by

Merajut Kebhinnekaan di Konser Musik “Indonesia Harmoni”

-On Stage-37 views

IMG_20170316_115219

Jakarta, UrbannewsID.| Musik merupakan refleksi dari sebuah perjalanan dari jejak yang tak berjejak, karena dalam setiap komposisi terkandung gagasan, pemikiran, perenungan, keprihatinan, emosi, dan gejolak jiwa. Kemudian dituangkan menjadi sebuah syair atau hanya sekedar melodi yang mengajak pendengarnya menyelami cerita dibalik kata dan bunyi setiap nada.

Maka tidak heran, musik bisa dikatakan sebagai sebuah seni bercerita. Melalui musik, kebenaran dan kejujuran bisa disampaikan secara apa adanya tanpa sekat hingga bisa merasuk ke dalam hati dan pikiran. Dengan musik pula semuanya akan menjadi lebih mudah dipertemukan, termasuk yang paling abstrak sekalipun di dunia nyata yang sulit bertemu.

Seperti instrumen musik yang menghasilkan beragam bunyi, mampu bersanding satu sama lainnya menjadi satu komposisi yang menghasilkan harmoni yang enak didengar. Tapi, semua tergantung cara mendengarkan, membaca rasa dari setiap alunan nada dan kemudian menginterpretasinya, agar bisa berdialog dengan bahasa musik.

IMG_20170316_115709

Kekuatan dan kedigjayaan musik yang bisa menggerakan dan merubah perbedaan menjadi harmoni, seperti layaknya kepingan-kepingan mozaik alam semesta dengan keindahannya. Mendorong Tulip Cipta Kreasl bersama Kementerlan Kemarltlman dan Kementerian Pariwisata, menggelar konser musik bertajuk “Indonesia Harmoni” pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta.

Acara merangkai musik Indonesia yang pelaksanaannya sempat tertunda dua kali ini, menghadirkan Viky Sianipar sabagai music director dengan Ethnic Ensemhelnya, akan mengiringi solis terbaik Indonesia’ Once Mekel, Rlo Febrian, Gita Gutawa, Nania Idol, Rayhan “The Rising Star’, Indonesia Pusaka Children Choir, serta pernyanyi cilik paling dikagumi saat ini, Naura.

Yohana Elizabeth Hardjadinata dan Setla Budl Ace Nurdln selaku pegagas konser “Indonesia Harmoni” mengungkapkan, ditengah hiruk-pikuk kondisi politik jelang Pilkada saat ini yang membawa atmosfir keretakan keutuhan kebhinekaan. Konser musik yang digelar ini bisa menjadi potret, bagaimana cara para musisi bersikap tentang hakekat arti sebuah perbedaan yang sebenarnya.

Mereka mampu menjaga keutuhan dan kekompakan yang ada, sebagai cerminan keharmonisan dari spirit kebhinnekaan yang harus terus menerus digaungkan keseIuruh pelosok negerl. “Alhamdulillah, akhirnya pesan yang ingin kami sampaikan dalam konser ini, bagaimana kami berbeda tapi kita tetap utuh dalam keharmonisan bisa terlaksana,” ujar Budi Ace, saat dijumpai Rabu (15/3) di Grand Melia Hotel, Jakarta.

Konser Indonesia Harmoni yang akan berlangsung selama leblh kurang 120 menit. Ari Tulang yang didampuk sebagai show director, akan mengemas makna ”Kebhinnekaan Indonesia” dalam konsep pertunjukan musik yang berbeda dan baru yang pernah digarapnya. Ada dua segmen atau dua babak yang akan disuguhkan, masing-masing segmen ada kisah dan ceritanya dibalik rangkaian lagu dan nadanya.

Sementara, Viky Sianipar sebagai music director telah menyiapkan tidak kurang 16 lagu karya para komposer Indonesia, seperti Ismail Marzuki, Cornel Simanjuntak, Titiek Puspa, Koes Plus, sampai Guruh Soekarnoputra yang menjadi inspirasi memberikan kobaran semangat untuk maju dan juga menggambarkan keindahan cinta mereka terhadap Indonesia.

Viky sendiri dalam menggarap musiknya akan memadukan unsur tradisi lewat ragam instrumen nusantara berbalut musik modern. Ia mencoba mengemas dan memberikan roh dalam setiap lagu dan kemudian merangkainya menjadi satu kesatuan cerita, sehingga para penonton ikut terhanyut di dalamnya untuk terus menyaksikan dan tidak beranjak satu detik pun. “Saya ingin membawa keruang imaji penonton tentang arti keharmonisan sesungguhnya, agar mengendap dalam pikiran untuk dibawa pulang,” kilahnya.

Untuk menyaksikan konser musik Indonesia Harmoni, penyelenggara membandrol harga tiket di kisaran 800 ribu hingga 2 juta rupiah. Menurut Yohana Elizabeth Hardjadinata, dari target penonton 2.000 orang sesuai kapasitas venue yang ada, sudah 75% terjual. “Semoga saja, konser ini mendapat apresiasi masyarakat. Kita hanya ingin menampilkan wajah Indonesia yang bersahaja, sederhana, penuh dinamika dan keberagaman tapi sangat harmonis,” ujar Yohana, menutup perjumpaan.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed