by

Melly Goeslow Meramu Kesan Romatis di Soundtrack Film Promise

-Movie-38 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Bicara soal film tidak bisa sepotong-sepotong, harus lengkap, karena didalamnya banyak unsur (elemen) yang melekat. Bicara film, bukan pula soal visual semata yang merekam adegan, karakter pemain atau sinomatografinya saja. Tapi, keberadaan musik (scoring atau soundtrack) menjadi salah satu poin penting dalam membangun emosi serta memperkuat cerita yang ada. Musik memberikan roh, agar film itu hidup dan bernyawa.

Kehadiran musik dalam sebuah film bukan sekedar tempelan. Buktinya, dari dulu hingga sekarang ada banyak film yang memiliki tema musik yang sangat khas. Ketika pertama kali mendengarkannya, kita akan tahu film apa yang sedang dimainkan. Tengok saja, musik khas film The Pink Panther rilisan tahun 1963 yang juga dipakai di film Warkop, atau yang paling melegenda musik tema khas Mission Impossible. Ini adalah bukti jika musik merupakan bagian penting dalam sebuah film

Gambaran tersebut diataslah, akhirnya membuka ruang bagi pasangan suami istri yang sama-sama musisi terjun di dunia film sebagai penata musik (soundtrack). Mereka adalah Melly Goeslaw dan Anto Hoed yang baru saja meraih dua piala citra di FFI 2016, sebagai Penata Musik Terbaik serta Lagu Tema Film Terbaik lagu “Ratusan Purnama” dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Kepiawaian Melly Goeslaw mengawal cerita film lewat lagu tak perlu diragukan lagi.

imageBanyak judul film box office Indonesia telah ia garap. Kali ini, Melly dan Anto kembali menuangkan keahliannya meramu soundtrack film terbaru garapan rumah produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures, bertajuk ‘Promise’. Film drama yang disutradarai Asep Kusnidar, bercerita tentang cinta di masa lalu. Kisah persahabatan dan keluarga pun ikut menyelimuti film yang dimainkan oleh artis-artis muda berbakat seperti Dimas Anggara, Amand Rawles, Boy William dan Mikha Tambayong, lagu berjudul sama dengan filmnya ini turut melengkapi cerita.

“Setiap kali saya dipercaya untuk ikut terlibat dalam menata musik (soundtrack) sebuah film. Pertama, saya pelajari dulu skenario atau ceritanya, karakter para pemainnya, gambaran visualnya nanti seperti apa. Kemudian, saya mencoba mengolah rasa setiap kata scene per scene untuk mendapatkan benang merah secara keseluruhan. Karena musik dalam film harus menyatu secara utuh untuk memberikan jiwa dalam film itu sendiri,” jelas Melly, saat press junket film Promise di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (14/11).

Melly memang dengan spesial membuat lagu ini untuk film ‘Promise’. Sebuah karya segar yang sengaja disiapkan demi menyempurnakan lagu. Lirik ‘Promise’ bercerita tentang cinta yang tak akan pernah bisa sembunyi. Janji yang tak pernah main-main. Yang sangat kuat sehingga selalu bisa mengendus kemanapun cinta bersembunyi. Cinta tidak perlu bahasa apapun. Ketika manusia sdh memiliki ketetapan janji atas cinta, maka cinta tidak pernah beristirahat mencintai cinta.

Lagi-lagi Melly menuliskan perasaan tokoh di film ‘Promise’ dengan tepat. Namun, Melly membuka rahasia saat menulis lirik yang terlihat lugas tanpa perlu perumpamaan berlebihan, sehingga menjadi kekuatan terbesar di lagu ini. Menurutnya, walau secara garis besar sudah didapat point utamanya yang akan dituangkan kedalam lagu, tapi hal tersulit lebih pada kata awal saat proses membuat liriknya. Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari seekor kucing yang baru dia dapatkan dari seorang teman, bersembunyi dibalik gorden rumahnya.

“Kebetulan saya dapat kucing yang usianya sudah dewasa, tapi kelihatannya ia masih malu berteman dengan saya, hingga dia bersembunyi dibalik gorden. Dan, saya tau dia ada disana. Maka, lahirlah lirik Kamu mau sembunyi dimana, Aku bisa mengendus baumu, Jangan pernah lari dariku, Karna kita tlah berjanji. Untuk bait-bait selanjutnya mengalir sesuai inti cerita tentang romantisme. Bahasa dalam lagu ini pun, saya berusaha agar everlasting sehingga beberapa puluh tahun kedepan masih relevan,” tambah Melly.

Sementara, Anto Hoed yang meracik musik ‘Promise’ tahu persis komposisi paling tepat untuk lagu tersebut. Dia mencoba membalut lagu Promise dengan iringan piano dan orkestra. Denting piano sederhana dengan sentuhan string session yang lincah menari di tiap bagian lagu menambah dramatisir lagu tersebut. Karena syuting sebagian besar berada di Milan, Italia. Anto memberi memberi sedikit bumbu nuansa musik Eropa untuk membangkitkan alam imaji kita untuk semakin dalam meresapi adegan setiap adegan film ‘Promise’.

Promise yang menjadi film ke-4 Screenplay Films, dan menjadi film ke-2 kerjasama bareng dengan Legacy Pictures setelah sukses dengan film Magic Hour, London Love Story, dan I Love You from 38000 Feet. Akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada 5 Januari 2017.|Edo

Untuk mengetahui kisah film Promise, berikut sinopsisnya.

Film ‘Promise’ (2016) ceritanya diawali saat berada di kota pelajar Yogyakarta, tentang Rahman, (Dimas Anggara) seorang cowok Jogja yang berwajah tampan namun lugu dan sederhana, sangat berbeda dengan sahabatnya sejak kecil yaitu Aji.
Aji (Boy Wiliam) yang playboy dan suka bergonta ganti pacar. Aji selalu punya keinginan Rahman menjadi seperti dirinya. Bisa merasakan cinta, dan memiliki wawasan yang lebih luas lagi, namun caranya Aji salah.

Tetapi cara Aji merubah Rahman justru menjadi awal kejadian yang merubah hidup Rahman secara drastis. Tanpa disadari malam itu membuat ayahnya marah kepada Rahman. Dan semenjak itu Rahman tidak bertemu Aji lagi.

Cerita kemudia berpindah ke MILAN. 18 bulan kemudian, adalah Milan kota dimana saat ini Rahman kuliah dan juga bekerja paruh waktu disebuah toko klontong.
Kanya (Amanda Rawles) adalah gadis jawa blasteran yang sejak usia 10 tahun tinggal di Eropa dan harus pulang ke Yogyakarta untuk mendengarkan sebuah wasiat dari ibunya, dan ibunya berharap Kanya tidak kembali lagi ke Eropa untuk menjalankan wasiat tersebut.

Moza (Mikha Tambayong) Adalah teman kuliah Rahman yang selalu punya perasaan lebih kepada Rahman, tapi Moza melihat ada sebuah teka teki di hidup Rahman yang dia tidak tau jawabannya.

ISTANBUL, Salsabila (Mawar De Jongh) adalah salah satu murid di pesantren ayahnya Rahman, yang jatuh cinta kepada Rahman dan dia menitipkan sebuah surat untuk Rahman melalui Aji.

Suatu ketika dimalam hari Rahman menerima telepon dan ternyata dari Aji, Rahman merasakan perubahan dari sahabatnya itu, malah pertemuan Aji dan Rahman tidak seperti dulu lagi dan Moza baru tau siapa Rahman sebenarnya saat itu, dan siapa perempuan yang dicintainya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed