by

Serangkaian Kegiatan LSF Memaknai 100 Tahun Keberadaan Sensor Film Guna Mencari Bentuk Ideal

-Movie-39 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Sejak pertama kali diberlakukannya kebijakan sensor film pada jaman pemerintahan Hindia Belanda ditahun 18 Maret 1916 hingga saat ini, berbagai dinamika pandangan menyangkut pemaknaan istilah sensor dan orientasinya, hingga perdebatan eksistensi lembaga sensor film dan minimnya sosisalisai kebijakan telah mewarnai perjalanannya. Selama itu pula, lembaga ini pun terus berupaya melakukan reorientasi pada bentuknya yang ideal.

Memaknai peringatan 100 tahun atau satu abad keberadaan sensor film di Indonesia yang jatuh pada tanggal 18 Maret 2016 ini, Lembaga Sensor Film periode 2015-2019 melakukan serangkaian kegiatan konsolidasi dan sosialisasi berkenaan dengan pelaksanaan tugasnya dalam menghadapi tuntutan kedepan dunia perfilman yang lebih baik.

LSF periode 2015-2019 dengan tatanan dan paradigma barunya akan mengawali tugas pada momentum yang bersejarah, yakni peringatan 100 tahun sensor film. Dengan demikian kehadiran dan karya pengabdian LSF periode sekarang ini, akan mewarnai momentum baru memasuki abad kedua perjalanan sejarah Sensor Film di Indonesia. Inilah tantangan dan sekaligus peluang yang harus kami hadapi untuk bebenah diri untuk lebih baik,” ujar Ketua Lembaga Sensor Film, Dr. Ahmad Yani Basuki, M.Si, saat dijumpai di Gedung Film, di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (16/3).

Mengusung tema utama “Masyarakat Sensor Mandiri Wujudkan Kepribadian Bangsa”, LSF sepanjang tahun ini akan mengintensifkan berbagai kegiatan, antara lain; Mengajak masyarakat untuk ikut aktif memfilterisasi atau membentengi diri sendiri lewat sensor mandiri ke beberapa daerah kota dan perguruan tinggi. Mengajak produser, penulis skenario dan para pelaku industri perfilman lainnya mengangkat tema berbasis kearifan lokal dan budaya.

LSF juga membuka ruang dialog dalam proses mengambil keputusan, dan membuka pelayanan cepat lewat perwakilan daerah di 4 ibukota Provinsi, yakni Papua, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Barat yang segera dibentuk. Dan, pada puncak rangkaian kegiatan pada tanggal 28 Oktober 2016, LSF akan launching dan bedah buku berjudul “Bunga Rampai 100 Tahun Sensor Film di Indonesia” yang berisikan pendapat dan pandangan tentang sensor film dari berbagai tokoh dalam ragam perspektif untuk menguatkan kinerja LSF kedepan.|Edo (Foto Dudut SP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed