by

Liztomania, Merawat Sejarah Lewat Konser Musik Asyik!

-On Stage-149 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Beragam cara dilakukan oleh anak-anak muda kreatif untuk terus menggelorakan semangat bermusik tanpa henti, kapanpun dan dimanapun. Bermusik tidak sekadar memainkan nada-nada, tapi juga sebagai pengantar rangkaian kata-kata yang syarat makna. Maka, musik bisa menjadi medium dialog paling efektif saat ini, karena ada balutan harmoni idealisme dan rasa kejujuran didalamnya.

Seperti yang dilakukan Ridho Hafiedz (Musisi) dan Eugene Panji (Film Director), memiliki ide untuk mengangkat kesenian (khususnya musik) dengan literatur sejarah menjadi sebuah peristiwa yang dikemas dalam acara pertunjukan musik bagi anak muda bertajuk “Liztomania” di tempat bersejarah dengan usia hampir 200 tahun, yaitu Gedung Kesenian Jakarta. Mereka berdua meyakini, bahwa GKJ yang mempunyai nilai historikal dan sangat representatif bisa menjadi tempat pertunjukan musik berkualitas.

Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang didirikan oleh Herman Willem Daendels (1821), pada sepanjang perjalannya tidak hanya merupakan gedung pertunjukan saja. GKJ pernah beralih fungsi sebagai sekolah, gedung pertemuan untuk sidang penting dan sebuah bioskop. GKJ tidak hanya berdiri sebagai saksi seni dan budaya, tetapi juga tonggak sejarah peradaban yang bernama Indonesia. Untuk itu, Ridho Hafiedz dan Eugene Panji mengajak musisi-musisi Indonesia yang memiliki concern dan cita-cita serta konsep pemanggungan yang sama mengenai Gedung Kesenian Jakarta.

Liztomania dalam istilah psikologi diartikan sebagai “orang yang kecanduan mendengarkan musik”, di edisi perdananya menggelar konser musik SLANK “Not for Sale” yang akan berlangsung pada tanggal 18 September 2016 di Gedung Kesenian Jakarta. Selain Slank, pertunjukan kali ini juga menghadirkan bintang tamu yakni Marsha Timothy, Nikita Mirzani, Tio Pakusadewo, dan sastrawan Radhar Panca Dahana. Menariknya, sebagian dari hasil konser ini akan diserah terimakan untuk Institut Musisi Jalanan.

Ridho Hafiedz mengatakan, ini salah satu kegelisahannya tentang segala hal yang berhubungan dengan historikal di negara Indonesia. “Terus terang ini butuh kesadaran dari gue sendiri dan kolektif untuk membantu pemerintah menyelamatkan situs sejarah. Konsen pertama gue adalah Gedung Kesenian Jakarta, salah satu landmark kota Jakarta yang harus dilestarikan mengingat usianya yang hampir 200 tahun. Gue berharap ini dapat dinikmati oleh masyarakat Jakarta dan Gedung Kesenian Jakarta bisa menjadi tempat yang berkelas bagi para musisi dan seniman juga bagi masyarakat Jakarta,” ujar Ridho.

Sementara, Eugene Panji menuturkan, kolaborasinya bersama Ridho Hafiedz dan sekelompok anak muda yang menamakan dirinya XYZ semata-mata karena ingin kembali mengenalkan GKJ sebagai salah satu landmark Jakarta yang “seharus”nya menjadi daya tarik kota ini. Dan tentunya acara ini kami buat agar para musisi punya ruang ekspresi yang baik. “Ini akan jadi debut pertama saya menjadi seorang Creative and Show Director pada acara konser musik Liztomania bersama Slank dan lainnya. Sebuah acara yang akan kami buat selama setahun dan akan ada konser yang berbeda setiap bulannya,” tutup Eugene.

Guys! Semoga kalian punya waktu dan energi untuk bersama-sama mensupport acara ini, dan tentunya mendukung kota Jakarta tercinta serta industri musik jadi lebih baik lagi.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed