by

Menutup Akhir Tahun 2016 Bersama Anna Mariana!

-Fashion-27 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Untuk menuliskan sesuatu yang disebut “akhir”, maka kita harus menoleh ke belakang dan melihat apa yang sudah terjadi. Ini hanya sekedar refleksi. Bukan berapa lama usia kita atau berapa kali kita menutup tahun yang lama terlewat dan memulainya dengan yang baru, melainkan bagaimana kita menjalani laku hidup.

Apakah kita termasuk orang yang disebut Alice Walker dalam novel The Color Purple sebagai orang-orang yang survive atau orang-orang yang fighting. Itu semua tergantung pilihan kita. Untuk bertahan hidup, kita memang harus memiliki harapan, gigih untuk menjadi seorang petarung dan harus pula memiliki keberanian.

Sayangnya, banyak diantara kita yang kurang percaya diri atau bahkan memilih untuk tidak memiliki harapan. Mereka membiarkan saja apa yang datang dalam hidup mereka layaknya lakon yang harus diperankan tanpa improvisasi. Ironis memang. Padahal mereka diberi kemewahan untuk memiliki harapan. Harapan yang membuat kita mempunyai arti dan semangat hidup membawa perubahan.

Sebagai makhluk spiritual, manusia bukan hanya menjalani dan membaca fakta kehidupan tapi juga memaknainya. Seperti fakta yang saya coba tulis dan lihat tatkala menginjakkan kaki memasuki Puri Ampera, rumah kediaman Dr.Hj. Anna Mariana S.H.,M.H.,MBA, tokoh pelestari sekaligus penggiat kain tenun dan songket di Indonesia, tepat di malam pergantian tahun, Sabtu, 31 Desember 2016.

image

Anna Mariana yang didampingi sang suami H. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, S.H.,M.H.,MSc. beserta anak-anak, memilih menghabiskan malam pergantian tahun dari 2016 menuju tahun 2017 berkumpul bersama para anak yatim, karabat dekat dan handai taulan. Malam itu, menjadi momen paling spesial dan indah pula bagi Anna, karena tepat di jam 00.01 adalah hari ulang tahun atau kelahirannya yakni 1 Januari, 57 tahun lalu.

Sebaris doa dipanjatkan kepada Allah Swt., serta puja puji dan bershalawat kepada junjungan Nabi Muhammad Saw yang dipandu para Ustadz yang hadir menggema di Puri Ampera, atas nikmat dan syukur yang telah diberikan. Anna yang terlihat tetap cantik, sehat dan awet muda di usia paruh bayanya ini, menunjukan sikap yang sederhana, murah senyum, ramah dan gigih sebagai wanita petarung untuk membawa perubahan.

Menurutnya, usia hanya sekedar angka-angka. Memang nampaknya bertambah, tapi sebenarnya berkurang dalam lakon hidup kodrat kita sebagai manusia. “Untuk itu, kita harus tetap bersyukur atas nikmat karuniaNya, serta mawas diri apa yang kita jalani selama ini. Malam ini, lebih tepatnya saya mencoba merefleksi perjalanan hidup. Masih banyak catatan saya yang tertunda, dan harapan yang belum terpenuhi. Semoga saja, kedepan semuanya bisa terwujudkan,” jelas Anna.

Anna yang melakoni hidup sehat dan selalu berpikir positif, atau feel good of your self sejak lama, memiliki segudang mimpi. Potensi yang dimiliki wanita enerjik ini, baik sebagai Lawyer, Master of Business serta sebagai Pembina dan Pengelola Pengrajin Tenun Kain dan Kerajinan di Indonesia, masih belum tergali semuanya. Termasuk, mempelopori kelahiran songket dan tenun Betawi yang akan menjadi heritage warga Jakarta.

image

Anna yang menghabiskan waktu separuh lebih usianya memelihara, menjaga dan mengembangkan kain tradisional nenek moyang bangsa Indonesia. Terus berevolusi tanpa henti mencari bentuk dan mengembangkan kain tradisional yang sangat luhur ini, bersama para pengrajin binaannya. Anna tidak hanya memberi umpan atas gagasannya, tapi juga memberi kail bagi mereka yang memiliki niat dan bersungguh-sungguh ingin belajar untuk berkembang bersama.

Anna sudah mempersiapkan amunisinya, baik itu ilmu atau senjata untuk melakukan perubahan bersama demi mengembangkan budaya kain Batik Betawi, serta kain tenun dan songket Betawi. Tidak hanya sampai disitu, Anna juga akan berbagi ilmu cara belajar menenun untuk para santriwati atau santriawan beberapa pesantren yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya, disaat senggang dari kegiatan mereka belajar ilmu agama.

“Ini sifatnya hanya ekstrakurikuler. Dengan memiliki Ilmu menenun, nantinya mereka bukan hanya akan pintar soal agama tapi juga berpengetahuan luas. Menenun juga melatih kesabaran, ketelitian dan semangat pantang menyerah. Selain memahami dan mencintai budaya sendiri, juga dilatih untuk mendiri. Karena keahlian menenun yang didapatnya, bisa membuka lapangan usaha dan mendatang rejeki,” ujar Anna, Ketua Yayasan Sejarah Kain Tenun Nusantara.

Melihat perjuangan serta semangat Anna Mariana mengembangkan kain tenun dan songket nusantara, membawa saya untuk menoleh dan menengok kebelakang lakon hidup yang sudah saya lakukan. Kecil hati ini rasanya, jika disandingkan dengan kiprah Anna selama 35 tahun lakon hidupnya. Anna telah memberikan inspirasi buat saya, dan juga banyak orang atas kesungguhan dan perjuangannya sebagai pelestari budaya, khususnya kain tradisional nusantara.

image

Hal ini, dirasakan pula oleh artis penyanyi Ratna Listy yang kini merambah dunia bisnis lewat usaha di bidang kecantikan, dan juga resto bebek jumbo. Ratna Listy yang hadir malam itu, dan sempat pula melantunkan beberapa lagu lewat suara merdunya yang dia persembahkan buat Anna yang berulang tahun, menuturkan, bahwa Ibu Anna yang terlihat cantik di usianya, telah memberi enerji dan inspirasi atas kegigihannya mengangkat serta semangat melestarikan akar budaya leluhur yakni kain tenun tradisional bagi dirinya.

“Saya berharap, kiprah dan samangat Ibu Anna sebagai pelestari mendapat dukungan serta apresiasi yang tinggi dari Pemerintah. Saya melihat sosok Ibu Anna sebagai pejuang budaya masa kini, maka wajib wanita visioner yang ingin membawa perubahan mendapat ruang dan dukungan penuh semua pihak, demi tercapai cita-citanya dalam perjalanan mencerdaskan serta kemandirian bangsa,” tambah Ratna Listy.

Kodratnya sebagai istri dan juga ibu dari anak-anaknya, sesibuk apa pun Anna masih menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga. Meluangkan waktunya untuk hangout bareng, menikmati suasana yang beda. Tulisan ini hanya sekedar catatan inspirasi saya menutup akhir tahun bersama Anna Mariana. Kalender yang penuh gambar dan angka-angka yang menempel di dinding masih tetap sama, yang berubah hanya waktu lakon hidup jika kita ingin merubahnya. Selamat ulang tahun mba Anna!.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed