by

Menutup Puncak Perayaan HUT ke-52, KFT Berkomitmen Tingkatkan Profesionalisme Anggota Untuk Bersaing di Pasar Bebas

-Movie-66 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Setelah melalukan serangkaian kegiatan lewat Pemutaran Film dan Diskusi Publik, Lomba Acting, Lawak, Cosplay serta Lomba Film Komedi yang digelar bulan Februari lalu. Organisasi Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia, hari ini, Selasa (22/3), menggelar puncak acara di ulang tahunnya ke-52 di Usmar Ismail Hall, Gedung Pusat Perfilman Haji Umar Ismail (PPHUI), Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara yang dihadiri banyak tamu undangan, antara lain Dr. Ahmad Yani Basuki, M.Si, Ketua Lembaga Sensor Film; Adisurya Abdy, Ketua Sinematek; Irwan Haji Usmar Ismail, Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar ISmail dan undangan lainnya, termasuk dari Malaysia serta para anggota KFT. Febrian Aditya SE, M Sn sebagai Ketua Umum KFT untuk masa bakti 2015-2019 dalam sambutannya, kembali menegaskan;

Di usia setengah abad lebih ini, KFT siap mengembalikan khittah perjuangannya untuk menghadapi pasar bebas MEA dengan meningkatkan kompetensi SDM perfilman nasional. Untuk itu, akhir tahun ini kami mendorong para anggota harus mengasah kemampuan dari sekarang dengan meningkatkan standar kompetensi profesi, agar bisa bersaing dengan tenaga asing dari sesama negara Asia Tenggara yang memiliki skills dan kemampuan teruji,” ujarnya.

imageFebrian juga menambahkan, tidak bisa dipungkiri persoalan sumber daya manusia (SDM) yang terkait dengan kualitas dan perkembangan perfilman di Indonesia, sampai saat ini memang merupakan persoalan yang serius. Apa yang dilakukan KFT yang memiliki tidak kurang dari 3000 anggota hari ini, lewat lembaga uji standar kompetensi ini sekaligus untuk menepis keraguan tentang rendahnya kualitas atau mutu pekerja film.

KFT Indonesia yang berdiri pada tanggal 22 Maret 1964 dan dikukuhkan Pemerintah melalui Undang-Undang No. 1/PNPS/64 tentang Pembinaan Perfilman, memang memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Saat ini, KFT Indonesia secara internal sedang giat-giatnya mengaktualisasikan keprofesionalitasan sumber daya anggotanya. Secara eksternal, KFT Indonesia bertekad meningkatkan integritas organisasi di antara organisasi profesi lainnya.

Untuk menjaga kewibawaan dan kejayaannya kembali. KFT telah membentuk satu gugus tugas yang terdiri dari 10 orang, yakni 5 anggota dari KFT, dan 5 lain dari kepolisian, hakim, pengacara, jaksa dan LSM, akan menangani aduan dan masalah serta konflik yang dialami anggotanya. Menurut Adrian, ini satu upaya perlindungan hukum sekaligus advokasi untuk anggota KFT berkenaan dengan urusan konflik atau pun maslah kontrak kesepakatan dengan pihak lain.

KFT sebagai wadah satu-satunya para pekerja film dan televisi sebagaimana apa yang dicita-citakan. Perayaan ulangvtahunnya ini, menjadi momentum penting KFT untuk tetap menjaga silaturahmi para anggotanya, memperluas jaringan keanggotaan baru dengan pendirian koordinator daerah KFT di seluruh Indonesia. KFT juga terus bebenah diri untuk tetap eksis dalam menjalin komunikasi lewat dunia virtual, yakni website atau media sosial lainnya.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed