by

KLa Project Siap Gelar Konser Tunggal di Bulan Desember!

-Music-133 views

image

Jakarta, UrbannewsID.| Setelah sukses menggelar konser dengan balutan musik elektronik di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada pada 23 Agustus 2013, dan kemudian disusul menandai seperempat abad usianya lewat gelaran konser tunggal bertajuk Grand KLakustik pada 26 November 2013 di Jakarta Convention Center, dimana konsepnya akustik dengan balutan orkestra. Kini, super band legendaris KLa Peoject kembali siap menyapa para penggemarnya yang dipanggil KLanis lewat gelaran konser tunggal istimewanya bertajuk “Passion, Love and Culture” pada 15 Desember 2016 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Berbeda dari konser tunggal sebelumnya. Katon Bagaskara (vokal), Romulo Radjidin (gitar) dan Adi Adrian (piano), akan memadukan musik modern dan etnik dalam komposisi lagu-lagu hits-nya di konse kali ini. Menurut Romulo Radjidin atau yang akrab disapa Lilo, Ini untuk kali pertama kali KLa akan melakukan aransemen musik diatonik dan pentatonik. “Tentunya konser ini akan menjadi sesuatu yang istimewa buat kami dan juga para KLanis yang akan datang ke konser kita nanti,” ujar Lilo, saat dijumpai di Red Square Resto & Lounge kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (2/11).

Adi Adrian salah satu otak bagi musik KLa Project, dan kini bertanggungjawab untuk menyulap belasan lagu KLa yang akan dibawakan dalam konsernya nanti mengatakan, aransemennya dalam kemasan musik etnik seperti karawitan lewat gamelan Bali, Jawa, Sunda, Batak dan lain-lainnya. “Terus terang, kita masih terus berekplorasi memadukan kedua unsur nada diatonik yang ada di musik modern dengan pentatonik yang ada di musik etnik. Kita tidak ingin musik etnik hanya sekedar tempelan, atau menjadi bagian pelengkap saja. Tapi, kita yang akan mengikuti dan menyesuai dengan bunyi-bunyian yang keluar dari musik etnik itu sendiri, tanpa meninggalkan unsur pop-nya” jelas Adi.

Baik Adi, Katon dan Lilo menegaskan bahwa dalam setiap konser tunggalnya KLa, ada sesuatu persembahan yang baru dan istimewa, baik untuk para KLanis maupun pecinta musik Indonesia. Menurut mereka, ini justru menjadi tantangan menarik karena tugas semacam ini layaknya nafas bagi seorang musisi. ”Jadi lebih tepatnya, menggarap musik etnik serta membawakannya pun lebih menantang. Justru inilah yang akan memberi nilai lebih bagi KLa maupun penonton yang hadir nanti, bukan saja mendapat suguhan musik-musik asyik tapi juga mendapatkan khazanah musik tradisi kita sendiri,” kata Katon.

Sementara, Johan Oerip Widjaja selaku Direktur Utama KLa Corporation sekaligus promotor konser ini, memastikan panggung musik KLa bakal dikenang manis oleh KLanis. “Tantangannya justru di situ. Ini salah satu cara KLa Peoject mengapresiasi musik daerah di Indonesia yang kaya. Tapi, tidak semua lagu dalam kemasan musik etnik, ada beberapa lagu akan dibawakan dengan rasa lama atau aransemen aslinya. Dalam hal ini, kami juga harus mempertimbangkan selera penggemar KLa, artinya untuk membuat konser ini lebih menggigit,” tandas Johan.

Untuk menyaksikan konser KLa Peoject “Passion, Love and Culture”, penonton harus morogoh kocek untuk membeli tiket Rp 2.250.000 (Platinum), Rp 1.700.000 (Gold), Rp 1.100.000 (Silver), dan Rp 500.000 (Bronze). Dengan kapasitas 1.200 kursi di Teater Jakarta ini, Johan berharap suguhan istimewa KLa dalam konser ini mendapat apresiasi dari para penggemar musik di Indonesia. “Karena tidak ada kelas festival dalam gelaran konser kali ini, dan kapasitas yang sangat terbatas ini. Diharapkan sesegera mungkin untuk memesan tiket jauh-jauh hari, agar tidak kehabisan,” tutup Johan.|Edo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed