by

Naga’s Ange7s: Viva Hari Musik, Bravo Original!

-Music-322 views

IMG_20170311_095517

Jakarta, UrbannewsID.| Nagaswara masih tetap konsisten dan bangga berada dijalur musik tanpa lelah penuh semangat, untuk terus memperjuangkan agar musik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seperti yang dilakukan pada hari ini, Jumat, 9 Maret 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Musik Nasional, Nagaswara merilis album betajuk “Naga’s Ange7s Viva Hari Musik, Bravo Original” di Tamini Square, Jakarta Timur.

Album kompilasi yang di persembahankan Nagaswara ini, merupakan hits single tujuh penyanyi dangdut solo wanita, yaitu Siti Badriah (Harapan Cinta), Hesty Klepek-Keplek (Daryono), Selvy Kitty (Takut Kamu Hilang), Neng Oshin (Cuit Cuit Witwit), Ratu Idola (Galau Ting Ting), dan Sella Selly (Quick Count Cinta). Sebagai bentuk rasa bangga untuk memajukan musik asli Indonesia tanpa henti.

Rahayu Kertawiguna, produser paling nekat yang membesarkan Nagaswara ditengah industri musik asyik (nggak) asyik yang terus digempur kelesuan dan ketidakpastian, terkenal paling getol memproklamirkan stop pembajakan dari para maling hak cipta. Maka, tidak heran CEO label Nagaswara sekaligus penggagas Gerakan Anti Pembajakan (GAP) ini, telah menggulung banyak sindikat pembajak besar di tanah air.

“Nagaswara akan terus berjuang melawan pembajakan supaya industri musik di Indonesia tidak terpuruk. Bayangkan saja, kerugian industri musik Indonesia akibat pembajakan mencapai sekitar 10 triliun. Nagaswara adalah label yang paling banyak artisnya, jika memiliki kue 20 % dalam market share, artinya kerugian kami kurang lebih sekitar 2 triliun,” jelas Rahayu, saat dijumpai launching “Naga’s Ange7s Viva Hari Musik, Bravo Original”.

Rahayu berharap, semua para pelaku industri musik jangan hanya menjadi penonton. Semuanya bergerak saling bahu-membahu memerangi dan memberantas semua bentuk pembajakan sampai tuntas ke akar-akarnya. “Saya juga berharap, produk undang-undang yang mengatur Intellectual rights dan mechanical right atau hak-hak yang terkait lainnya, benar-benar memberi perlindungan serta menjamin hak para pelaku di industri musik lewat kesungguhan para penegak hukumnya,” tegas Rahayu.

Sosok produser yang humble ini, merasa optimis suatu saat nanti musik Indonesia akan berjaya kembali. Rahayu tidak peduli apa kata orang, tentang perjuangan yang dilakoninya melawan mafia pembajakan. Seperti yang dia suarakan di launching “Naga’s Ange7s”, melalui slogan Viva Hari Musik, Bravo Original cukup sudah para pembajak itu merampas hak cipta. Acara ini sekaligus pula sebagai bentuk ajakan dan edukasi kepada masyarakat untuk mengapresiasi musik, musisi serta penyanyi idolanya dengan membeli CD album Original.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed