by

Konser Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya, Sukses Meramu Musik Keroncong Lebih Kekinian Yang Membuat Decak Kagum Penonton

-Music-73 views

image

Jakarta, UrbannewsID. | Konser biduanita keroncong legenedaris Indonesia, Sundari Soekotjo, akhirnya digelar sukses di Ciputra Artpreneur Theatre, kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016) malam. Konser bertajuk “Senandung Keroncong Indonesia: Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya” yang bertepatan di Hari Kartini, sebagai bukti dedikasinya terhadap musik keroncong yang menurut Sundari, tidak hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga membahagiakan.

Dalam konser yang menandai empat dekade perjalanan karier bermusiknya itu, Sundari Soekotjo berkolaborasi dengan musisi lintas generasi dan berbagai jenis genre musik. Sejumlah penyanyi yang dilibatkan pun tak main-main. Ada Rossa, Ikke Nurjanah, Intan Soekotjo, Kunto Aji, Didi Kempot, Winky Wiryawan, Topan Tofano, Waljinah, Evan Virgan, Dian Mita, Keroncong Tujuh Putri dan Dwiki Dharmawan Orchestra. Tidak heran, jika penampilannya itu membuat decak kagum penonton.

Menurut perempuan yang masih cantik dan anggun ini, kolaborasi dengan berbagai jenis musik memperlihatkan jika keroncong bisa dinikmati oleh siapapun dan bisa berkembang mengikuti tren musik yang serba digital. Apalagi, seiring dengan bertambah usia dan kini jaman pun terus berubah, rasanya tidak salah saya ikut beradaptasi melakukan perbaharuan dari sisi aransemennya.

Pokoknya kita harus membuka diri, dengan cara mengikuti perkembangan zaman. Dimana saat ini kan genre musik macam-macam, ada dangdut, pop, jazz dan elektronik. Tentunya keroncong pun berakulturasi dengan jenis musik lain tanpa meninggal keasliannya, agar tetap disukai. Makanya, saya mengajak generasi muda untuk ikut memelihara keroncong yang merupakan musik asli Indonesia,” ujar Sundari, saat ditemui usai konser.

image

Rossa, salah satu diva musik pop tanah air mengatakan, melantunkan lagu keroncong ternyata cukup sulit, terutama cengkok nya itu. Penyanyi bertubuh mungil yang membawakan tembang Setangkai Bunga Mawar ini, awalnya mengaku sempat gugup. Walau untuk pertama kalinya membawakan lagu keroncong, Rossa menyatakan sangat menyenangkan dan membuatnya bersemangat menghadapi tantangan. Dan ini dibuktikan oleh Oca yang tetap percaya diri melantunkan lagu itu di atas panggung.

image

Hal yang sama juga dirasakan penyanyi pria berkaca mata, Kunto Aji yang ikut mengisi konser Senandung Keroncong Indonesia : Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya, mengaku mengalami kesulitan dan tidak bebas karena keroncong memiliki pakem yang berbeda dengan dirinya. Lewat pertemuannya dengan Sundari Soekotjo tahun lalu, ia mulai memperlajari musik keroncong dan tak berpikir panjang untuk menerima tawaran ini. Malam itu, ia membawakan lagu Terlalu Lama Sendiri miliknya dengan balutan musik keroncong. Lewat perpaduan gaya bermusiknya tersebut, ia menaruh harapan tersendiri bagi permusikan keroncong di masa yang akan datang.

image

Apa jadinya jika musik keroncong dilebur dengan musik elektronika, atau saat ini dikenal dengan istilah EDM (Electronic Dance Music)? Pertanyaan yang tersimpan dibenak banyak orang ini, paling menarik. Tantangan itu akhirnya dijawab DJ Winky dalam konser Senandung Keroncong Indonesia: Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya. Winky menggandeng musisi lain, yaitu TopanTofano dan Evan Virgan, nge-mix dan mash-up lagu keroncong dengan balutan elektronika dan unsur hip-hop. Bagi Winky, mengemas sesuatu yang terdengar tradisional dengan kemasan modern akan lebih mudah diterima generasi muda, dan itu menjadi suguhan paling unik dan menarik.

Menurut Dwiki Dharmawan sebagai Music Director konser Sundari, saat ini yang diperlukan oleh para musisi dan penyanyi keroncong pandai membaca zaman yang terus berubah. Tantangan budaya di era global, mendorong para musisi dan penyanyi keroncong harus berinovasi, melakukan perbaharuan musiknya supaya lebih menarik minat anak-anak muda sekarang. Tidak perlu menunggu orang untuk menyukai, tapi perkenalkan dan suguhkan sesuai selera mereka, tanpa meninggalkan akarnya. Dengan sikap yang demikian, niscaya musik keroncong dengan suguhan yang lebih segar, variatif dan inovatif tidak terpinggirkan.| Edo (Foto Istimewa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed