by

Menguak Sisi Lain Afgansyah Reza Dalam Album Terbarunya “Sides”

-Music-23 views

imageJakarta, UrbannewsID. | Sebuah karya rekaman istimewa menandai delapan tahun perjalanan karir Afgansyah Reza – atau yang akrab disapa AFGAN – dalam industri musik Tanah Air, sejak merilis “Confession No.1” (2008) yang melejitkan single “Terima Kasih Cinta”. Bulan Agustus 2016 ini, penyanyi berkarakter vokal khas tersebut merilis album bertajuk “SIDES” di bawah payung Trinity Optima Production.

Album “Sides” ini menunjukkan sisi lain seorang Afgan. Penggambaran tentang apa yang ia rasakan seiring dengan keberadaan sepuluh dari tiga belas lagu dalam album ini yang tak lain merupakan buah hasil pemikirannya sendiri. Talenta emas Afgan kembali tertuang di album ini. Menghadirkan genre pop, soul, R&B, electronic dance, blues, dan orkestra, dengan percak-percik kejutan di sana-sini, album ini terasa spesial.

Bisa dibilang, “SIDES“ merupakan karya ambisius Afgan. Selain pengolahan mastering dilakukan di Amerika Serikat, tepatnya oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, TN. Afgan juga bahkan secara khusus meluangkan waktu untuk melakukan workshop dalam penggarapan lagu-lagu serta musiknya. Termasuk ketika mengolah lirik dan aransemen untuk “Count On Me”, “Thinkin’ About” dan “Brand New Day” yang dikerjakannya bersama produser idolanya, Mark Hill.

Yuk! Kita simak sisi lain daya tarik album “SIDES” trek demi trek:

1. “Rollercoaster”
Lagu yang tepat sebagai menu pembuka album. Seperti judulnya, entakan musiknya meluncur deras, namun dengan groovy yang tertakar, dan diracik dengan elemen dance yang kental. Penguasaan liukan vokal Afgan di sini teruji dengan baik, dimana tarikan falsetto-nya bisa melebur renyah dalam keriuhan beat yang mengusik tubuh pendengarnya untuk ikut bergoyang.

2. “Knock Me Out”
“… Could this be that real love I’ve been missing… before I’ve met you. You’re out of this world, my kind of girl… Baby, you knock me out… “ Sebuah lagu bernuansa pop R&B ceria dengan sound yang fresh dan fun, menggabungkan lirik bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati. Tentang penantian yang sudah berakhir karena bertemu dengan seseorang yang sangat spesial di hati. “Ibaratnya seperti menemukan seseorang yang benar-benar membuat saya terpana, merasa cocok dan berjanji tidak akan melepaskannya,“ ucap Afgan.

3. “Count On Me”
Komposisi yang sangat memikat. Terjalin dalam wadah pop R&B yang tercurah lewat interaksi nada-nada tenang dari piano dan petikan gitar akustik yang diantarkan lewat ketukan beat dram yang tegas dan menyakinkan. Nomor yang berlirik penuh pengharapan dari seorang pria yang berusaha meyakinkan wanita yang disukainya agar bisa mempercayainya ini merupakan ruang bermain bagi Afgan, dimana karakter vokalnya yang elegan – yang selama ini sudah menjadi ciri khasnya – mendapatkan porsi yang tepat.

4. “Berani Sadari”
Di sini, Afgan ‘beradu’ vokal dengan salah satu talenta muda dalam industri musik Indonesia, yakni Yura Yunita, plus kehadiran Rayi Putra yang meningkahi keduanya dengan tuturan rap ringan yang bergairah. Pengolahan komposisi dan aransemen lagu ini lincah, terjalin erat dan senada drengan lirik lagu yang sarat pesan optimistis.

5. “Thinkin’ About”
Mood yang ditiupkan lagu ini kurang lebih sejiwa dengan “Count On Me”, namun dengan kadar musikalitas yang lebih lebar. Cukup pekat akan elemen R&B, namun juga diperciki nuansa jazzy yang sangat terasa lewat liukan permainan flute yang menawan di menit 2:50. Dan sekali lagi, olah vokal Afgan yang melantun natural menjadi magnet kuat yang menghidupkan lagu ini.

6. “Brand New Day”
Tak bisa dipungkiri, peranan Mark Hill berhasil menempatkan produksi serta kualitas lagu Afgan secara keseluruhan menanjak ke level yang lebih berkelas. Lagu ini pun menyodorkan kekentalan R&B yang sangat meyakinkan. Layaknya mendengarkan produk-produk rilisan internasional, yang tanpa harus diembeli kalimat “go international”. Kolaborasi ini murni berbicara kualitas, dan target itu berhasil!

7. “X”
Aransemen musik dan harmonisasi vokal berserta imbuhan-imbuhannya sangat mengesankan di lagu ini. Sangat detail dan selalu menggugah untuk mendengarkannya hingga akhir. Dan kehadiran vokal rap Sonaone memberi keunikan tersendiri, menghadirkan groove yang renyah dan gurih.

8. “Berlalu”
Sentuhan suara organ Hammond yang mengawali lagu ini seolah memberi isyarat adanya susupan nuansa soul/blues, dan bahkan aroma gospel yang membaluri sekujur komposisinya. Dan kesan itu semakin kuat dengan hadirnya lengkingan permainan gitar solo dari Ginda Bestari yang mengiris jiwa. Tarikan vokal Afgan sendiri juga kembali mendapatkan peran penting di sini, daya tarik yang sulit dielakkan. Penghayatan yang mengetuk hati saat melantunkan lirik tentang sebuah ungkapan rasa kehilangan belahan hati yang sangat dalam.

9. “Kunci Hati”
Afgan menulis lagu ini pada 2015 lalu, bersama sahabatnya, Inu Numata. Bernada sederhana, namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakkan. Menyuguhkan kisah jatuh cinta yang sederhana, yang kemungkinan pernah dialami banyak orang. Salah satu keistimewaannya adalah dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Budapest Scoring Strings, Hongaria. Membuat kesederhanaan pesan dari lagu ini menjadi lebih bermakna.

10. “Percayalah”
Setelah sukses berduet dengan Rossa lewat lagu “Kamu Yang Ku Tunggu”, kini giliran Raisa, penyanyi berwajah cantik dan bersuara emas yang telah mencuri hati para pencinta musik Indonesia sejak awal kemunculannya yang digaet Afgan untuk berduet. Sebuah kejutan manis bagi pemuja kedua solois papan atas ini. Lagu super romantis yang diaransemen dengan sangat indah oleh Ari Aru Renaldi ini sendiri bercerita tentang cinta sejati, dan telah dijadikan lagu tema untuk film “London Love Story” produksi Screenplay.

11. “Aku Dengannya Kau dengan Dia”
Di lagu ‘mahal’ yang mengolaborasikan orkestrasi khas musisi senior Erwin Gutawa dengan olahan komposisi dan lirik dari Rian D’Masiv ini, Afgan sejenak keluar dari ranah R&B. Nuansa alunan classical yang dikemas grande, namun dengan pendekatan lebih ngepop sedikit mendominasi. Afgan sukses meleburkan vokalnya di sini, dan mengalir mulus tanpa cela. Oh ya, sama halnya “Kunci Hati”, lagu ini pun melibatkan eksekusi permainan orkestra dari Czech Symphony Orchestra yang direkam di Praha.

12. “Setia Menunggu”
Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Tak diragukan penghayatan vokal Afgan di sini, dan kembali menonjolkan kekuatannya dalam melantunkan lagu-lagu bernada pelan.

13. “Jalan Terus”
Lagu ciptaan Alam Urbach ini juga mengandalkan kemegahan orkestrasi racikan Erwin Gutawa yang dieksekusi oleh Czech Symphony Orchestra. Sedikit lebih melankolis, namun dengan kandungan lirik yang sarat sikap optimistis. Sebuah ungkapan untuk selalu percaya, memperjuangkan dan mempertahankan keberadaan cinta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed