by

Konser Musika Foresta: Gerakan Pelestarian Hutan Dan Ekosistem Kehidupan!

-On Stage-65 views
IMG-20170511-WA0036
Musisi dan Pendukung Konser Musika Foresta (Ki-Ka) : Gusti 5Romeo, Rizki 5Romeo, Arief Aziz, Riry Silalahi, Astrid Sartiasari, Nina Tamam, Glenn Fredly.

Jakarta, UrbannewsID.| Masalah kerusakan hutan merupakan persoalan yang bukan hanya bersifat lokal atau translokal, tetapi bersifat regional sampai global. Karena dampak yang ditimbulkan tidaklah main-main, seperti banjir, erosi, tanah longsor, kekeringan, punahnya berbagai spesies binatang langka, lahan menjadi tandus, banyaknya hewan-hewan liar yang mengganggu perkampungan penduduk, sampai masalah global warming dan masih banyak lagi.

Hutan adalah paru – paru dunia yang dapat menyerap karbondioksida dan menyediakan oksigen bagi kehidupan dimuka bumi ini. Sudah saatnya semua komponen masyarakat harus betul-betul memunculkan niat dan upaya serius untuk menghindari semakin meluasnya kerusakan hutan di Indonesia. Sudah sepatutnya segera melakukan upaya pelestarian hutan, diantaranya dengan meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Jadilah garda terdepan sebagai penyelamat dan perlindungan human Indonesia.

imageKeprihatinan tersebut diatas, memunculkan sebuah gerakan yang dilakukan para artis Indonesia yang dimotori oleh ‘Gerakan Hutan Itu Indonesia’ untuk bersama-sama menyebarkan pesan-pesan positif terhadap upaya perlindungan hutan di Indonesia secara kreatif, melalui ‘Konser Musika Foresta’ yang akan digelar Sabtu, 13 Mei 2017 mendatang di Balai Sarbini, Jakarta. Konser yang bertepatan dengan penandatangan moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut oleh Presiden Joko Widodo, menjadi momentum yang pas sebagai peringatan perdana ‘Hari Hutan Indonesia’.

Sebelum Konser Musika Foresta berlangsung, para musisi tersebut diajak lebih dulu menjelajah hutan di Indonesia. Glenn Fredly di Taman Nasional Manusela di Ambon, Maluku; Achi Hardjakusumah di Hutan Kemenyan, Tapanuli Utara; Astrid di Hutan Nagari Sungai Buluh, Sumatra Barat; dan Alam Urbach di Hutan Adat Dayak Iban, Sui Uti, Kalimantan Barat. Mereka tinggal di hutan selama beberapa hari untuk merasakan kenikmatan kekayaan hutan dan mencari inspirasi untuk kemudian dituliskan ke dalam lagu, yang semuanya dilakukan secara sukarela.

Glenn Fredly yang menciptakan lagu berjudul ‘Manusela’ setelah berkunjung ke TN Manusela mengatakan,”Di tengah polarisasi yang terjadi saat ini, kita kadang lupa hal yang penting buat Indonesia, yaitu menjaga ekosistem. Musik merupakan alat yang paling powerfull, sehinga melalui musik yang saya buat ini bisa meningkatkan awareness masyarakat atas fungsi hutan.”

image

Riry Silalahi, Koordinator Musika Foresta sekaligus perwakilan dari Gerakan Hutan Itu Indonesia, menuturkan,”Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Untuk itu, adalah penting melihat hutan sebagai bagian dari identitas bangsa kita yang patut kita jaga dan lindungi secara terus menerus. Kami berusaha agar cara yang kami lakukan tetap bernuansa kreatif untuk mendorong pesan-pesan perlindungan terhadap hutan yang bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Konser Musika Foresta adalah salah satu bentuk perwujudan cita-cita tersebut.”

Selain keempat musisi di atas, sejumlah musisi lain juga mendukung Konser Musika Foresta: Melanie Subono, 5Romeo, Nina Tamam, Sandra Fay dan The Weekend Rockstars yang akan turut membawakan sejumlah lagu dan musikalisasi puisi. Sama seperti musisi yang berangkat ke hutan, para musisi ini juga mendukung secara sukarela. Selain di Jakarta, perayaan Hari Hutan Indonesia juga akan dilakukan di enam kota besar lainnya, yaitu Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Palangkaraya.

‘Konser Musika Foresta’ merupakan momentum penting bagi dukungan yang lebih besar untuk melindungi dan melestarikan hutan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran seluruh hasil penjualan tiket yang di bandrol dikisaran harga Rp 100.000 hingga Rp 175.000 ini untuk adopsi pohon di berbagai wilayah Indonesia. “Seluruh hasil penjualan tiket Konser Musika Foresta akan digunakan untuk adopsi pohon di beberapa hutan di Jambi dan Sumatra Barat. Adopsi berarti merawat pohon tetap ada untuk jangka waktu panjang,” tutup Leony Aurora, Ketua Gerakan Hutan Itu Indonesia.

Sekedar catatan ringan; Tanpa mengurangi apresiasi atas ide, gagasan, dan semangat rekan-rekan, kenapa gelaran “Konser Musika Foresta” berada dibalik tembok Gedung Balai Sarbini? Bukankah gerakan ini mengajak masyarakat untuk peduli menjaga kelestarian alam, khususnya hutan. Lagi-lagi kenapa tidak dilakukan diruang terbuka yang menyatu dengan alam itu sendiri, seperti dihutan pinus Gunung Pancar, Sentul, Bogor, misalnya. Masyarakat yang hadir atau penonton bisa merasakan atmosfirnya, udaranya, denyut nadi dan bunyi-bunyian suara sang alam.

Para artis yang terlibat di Konser Musika Foresta ini pun jauh lebih bisa memberi enerji positif kepada masyarakat penonton, bukan sekedar nada dan melodi lagu yang dilantunkan tapi narasi dari cerita lagu itu sendiri. Masyarakat penonton bukan saja diajak mendengarkan, tapi juga melihat dan merasakannya. Kedekatan yang mendalam dengan alam, secara emosional jauh lebih efektif membawa mereka untuk mencintai, menjaga, merawat dan melestarikan hutan dan lingkungan alam. Bahkan, Konser Musika Foresta akan menjadi agenda event paling ditunggu nantinya, dan bahkan bisa menjadi education center wisata alam keluarga.|Edo (Foto Ibnu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed