by

KLB Parfi Kukuhkan Febrian Aditya Ketua Umum Baru!

-Movie-128 views

IMG_20170314_112509

Jakarta, UrbannewsID. | Setelah episode Aa Gatot Brajamusti sebagai ketua umum terpilih hasil kongres Lombok priode 2016-2021 tersandung masalah hukum karena kepemilikan barang haram shabu, dan kemudian digantikan salah satu calon yang ikut bertarung yakni Andreanus Dedy Dermawan atau dikenal Andryega da Silva. Kisah drama organisasi para artis film tertua ini, ternyata masih terus berlanjut.

Belum genap setahun, Andryega da Silva pun diturunkan oleh Dewan Pembina Organisasi Parfi setelah mempelajari mosi tidak percaya atas kepemimpinan Andryega oleh 30 pengurus PB Parfi. Andryega dianggap telah melakukan wan prestasi dan tindakan memalukan organisasi berkenaan dengan tudingan kasus penipuan hutang-piutang yang menjerat dirinya masuk ranah hukum.

Kemudian, tersiar khabar DPO Parfi melakukan gerak cepat mengisi kekosongan kepemimpinan dengan mengangkat wakil ketua umum Parfi, Wieke Widowati seorang artis senior untuk berada ditampuk pimpinan mulai 18 Januari lalu. Menurut salah satu ketua DPO, keputusan Wieke menggantikan Andryega berdasarkan kesepakatan 5 dari 8 anggota DPO, dan telah pula mendapat persetujuan dari separuh lebih jumlah pengurus Parfi.

Sayang, Wieke Widowati tidak mampu mengubah keadaan organisasi. Sebulan setelah pengangkatan, Ia pun idak mampu menyusun kepengurusan untuk menjalankan roda organisasi sesuai amanat AD/ART. Akhirnya, DPO melakukan rapat pengurus untuk menyelamatkan organisasi dan mengembalikan kedaulatan anggota Parfi. “DPO tidak bisa menunggu lama lagi, sudah 6 bukan organisasi Parfi tanpa bentuk dan tanpa kendali. Maka, akhirnya diputuskan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) Parfi,” ujar Piet Pagau selaku Sekretaris DPO, Senin (13/3) malam.

Episode kisah krisis kepemimpinan Parfi berlanjut di meja KLB. Bursa calon ketua umum Parfi pun digelar, dan tercatat nama-nama calon beredar untuk berada diposisi puncak organisasi Parfi yang mendaftar diantaranya Sandy Nayoan dan Norman. Lagi-lagi sayang, detik-detik terakhir jelang dilangsungkannya KLB pada hari Minggu (12/3) bertempat di Usmar Ismail Hall, Gedung Pusat Perfilman Haji Umar Ismail (PPHUI), Sandy Nayoan mengundurkan diri karena alasan keluarga. Maka, otomatis hanya satu kandidat calon Ketum Parfi yakni Norman.

IMG_20170314_121428

Sebagai pimpinan sidang KLB, Piet Pagau menyerahkan kepada floor untuk mengajukan nama kandidat baru. Muncullah nama Febrian Aditya dan Boy Tirayoh yang diajukan para anggota. Dari 258 anggota Parfi pemilik kartu anggota AB yang mendaftar sebagai peserta KLB, sebanyak 144 yang hadir menggunakan hak suaranya untuk memilih calon Ketum Parfi dari ke-3 kandidat. Dari hasil pemungutan suara, akhirnya menempatkan Febrian Aditya menjadi ketua umum terpilih dengan suara terbanyak yakni 87 suara, menggeser Boy Tirayoh (46 suara), dan Norman (8 suara).

Acara KLB Parfi yang juga dihadiri artis senior Rima Melati, Titiek Puspa, Tyo Pakusadewo dan lainnya ini, menjadi sebuah episode kisah drama Parfi yang tidak kalah paling menariknya. Febrian Aditya yang melenggang menjadi Kerum Parfi, ternyata posisi yang masih menjabat Ketua Umum Karyawan Film dan Televisi (KFT) untuk masa bakti 2015-2019. Saat ditanyakan apakah seorang ketua umum bisa merangkap jabatan di organisasi lainnya. Sekretaris DPO Parfi, Piet Pagau menjelaskan tidak ada masalah karena organisasi Parfi dan KFT beda bentuk. Kecuali, organisasi yang sama atau sejenis.

Menurut Febrian Aditya yang dinobatkan sebagai Ketum Parfi hasil KLB, tidak disangka-sangka. Kehadirannya di KLB, posisinya menjadi peserta yang memiliki hak sama sebagai anggota Parfi seperti lainnya. Ditengah kondisi kongres yang menyisakan satu kandidat saat itu, ia diminta oleh beberapa anggota untuk ikut dan bersedia mencalonkan diri menjadi ketua umum. “Saat itu, saya minta waktu untuk membicarakan permintaan rekan-rekan kepada DPO dan PO KFT. Setelah mendapat persetujuan dan tidak ada masalah secara organisasi, saya akhirnya bersedia mencalonkan diri,” kilahnya.

Febrian menambahkan,”Saya ingin menggaris bawahi, bahwa saya tidak mencalonkan diri tapi diminta oleh rekan-rekan. Karena ini harapan rekan-rekan untuk menjalan roda organisasi Parfi, saya sebagai anggota wajib menerima amanah ini. Apalagi, saya melihat perkembangan Parfi belakangan ini tidak bergerak sama sekali. Maka, sudah menjadi kewajiban bagi semua para anggota yang ada didalamnya bersama-sama mengembalikan marwah organisasi profesi ini bergerak dan berjalan seperti sedia kala,” pungkasnya.

Febrian yang memiliki pengalaman menjalan organisasi seperti yang ia lakoni di KFT, memang diharapkan membawa perubahan baru di Parfi. Lakon kekisruhan oraganisasi Parfi yang tidak pernah berhenti ini, kehadiran Febrian memang diharapkan membawa angin segar untuk membenahi Parfi yang berjalan terseok-seok. Febrian memang punya mimpi untuk membenarkannya, sesuai janjinya, ia akan segera mempersiapkan struktur organisasi mumpuni dengan tim yang solid. Febrian juga berencana, akan mengajak semua anggota Parfi yang terbelah dan tercecer dimana-mana untuk kembali pulang untuk bersama-sama membangun kembali citra Parfi.

Ya, semoga saja ini menjadi episode terakhir dan menjadi ending dari kisah drama Parfi yang penuh hiruk-pikuk tak berkesudahan. Febrian tampil menjadi motor penggerak merapikan puzzle-puzzle yang tercecer utuh kembali.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed