by

My Journey: Mencari Mata Air, Sebuah Film Yang Syarat Pendidikan dan Penuh Inspirasi

-Movie-328 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Film bertemakan alam dan lingkungan hidup berjudul My Jouney Mencari Mata Air yang digagas Ully Sigar Rusady, seorang seniman sekaligus juga aktivis lingkungan hidup dan kemanusiaan, dari sisi ide cerita sebenarnya sangat menarik. Ully ingin mengingatkan tentang sumber mata air yang sudah mencapai titik kritis keberadaannya saat ini. Hingga, upaya pelestarian hutan adalah salah satu usaha agar air dibawahnya tetap terjaga.

imageKakak kandung artis Paramitha Rusady yang telah mengabdikan diri puluhan tahun menjaga kelestarian alam nusantara, lewat medium film layar lebar yang produksi Vidi Vici Multimedia bersama Yayasan Garuda Nusantara, Ia mengajak semua orang untuk ikut serta merawat dan melestarikan keberlangsungan sumber mata air bagi kehidupan manusia, flora dan fauna (makhluk hidup) dimuka bumi ini.

Film bergenre adventure ini, mengisahkan empat orang wanita muda usia yang cantik yakni Chinta (Btari Chinta), Cindy (Cindy Celine), Tasya (Dwi Tasya) dan Celine (Celine Wahyudi) mengisi liburannya sambil menemani kawan yang beru saja datang dari New York bernama Lucas (Christopher V. Warren) menjelajah hutan belantara nusantara, demi menemukan mata air yang di yakini telah terus langka sebab berkembangnya peradaban di dunia ini.

imageMenyimak pandangan Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang hadir dalam acara special screening dan sekaligus syukuran yang digelar di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, Jumat (22/4) sore, film yang dibutuhkan untuk bangsa Indonesia saat ini adalah film yang memenuhi tiga unsur, yaitu menghibur, mendidik, dan menginspirasi.

Menurut Anies, selain film harus penuh dengan pesan-pesan dan memiliki kekuatan untuk menginspirasi penontonnya. Sebagai sebuah tontonan, film yang baik juga harus menghibur, kalau tidak orang enggan datang ke bioskop. Anies juga menambahkan, film memiliki kekuatan dan bisa mengkonstruksikan memori kita kepada sebuah peristiwa. Ini, salah satu pentingnya film yang membantu merumuskan imajinasi kita tentang Indonesia dan harapan masa depannya.

Unsur-unsur yang dipaparkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dimaksudkan agar film sebagai karya seni yang sangat berpengaruh ini dapat dengan mudah bertransformasi ke dalam pikiran dan imajinasi penontonnya agar dapat mampu berpikir, mencerna, mengubah perspektif dan cara pandang tentang sesuatu hal yang baru, serta hasilnya mampu mempengaruhi dan menggerakkan respon emosional penonton melakukan pesan yang tersirat yang ingin disampaikan.

Tapi, realitas yang ada di kepala para pembuatnya kadang tidak seiring sejalan dieksekusi dan hasil akhirnya. Sebuah cerita yang baik adalah cerita yang mampu menghubungkan cerita film dan isi pesan di dalamnya dengan penonton secara emosional. Inilah tugas utama dari seorang penulis cerita dan skenario, di mana mereka harus menciptakan dialog yang baik dengan dukungan visual sebagai penguat, termasuk karakter-karakter yang terdapat dalam sebuah cerita.

Setelah menyaksikan film My Journey: ‘Mencari Mata Air’ yang menelan budget produksi lebih kurang Rp. 3,5 M, dan didukung oleh 4 Kementerian yakni Kemenpar, Kemen PU, Kemendikbud dan Kemen KLH. Tanpa mengurangi rasa hormat dan apresiasi setinggi-tinggi untuk para penggagas dan pembuat film ini, ada beberapa catatan sederhana sperti elemen-elemen dalam alur cerita dan visualisasi dari gagasan tidak tergambar secara rinci dan jelas seperti dramaturgi, konsep visual, karakterisasi, serta pengadeganan.

Misal, karakter ke-5 tokoh utama yang konon remaja kota dalam film ini tidak di Explore lebih dalam. Sehingga bisa tergambarkan dengan jelas pengadegannya, siapa harus apa dan berbuat apa? Begitu juga, naik turunya plot atau alur naik emosi ceritanya (dramaturgi) untuk mendapatkan sensasi dramatiknya kurang terjaga alias plat. Sekali lagi, karena film layar lebar tidak hanya memiliki unsur mendidik dan menginspirasi, tapi unsur hiburan juga sangat penting sebagai sebuah tontonan, maka perlu konsentrasi dalam penggarapannya agar tidak dibilang sebagai film dokumenter.

Dari sisi sinematografi, film ini perlu diacungi jempol. Mampu menyuguhkan suasana hati dan emosional yang membantu keseluruhan film. Mengisi transisi antara adegan per adegan yang efektif dan kreatif, seperti sudut kamera, pencahayaan yang baik dan menjaga detil-detil visual lewat keindahan landscape panoramicnya. Sebagai sebuah film adventure bertemakan alam dan lingkungan hidup, My Jouney Mencari Mata Air dapat dijadikan sebagai ensiklopedia film yang mendidik dan Wahid ditonton.

Apalagi, Film My Journey telah meraih lima penghargaan dari internasional antara lain: 1. Hollywood international Moving Picture Film Festival, USA, Maret 2016 (Winner Cinematography: Fahmy J. Saad, Winner Music Score: Didit Saad, dan Winner Foreign Feature Film). 2. Official Selection, Cordoba International Film Festival, Colombia, April 2016. 3. Official Selection, Kids First Film Festival, USA, April 2016. Rencananya film ini juga akan di putar di sekolah dan desa-desa di Indonesia, bahkan menurut perwakilan dari Kemenpar, film ini juga akan tayang di 100 spot di manca negara.|Edo

Sinopsis Film My Journey: Mencari Mata Air (2016)

Film ini mengisahkan tentang perjalanan empat wanita muda yaitu Cindy (Cindy Celine), Chinta (Btari Chinta), Celine (Celine Wahyudi) dan Tasya (Dwi Tasya). Empat sekawan ini mempunyai niatan untuk menemani Lucas (Chistoper V. Warren) untuk menjelah demi mencari sumber mata air yang masih jernih dan belum dijamah oleh tangan manusia.

Mereka berlima rela untuk menjelajahi hutan rimba yang belum mereka jelajahi demi menemukan mata air. Mereka ingin menemukan mata air karena yang mana disinyalir mata air ini adalah terus menjadi langkah akibat dari peradaban dari dunia yang semakin modern. Dalam melakukan perjalanannya, mereka pada awalnya berpetualang tanpa ditemani oleh seorang penjaga.

Akhirnya ke 5 remaja tersebut memutuskan untuk menghadapi alam liar tersebut tanpa adanya sebuah pengawalan. Dari situlah mereka banyak belajar dari pengalaman yang mereka dapatkan saat menjelajahi alam liar tersebut, termasuk ketika harus berjuang mencegah kebakaran yang diakibatkan karena kelalaian para penjelajah hutan yang lainnya.

Ditengah keadaan yang kurang baik, sopir dan juga sekaligus penunjuk jalan mereka adalah seorang pria dari Flores yang bernama Heronimus (Godfred Orindeod), muncul ketika ke empat remaja tersebut membutuhkan pertolongan.

Suatu ketika saat mereka sedang melakukan perjalaan, ke 5 remaja tersebut berpapasan dengan beberapa tokoh adat di sekitar hutan belantara yang mereka lalui, yang kemudian menolong usaha mereka mencari sumber mata air tersebut.

Salah satunya yang mereka temui yaitu seorang yang bernama Ki Barja (Egy Fedly), dia merupakan warga desa yang mengabdikan diri untuk menjaga hutan, Maya dan tim nya, aktifis peneliti serangga capung yang menjadi indikator bagi kemurnian air dan pada akhirnya mereka tinggal sejenak di desa adat, bertemu dengan Neneknya Chinta yang bernam Bunda Ully (Ully Sigar Rusady) bersama relawan yang selama ini berjuang menjaga lingkungan hidup dan masyarakat adat.

Mereka semua akhirnya bersama berusaha menemukan sebuah mata air yang tetap sangatlah murni serta tidak terjamah atau belum di jamah oleh siapapun. Namun semacam yang sudah sama-sama diketahui dari awal. Menemukan mata air semacam itu sangaatlah begitu sulit. Namun pencarian mereka terobati ketika mereka hingga di suatu telaga, dimana puluhan mata air bermuara disana. Di telaga itu mereka merenungkan alangkah beratnya tantangan bagi umat insan untuk berhadapan dengan diri mereka sendiri yang serakah merusak alam serta mata air.

Dari semua yang mereka lalui saat melakukan sebuah perjalanan akhirnya mereka semua dapat sebuah pelajaran behwa setidaknya menjadi suatu awal yang baik untuk mulai mencurahkan keperdulian pada apa yang selagi ini begitu penting serta berharga bagi umat manusia, yang alam sudah berbagi dengan berkelimpahan, Mata Air.

Detail Cast dan Crew FIlm My Journey: Mencari Mata Air

Sutradara : Joko Nugroho
Eksekutif Produser : Ully Sigar Rusady
Produser : Fauzi Saad
Penulis Skenario : Joko Nugroho
Genre : Drama, Petualangan
Produksi : Vidi Vici Multimedia

Pemain FIlm My Journey: Mencari Mata Air :

Btari Chinta – Chinta
Celine Wahyudi – Celine
Cindy Celine – Cindy
Dwi Tasya – Tasya
Godfred Orindeod – Heronimus
Egy Fedly – Ki Barja
Ully Sigar Rusady – Bunda Ully
Paramitha Rusady – Maya
Christopher V. Warren – Lucas
Martina Tesela – Alina

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed