yang menarik dan tentunya menghibur penonton yang hadir. Kami harap pertunjukan ini akan menghibur dan penonton yang hadir memahami pesan moral yang kami sampaikan dalam lakon ini,” tutur Nano Riantiarno, sang sutradara pementasan Semar Gugat.

Panggung Teater Koma akan diramaikan oleh Budi Ros sebagai Semar, didukung oleh Dorias Pribadi, Rita Matu Mona, Emanuel Handojo, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Alex Fatahillah serta Daisy Lantang. Tidak ketinggalan pula Cornelia Agatha, Tuti Hartati Dwi, Dana Hassan, Bayu Dharmawan Saleh, Andhini Puteri Lestari, Ina Kaka, Angga Yasti, Julung Ramadan, Bangkit Sanjaya serta Rangga Riantiarno.

Teater Koma, menjadi tempat saya untuk belajar seni peran. Disini saya mendapat banyak ilmu yang dapat saya terapkan ketika saya berakting di atas panggung maupun layar televisi dan saya menikmati setiap proses kreatif dalam produksi teater,” ungkap Cornelia Agatha yang memiliki kecintaan pada teater yang berperan sebagai Permoni.

ROMLI pandawafoto.comPenataan gerak dipercayakan kepada Sentot S. yang juga menangani koreografi “Semar Gugat” tahun 1995. Tata busana digarap oleh Rima Ananda Omar. Komposisi lagu karya Idrus Madani diaransemen oleh Fero A. Stefanus. Skenografi dirancang oleh Taufan S. Chandranegara. Pengarah teknik Tinton Prianggoro berkoordinasi dengan pimpinan panggung Bayu Dharmawan Saleh. Semua dikomandoi oleh co-sutradara Ohan Adiputra dan sutradara N. Riantiarno.

Selain mendukung pertunjukan, Djarum Apresiasi Budaya juga mengajak guru, mahasiswa, dan perwakilan pekerja seni teater di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma. Program ini diharapkan memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya, sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya Teater Koma.

Untuk menyaksikan pertunjukan Semar Gugat, penonton harus merogoh kocek dengan kisaran harga, mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 350.000. Info lebih lanjut hubungi Teater Koma di 021-7359540, 021-7350460, dan 0821 22 7777 09 atau kunjungi website nya di www.teaterkoma.org.|Edo (Foto Romli pandawafoto.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed