by

Nakedsouls Project, Mini Album Duo Sahabat!

-Music-184 views

IMG_20170327_133023

Jakarta, UrbannewsID.| Tidak bisa dipungkiri bahwa musik ibarat nutrisi, ia kerap ada dan dibutuhkan untuk memberikan energi dalam menjaga keseimbangan pikiran dan suasana hati. Ada yang lebih senang hanya mendengarkan, tapi banyak pula yang turut memainkan musik itu sendiri. Musik tidak mengenal batas usia, jenis kelamin ataupun latar belakang profesinya, karena musik merupakan refleksi dari sebuah perjalanan ragam imaji yang terkandung komposisi gagasan, pemikiran, perenungan, keprihatinan, emosi, dan gejolak jiwa.

Maka tidak heran, musik bisa dikatakan sebagai sebuah seni bercerita. Melalui musik, kebenaran dan kejujuran bisa disampaikan secara apa adanya tanpa sekat hingga bisa merasuk ke dalam hati dan pikiran. Tinggal cara mendengarkan, membaca rasa dari setiap alunan nada atau menyelami setiap kata dari syairnya untuk kemudian menginterpretasinya agar bisa berdialog dengan bahasa musik. Ragam jenis musik yang ada dan berkembang saat ini, seakan mewakili sebagian kaumnya. Dan, inilah uniknya musik!

Dengan musik pula semuanya akan menjadi lebih mudah dipertemukan, termasuk yang paling abstrak sekalipun di dunia nyata yang sulit bertemu dari jejak yang tak berjejak. Seperti dua sobat karib, Glenn Sinsoe dan Coki Sitompul setelah sekian puluh tahun berada pada pusaran waktu yang berbeda, akhirnya mereka berjumpa kembali pada titik yang sama yakni musik. Kerinduan dua sahabat ini tidak bisa dibendung, musik yang menjadi bagian dari separuh nafasnya telah membawanya bersatu kembali mengibarkan bendera Duo Alt Rock “Nakedsouls Project”.

Tepat hari ini, Minggu (26/3) malam di Foodism Kemang, Jakarta, Glenn dan Coki merilis mini album “Nakedsouls Project” secara independen. Album yang berisikan berisikan 6 nomor lagu orisinal dikemas bergaya balada akustik, rock alternative, dan 90’s rock & roll yakni “Somethings on My Mind”, “My Hero, Listen”, “You Think You Know”, “Where Do We Go”, dan satu lagu berbahasa Indonesia “Lemesin Aja”. Bahkan, lagu-lagu inipun sudah bertengger dan bisa diunduh di outlet musik digital seperti iTunes, Sportify, Deezer, Joox dan lainnya.

Kehadiran duo alt-rock, Glenn dan Coki bukan orang baru di panggung musik tanah air. Mereka berdua setali tiga uang, memiliki jam terbang cukup dan selalu wara-wiri mengisi lembaran katalog musik Indonesia. Glenn Sinsoe, vokalis, gitaris sekaligus pencipta lagu dalam album ini, serta Coki Sitompul yang piawai bermain gitar sama-sama mengawali karier di dunia musik pada dekade ’80-an. Mereka berdua sempat pula bersama Tommy Maulana dan Reza Achman membentuk band rock alternative bernama “Naked” di tahun ’90-an.

Sampai akhirnya, setelah kurang lebih 15 tahun mereka berdua bertemu kembali menggagas proyek musik bersama di akhir 2015!. Proyek mini album yang sempat bongkar pasang aransemen ini, proses rekaman akhirnya dimulai pada bulan Oktober 2016. Ketika ditanya apakah mereka serius nge’band, baik Glenn maupun Coki mengatakan bahwa ini adalah proyek album idialis mereka berdua. Mereka sadar betul diusianya yang lagi tidak muda, melahirkan sebuah album di era industri asyik nggak asyik pastinya penuh tantangan.

Untuk itu, merek tidak mau terjebak pada urusan laku nggak laku karyanya nanti. Memang terlihat agak klise, tapi tugas seorang musisi sejatinya harus tetap berkreasi dan terus berkarya. “Musik adalah sebuah seni bercerita, menyampaikan apa yang kita lihat dan rasakan lewat nada maupun lirik. Tugas kami sebagai pemusik terus berkreasi melahirkan karya, sama halnya jika seorang pelukis harus punya karya lukisannya. Soal hasil karyanya diterima atau tidak itu urasan lain, tapi sebagai seniman kita memiliki tanda bukti karya untuk diwariskan,” jelas Coki.

IMG_20170326_232357

Keseriusan mereka berdua ini, ditunjukkan lewat proses penggarapan mini albumnya. Gleen dan Coki tidak ingin main-main, untuk itu dia menggandeng Njet Barmansyah vokalis The Flower”, Rama Moektio (drummer eks ADA Band), Bato (basist eks Tabo), Didiek (basist eks Roxx), Bey Blue (keyboardist FOS), hingga musisi lainnya seperti Putri Lana (vokal), Arini Kumara (cello), Tommy Maulana (gitar), Ice Nugraha hingga Ade Ayu (backing vokal). Mini album “Nakedsouls Project” ini sendiri diproduseri oleh Glenn dibantu Okky Maleh, serta Coki Sitompul berperan menggarap sebagai music director.

Hal yang sama juga dikatakan Glenn, selain teman-teman musisi yang terlibat dalam album ini kami memberikan kebebasan tanpa harus terikat menjadi anggota tetap. Tapi keseriusan mereka berkontribusi di Nakedsouls Project, sangat luar biasa. “Seperti di nomor pembuka di album kami sebuah lagu balada yang sekaligus sebagai single jagoan “Something on My Mind”, Putri Lana dengan karakter suaranya mampu mengisi sentuhan manisnya berduet dengan saya, sehingga terasa lebih easy listening,”ucap Glenn.

Glenn menambahkan, seperti juga di nomor keduanya “My Hero”, sebuah ode penghormatan bagi mendiang musisi jazz kawakan Ireng Maulana dalam nuansa akustik. Kehadiran Arini Kumara anak almarhum praktisi pertelevisian di Indonesia, Alex Kumara, dengan cello-nya dilagu ini semakin megah membalut suara Njet Barmansyah yang memiliki karakter vokal kuat. Bukan Cuma itu, Njet sendiri pun mempersembahkan karyanya di lagu penutup dan satu-satunya yang berbahasa Indonesia “Lemesin Aja”.

Berikutnya, Listen, You Thing You Know dan Where Do We Go, Genn dan Coki menyuguhkan aroma musik yang berbeda yakni ramuan blussy, pop grunnge atau rock alernatif, dan sentuhan bunyi piano serta string section. Maka tidak heran, seperti diakui Glenn dan Coki bahwa mini album perdana yang mereka garap penuh ragam nuansa musik yang berbeda. Alasannya sederhana, musik memiliki kebebasan untuk berekspresi tanpa sekat apalagi pembatasan. Apa yang dirasakan ciptakanlah, dan sampaikan apa pun bentuk dan bunyinya.

Bicara soal musik tidak bisa lepas dari roda kehidupan si pelaku maupun penikmatnya. Ada masa dan waktu yang harus dihadapi sesuai perkembangan jamannya. Modal utama para musisi saat ini, adalah pandai membaca jaman itu sendiri. Bukan sekedar menyajikan karya yang enak di dengar sesaat, tapi sebuah karya yang memiliki rentang waktu panjang (ever green). Karya visioner yang tidak lapuk oleh jaman, tidak mati oleh keadaan. Karya musik yang bagus bukan saja enak di dengar, namun mampu menjadi catatan sejarah di katalog musik. Semoga Nakedsouls bisa!|Edo (Foto Dok: Nakedsouls Project)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed