by

Pavilion Indonesia diluncurkan di Markthal Rotterdam

-On Stage-38 views

image

Den Haag, UrbannewsID.| Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag pada harisenin tanggal 7 november 2016 lalu, telah membuka stand Pavilion Indonesia, yang berlokasi di Markthal Rotterdam (Dominee Jan Scharpstraat 298, 3011 GZ). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Kedutaan Besar RepublikIndonesia Den Haag dengan Wah Nam Hong Supermarket dan De+ Design & Event.

Pavilion Indonesia merupakan bagian dari acara “We Love Asia – Indonesia Week” yang digagas oleh Wah Nam Hong Supermarket, yang merupakan sebuah program mingguan untuk menampilkan bermacam produk dari negaraAsia, dimana salah satunya adalah Indonesia. Kegiatan pameran ini akan berlangsung selama satu minggu dari tanggal7-13 November 2016, dimana Indonesia mengangkat tema “Culinary Adventure with Pavilion Indonesia”.

image

Kedutaan Besar Republik Indonesia mengambil bagian untuk mendukung acara ini dengan menampilkan produk-produk Indonesia sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah kepada para importir dan distributor, agar produkIndonesia dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat Belanda. Produk-produk dari Indonesia tersebut telah dipasarkanmelalui toko-toko yang tersebar di Belanda, salah satunya adalah Wah Nam Hong Supermarket.

Pavilion Indonesia bertujuan sebagai ajang promosi Indonesia, diharapkan dapat memberikan informasi kepadamasyarakat khususnya masyarakat lokal, agar lebih mengenal Indonesia khususnya beragam produk Indonesia yang telah hadir ke Belanda. Dengan ditampilkannya produk-produk Indonesia tersebut, diharapkan tercipta berbagaidemand baru, terutama dari masyarakat lokal agar menggunakan produk-produk Indonesia. Dengan demikian tidakmenutup kemungkinan bertambahnya export ke Belanda.

image

Acara ini menampilkan produk-produk Indonesia terdiri dari: Nivo Im-en Export Beverwijk B.V, Golden Child B.V, Sarinah, Amboina, Enviplast, dan Cocogreen. Semua perusahaan menampilkan produk-produk berkualitas dan sesuai standar internasional. Pemerintah Indonesia berharap dengan menghadirkan Pavilion Indonesia, akan lebih banyak masyarakat Belanda yang merasakan manfaat produk-produk berkualitas buatan Indonesia. Lebih jauh, kegiatan ini merupakan satu dukungan nyata dimana Indonesia akan terus fokus pada peningkatan perdagangan dan mengembangkan banyak produk makanan lainnya untuk masuk Eropa melalui Belanda

image

Dalam kegiatan ini, tidak hanya produk yang ditampilkan tetapi juga beberapa kreasi masakan dari beberapa chef Indonesia yang bermukim di Belanda akan diperkenalkan dan dijual di restoran Wah Nam Hong. Para chef tersebut terdiri dari Yudi Yahya (Rock Salt Chili Pepper – Brussels) – Rawon Surabaya, Fitri Chandra (Sheraton Hotel) – Mie Goreng Aceh, Hendra Subandrio (Blauw Restaurant) – Soto Betawi, dan Jimmy Lo Hamzah (Bali James) Nasi Goreng ayam dan pete.Tidak hanya kreasi para chef, selama satu minggu warung I Djaja juga menghadirkan masakan Indonesia sepertibatagor, siomay dan pempek di stand makanan “Wok To Go” yang merupakan bagian dari Wah Nam Hong Supermarket.

image

Dan untuk memeriahkan acara ini, beberapa pertunjukkan budaya yang dipersembahkan oleh Peduli Seni Indonesia, Yayasan Banjar Suka Duka, Ina Dance, Madaloka akan ditampilkan sebagai bagian untuk mengangkat promosi budaya Indonesia.Tidak sampai disitu, kegiatan temp(e)tation juga akan dilaksanakan dan akan menjadi bagian dari acara Indonesia Week ini. Temp(e)tation merupakan upaya untuk mensosialisasikan produk tempe sebagai bagian dari budayaIndonesia. Acara yang akan berlangsung pada tanggal 12 November 2016 akan menghadirkan Wida Winarno pendiridari Indonesia

Tempe Movement yang akan menerangkan dan mengajarkan lebih lanjut mengenai tempe dan upaya-upaya yang telah dilakukan agar tempe yang merupakan bagian dari budaya Indonesia dapat diakui oleh dunia. Kegiatan ini juga akan menampilkan chef-chef Indonesia yang telah melakukan upayanya untuk mengangkat tempeke tingkat internasional dimana salah satunya adalah Ari Munandar yang merupakan executive chef SasaZu di Bratislava.|Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed