by

Lewat Mini Album, Novo Hadirkan Lagu-Lagu Hits Nike Ardilla!

-Music-121 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Walau sudah 21 tahun kepergian Nike Ratnadilla Kusnadi atau akrabnya disapa Nike Ardilla kepada sang Khalik, tepatnya 19 Maret 1995. Penyanyi asal Bandung yang masih muda belia dan berada di puncak popularitasnya, menyisakan dan meninggalkan kenangan indah bagi para pecinta musik di Indonesia, khususnya penggemar setia Nike, tidak akan pernah pudar hingga saat ini.

Sosok Nike Ardilla bersama lagu-lagunya yang hits, kemampuan berakting di sinetron maupun film, tetap terus mengisi ruang dihati para penggemarnya yang tersebar wilayah Indonesia, dan sampai pula di negeri tetangga. Bagaimana tidak, hanya dengan 6 tahun berkarir dia bisa menghasilkan 13 album dan 24 film sinetron termasuk layar lebar. Pencapaian yang belum pernah bisa dilakukuan artis lain dengan usia 19 kala itu.

Nike yang juga pernah membawa harum nama bangsa Indonesia di Asia Song Festival 1991 di China sebagai Penyanyi Pop Terbaik Se-Asia. Jutaan penggemarnya yang tergabung di Nike Ardila Fans Club (NAFC) Indonesia, menggelar acara untuk memberi penghormatan pada sang idola setahun dua kali, yakni di ulang tahun Nike pada tanggal 27 Desember 1975, serta kepergiannya dengan melakukan ziarah makam atau dalam bentuk lainnya.

image

Salah satunya, seperti yang dilakukan penggemar berat Nike yakni seorang penyanyi pendatang baru RA. Nopriansyah atau yang akrab disapa dengan panggilan Novo mengaransemen ulang lagu-lagu mendiang penyanyi Nike Ardilla, diantaranya Matahariku, Nyalakan Api, dan Bintang Kehidupan karya almarhum Deddy Dores yang dikemas dalam bentuk mini album. Menurut Novo seorang indigo yang mampu menembus dimensi lain, dia mendapatkan banyak keajaiban saat membawakan ulang lagu-lagu tersebut.

Novo mengatakan ketiga lagu tersebut tidak serta merta begitu saja terpilih. Ada proses dimana almarhum secara tidak langsung maupun lewat mimpi, memilihkan lagu-lagu tersebut untuk dirinya. “Dengan adanya mini album sekarang ini, tidak lepas dari permintaan alamarhum Nike dalam mimpinya beliau berpesan “nyanyikanlah dengan hati”, begitu berulang-ulang beliau sampaikan,” jelas Novo, saat launching mini albumnya yang dihadiri Ibunda Nike beserta keluarganya, dan juga para penggemar di Rolling Stone Cafe, Jakarta, Sabtu (29/10) malam.

image

Poses penggarapan mini album Novo yang hanya butuh waktu tiga pekan ini. Tidak lepas dari tangan dingin Pay dan Bongky (B.I.P) yang meramu ketiga lagu menjadi sebuah aransemen yang “easy listening” tanpa merubah banyak lagu aslinya. Menurut Bongky, “Proses pengerjaan ketiga lagu tersebut tidak terlalu sulit, saya bersama Pay hanya butuh menyesuaiankan dengan karakter Novo. Dan, untungnya Novo mampu membawakannya dengan hati,” ujar Bongky.

“Kebetulan juga lagu dan liriknya sangat universal, hingga bisa dinyanyikan oleh perempuan atau laki-laki. Kita hanya mencoba menambah dan mengolah rasa lagu yang memang sudah enak ini, lebih soft dan kekinian. Mengaransemen ulang lagu-lagu yang pernah hits, memang tidak bisa disandingkan dengan penyanyi aslinya. Tapi, lebih kepada sebuah bentuk penghormatan kepada karya lagu-lagu populer untuk kembali dikenang,” ucap Pay, menambahkan.

Mini album Novo berjudul Back From D’Past yang berisikan lima lagu, selain tiga lagu hits Nike karya almarhum Deddy Dores, dua diantaranya karya Melly Goelaw berjudul Satu Kebanggaan dan Dewiq berjudul Karna Kau Cinta. Menurut Bongky, CD album ini disiapkan untuk dicetak 5.000 hingga 20.000 keping nantinya. Ditambah lagi, video klip tembang Matahariku yang disutradarai oleh Ronny Djalil pun telah pula dirampungkan yang pengambilan gambarnya di dataran tinggi Bromo, Jawa Timur.

image

Sementara, Iwan selaku produser mengatakan, ia punya intuisi serta mendapat sugesti yang sangat kuat bahwa album Novo ini bisa diterima pecinta musik Indonesia dan juga para penggemar berat Nike. “Terus terang, saya sangat optimis dengan kehadiran album ini. Bukan saja, untuk mengobati rasa kangen dan kerinduan para penggemar Nike saja. Tapi, ada aspek sosial dan juga niat baik kami dari sebagian penjualan album ini untuk membatu Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dibangun dan dirintis oleh keluarga almarhum Nike Ardilla,” papar Iwan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed