by

Pementasan Semar Gugat, Produksi Teater Koma ke-143

ROMLI pandawafoto.com

Berjuta Semar turun ke bumi jadi Semar
Berjuta Semar dipuja lalu dibakukan
Berjuta Semar tak bisa bikin kentut lagi

Jakarta, UrbannewsID. | Melalui sajian artistik yang indah dan detil serta kemampuan akting para pemainnya yang luar biasa, Pementasan Semar Gugat produksi Teater Koma ke-143 digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru mulai hari Senin, 3 Maret hingga Sabtu, 9 Maret, dimulai pukul 19.30 WIB, sedangkan pentas hari Minggu, 10 Maret, diadakan pukul 13.30 WIB.

ROMLI pandawafoto.comLakon Semar Gugat yang sudah dipentaskan 20 tahun lalu, bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger. Dikarenakan, Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada sang calon suami, Arjuna. Saat pesta pernikahan nanti, Arjuna harus memotong kuncung Semar untuk dihadiahkan kepada Srikandi. Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya. Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi untuk bisa bermesraan dengan Arjuna.

Akhirnya Semar pergi ke Khayangan, meminta dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Kemudian, menjadi raja Simpang Buwana Nuranitis Asri, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tak lama, dia memutuskan untuk menantang Arjuna dan Srikandi adu sakti. Mampukah Semar menghadapi kesaktian Arjuna, Srikandi serta Betari Permoni?

Aksi panggung Teater Koma diramaikan oleh penampilan Budi Ros sebagai Semar, didukung oleh Dorias Pribadi, Rita Matu Mona, Emanuel Handojo, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Alex Fatahillah serta Daisy Lantang. Tidak ketinggalan pula Cornelia Agatha, Tuti Hartati Dwi, Dana Hassan, Bayu Dharmawan Saleh, Andhini Puteri Lestari, Ina Kaka, Angga Yasti, Julung Ramadan, Bangkit Sanjaya serta Rangga Riantiarno.

Lakon Semar Gugat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Dikemas dengan kreatif sehingga menampilkan pertunjukan yang menarik dan tentunya menghibur penonton yang hadir. Kami harap pertunjukan ini akan menghibur dan penonton yang hadir memahami pesan moral yang kami sampaikan dalam lakon ini,” tutur Nano Riantiarno, sang sutradara.

Sementara, Cornelia Agatha yang berperan sebagai Permoni dalam lakon ini mengatakan;

Teater Koma, menjadi tempat saya untuk belajar seni peran. Disini saya mendapat banyak ilmu yang dapat saya terapkan ketika saya berakting di atas panggung maupun layar televisi dan saya menikmati setiap proses kreatif dalam produksi teater.”

Aksi panggung Semar Gugat, penataan gerak dipercayakan kepada Sentot S. yang juga menangani koreografi “Semar Gugat” tahun 1995. Tata busana digarap oleh Rima Ananda Omar. Komposisi lagu karya Idrus Madani diaransemen oleh Fero A. Stefanus. Skenografi dirancang oleh Taufan S. Chandranegara. Pengarah teknik Tinton Prianggoro berkoordinasi dengan pimpinan panggung Bayu Dharmawan Saleh. Semua dikomandoi oleh co-sutradara Ohan Adiputra dan sutradara N. Riantiarno.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed