by

‘Jejak Petualang Goes To Setouchi’, Menyusuri Indahnya Alam & Budaya Jepang

-Leisure-26 views

20181116_074252-800x532-600x399

UrbannewsID Leisure | Sejak di gulirkan dua bulan lalu, produksi program ‘Jejak Petualang’ edisi khusus Goes To Setouchi, Jepang, yang digagas Rizki Bukit Sinema (RBS) dengan AXON (company group dari Nippon TV), dan DNA Production bekerja sama dengan TRANS7. Sudah merampungkan seluruh syutingnya untuk empat episode dengan masing-masing durasi enam puluh menit, dan akan segera ditayangkan pada tanggal 11 – 25 November 2018 s.d. 2 Desember 2018, mendatang.

Program ‘Jejak Petualang Goes To Setouchi’ yang di produksi bertepatan dengan momen Peringatan 60 Tahun Persahabatan Indonesia-Jepang, dimaksudkan agar kedua belah pihak saling mendukung, dan mempererat hubungan persahabatan. “Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memajukan bidang pariwisata yang mempunyai dampak positif pada kemajuan ekonomi,” jelas Reino Barack, selaku Ketua Seni dan Budaya Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), sekaligus wakil dari RBS.

20181116_074421-800x500-600x375

Pilihan Jepang sebagi edisi khusus program Jejak Petualang. Menurut Reino, selain Indonesia-Jepang mempunyai kemiripan karena terdiri dari gugusan kepulauan. Jepang merupakan negara yang sangat maju dengan perkembangan teknologinya yang super modern, tapi ternyata di dalamnya menyimpan keindangan alam lengkap dengan kebudayaan dan tradisi yang masih terjaga baik. Dan, menariknya masyarakat Jepang bisa secara harmonis hidup berdampingan dengan kemodernan negaranya.

Salah satunya adalah Setouchi, yang merupakan rumah dari berkumpulnya tempat wisata yang terkenal di Jepang, seperti Jembatan Kintai (Kintai-Kyo), Kuil Itsukushima (Itsukushima Jinja), Miyajima, dan banyak tempat suci dan wisata lainnya. Sedangkan, kebudayaan modern Setouchi dibuktikan dengan terbentuknya STU48 (Setouchi48)—yang merupakan sister group dari sebuah idol group kenamaan di Jepang, yakni AKB48 (Akihabara48).

20181116_074346-800x545-600x409

Tempat-tempat yang menjadi lokasi syuting antara lain, Dogo Onsen, Ishizuchi Mountain, Imabari, Shimonoseki, Haedomari Market, Ryuzo Temple, Itsukuchima Island, Uwajima, dan Onomichi. Selama proses syuting, banyak hal baru yang ditemukan oleh tim Jejak Petualang. Faradina Mufti, Co-host program Jejak Petualang, berujar, “Harus nyoba local food di sana, as a Japanese food lover, pastinya harus ke sushi marketnya. Well, there’s still a lot of places we’ve visited, and all of it were so memorable.” Hal serupa disampaikan oleh Hana Malasan, Host program Jejak Petualang, “It was a very exhausting yet fun trip ever!”

Episode Jejak Petualang Goes to Setouchi ini, para host diajak juga melakukan olahraga ekstrim seperti climbing, cycling sepanjang 70 KM, rafting, SUP yoga, dan paragliding. Jika kebanyakan dari kita melihat Jepang hanya sebatas dengan ramainya Tokyo, maka pada progam Jejak Petualang kali ini kami mengenalkan bagaimana cara menikmati Jepang dengan cara yang baru.

20181116_075036-800x530-600x398

Seperti, mengikuti Cycling Shimanami 2018 dengan rute sepanjang 70 KM (titik awal rute ini adalah Onomichi dan berakhir di Imabari) yang melewati enam pulau kecil di Seto Inland Sea (Setouchi) yakni, Mukaishima, Innoshima, Ikuchijima, Omishima, Hakatajima, dan Oshima. Rute ini dibuka pertama kali pada tahun 1999, dan jembatan yang digunakan sebagai jalur bersepeda ini dibangun dengan gaya modern dan atraktif. Sepanjang rute para pesepeda dapat menikmati pemandangan indah di Setouchi dan keenam pulau kecil yang dilewati.

Selain tempat wisata menawarkan keindahan alam yang sarat dengan kearifan budaya, Jepang khususnya Setouchi, mengenalkan kepada kita bagaimana mereka menjaga kekayaan laut mereka, maka tak heran jika hasil dari budidaya laut di sana mempunyai kualitas yang tinggi. Beberapa waktu lalu Indonesia-Jepang melakukan exchange note tentang Pusat Kelautan dan Perikanan dan Pasar Ikan Terintergritas.

Pemerintahan Jepang melalui Japan International Coorporation Agency berencana menghibahkan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu. Selain kesamaan kondisi geografis antara kedua negara ini, baik Indonesia dan Jepang selama 60 tahun dalam hubungan bilateralnya saling mengenalkan dan belajar untuk mencapai perekonomian yang lebih baik di berbagai sektor. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed