by

Para Desainer Kondang Tampil di Passion of Indonesia Fashion Folk N’Vogue

-Fashion-61 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Folk’N Vogue: 100% Indonesia akan menjadi ajang satu-satunya bagi dasainer untuk menampilkan tema koleksi mereka di Passion of Indonesia Fashion yang dihelat di JCC, Senayan, Jakarta, mulai tanggal 7-11 September 2016.

image

Setelah sukses gelaran fashion Lindy Ann lewat “Tribute to Ramli” di hari pertama, Rabu (7/9). Dimana ciri khas rancangan Lindy adalah kebaya modern yang terbuat dari bahan batik, katun, sifon maupun lace yang dilengkapi dengan detail bisban, renda, lace dan juga sulaman. Berbeda dengan koleksi sebelumnya, koleksi yang ditampilkan di FolkNVogue terinspirasi dan ditujukan buat sang maestro mode Ramli.

image

Dan menariknya, ada kesamaan antara koleksi mereka, yaitu sama-sama menyukai koleksi yang bertema romantis. Batik tulis adalah satu hal yang ingin ia lestarikan. Ia pun berharap para desainer, pemda dan pemerintah dapat bekerja sama untuk melestarikan Dan memajukan industri batik Indonesia.

Selain Lindy Ann, ada juga beberapa desainer yang siap menampilkan tema koleksinya yaitu Itang Yunasz, Dana Duryatna, Sherley Rushworth, Mira Indria, serta dua artis kondang, yakni Rossa dan Luna Maya. Folk ‘n Vogue yang menghadirkan sebuah pagelaran busana secara kolosal dan marathon dalam rangkaian acara fashion show dengan partisipasi perancang busana yang telah berkomitmen dalam memajukan khasanah rancang busana asli Indonesia.

Berikutnya para desainer dengan tema koleksinya

Mira Indria

Koleksi cantiknya tidak selalu terinpirasi sesuatu yang cantik, seperti koleksi terbaru yang akan ia tampilkan terinspirasi dari film Mad Max. Dengan bertemakan Rock and Love, ia mengkombinasikan elemen kulit dengan detil 3D dan beads.

Dengan koleksinya ini, Mira ingin memberitahukan bahwa gaun itu tidak harus selalu tampil lembut, dengan memadukan kulit dan beads dapat menonjolkan identitas dan ke cantikan wanita dari sisi yang berbeda.

Itang Yunasz

Dengan mengusung konsep Java & Sumatera, Itang Yunasz menggabungkan motif batik dan motif kain tapis ke dalam koleksi terbarunya kali ini. Tidak menghilangkan kesan busana modest wear yang ringan, longgar, sejuk dan nyaman, maka ia pun menggunakan digital printing untuk mengangkat motif kain tapis ke dalam koleksinya.

Kain tapis yang berasal dari Lampung tersebut akan diberikan sedikit ornamen-ornamen di dalam motifnya dan dipadukan dengan motif batik sawunggaling dengan berbagai bunga-bunga eksotis yang ada di Indonesia.

Rossa

Sebagai penyanyi, Rossa sangat terinspirasi untuk membuat sebuah label yang dapat memberikan gaya kasual dan juga urban dengan harga yang terjangkau, sehingga terciptalah sebuah label bernama KAIN. Label KAIN yang didirikan pada Agustus 2015 lalu, merupakan label ready-to-wear yang mengusung tema 100% Indonesia. KAIN menawarkan ragam koleksi olahan dari bahan khas Indonesia yang dipercantik dengan adanya detil bordiran atau kerancang.

Label ini didirikan Rossa bersama sahabatnya, Silvya Widjaja. Mereka ingin menawarkan keindahan KAIN Indonesia dalam bentuk yang beragam. Koleksi terbaru dari KAIN, akan ditampilkan di FolkNVogue melalui ragam koleksi berbahan Ikat yang di desain sedemikian rupa sehingga para penggunanya merasa nyaman dan tetap terlihat fashionable.

Dana Duryatna

Selain pecinta motif batik, garis desain yang colorful juga merupakan salah satu ciri khas dari setiap koleksinya yang telah ia persiapkan selama dua bulan untuk FolkNVogue. Kali ini mengusung tema Chinese Style, terinspirasi dari wanita Cina yang sering memakai pakaian dengan print motif bunga, ikan, bangau maupun motif batik seperti mega mendung. Motif-motif tersebut is interpretasikan ke dalam 37 set pakaian yang akan ditampilkan oleh para model muda maupun senior.

Luna Maya

Dengan brand Luna Habit koleksinya menghadirkan kesan pembawaan diri yang riang dan juga santai menjadi salah satu komitmen yang ditawarkan oleh Luna Habit yang telah didirikan sejak April 2015 lalu.

Sophisticated, chic, simple dan edgy menjadi ciri khas lainnya dari Luna Habit. Spesialisasi dalam mengeluarkan produk untuk wanita muda yang fashionable, Luna menawarkan perpaduan yang apik antara produk-produk berkualitas terbaik dengan style yang trendy untuk seluruh customer.

Shierly Rushworth

Membuat brand sepatu LaFuga By SH. Semua sepatu ya dirancang sedemikian rupa agar jari-jari kaki pemakainya dapat bergerak dengan leluasa. Ia juga merancang agar bagian belakang sepatunya lebih powerful dan bagian depan dari sepatunya lebih flexible.

The American Orthopedic Foot and Ankle pun telah menyetujui bahwa produk sepatu dari LaFuga By SH sebagai sepatu yang aman untuk kesehatan kaki. Dengan tema “Natural Born Killer” akan dihadirkan pada FolkNVogue kali ini, ia telah menciptakan empat produk dengan komponen yang berbeda, yaitu High Heels Collections, Ankle Booths Collections, Booths Collections serta Limited Edition Collections yang akan diumumkan mendekati hari H peluncurannya dan tentunya saja akan di keluarkan dalam jumlah yang terbatas.

Faramita

Faramita Dewi dengan labelnya AMARAGITA menghadirkan koleksi baru yang diberikan judul “HOMECOMING” koleksi AMARAGITA kali ini erat sekali kaitannya dengan akulturasi budaya, yaitu perkawinan antara budaya Bharat dengan batik yang merupakan budaya asli Indonesia. Karakter budaya barat yang akan dituangkan ke dalam koleksinya kali ini adalah seni grafis yang merupakan perjalanan selama Faramita berada di Amerika dan mengangkat seputar teknologi robotik yang sedang berkembang pesan de disana.

Ia pun juga Akan mengangkat siluet yang diadaptasi dari konstruksi coat dan jacket dengan garis desain yang tidak biasa serta dipadukan dengan atasan minimalis bernuansa rebellious chic. Tidak hanya sebatas seni gratis dan siluet busana ya saja, penggunaan material turut ditampilkan dengan domination denim dan wool yang merupakan ‘staple fabric’ dunia Bharat.

|Edo (Foto Edy Bogel)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed